Vaksin Booster Covid-19 Mungkin Perlu Formula Baru untuk Varian SARS-CoV-2 di Masa Depan

Cesar Uji Tawakal | Rosiana Chozanah | Suara.com

Minggu, 05 Juni 2022 | 15:03 WIB
Vaksin Booster Covid-19 Mungkin Perlu Formula Baru untuk Varian SARS-CoV-2 di Masa Depan
Ilustrasi Vaksin COVID - 19. (Pixabay)

Suara.com - Vaksin booster Covid-19 saat ini memiliki formula yang sama dengan vaksin yang pertama, didasarkan pada jenis SARS-CoV-2 asli yang muncul pada 2019. Sehingga, dibutuhkan formula baru dengan menyesuaikan varian virus yang sedang beredar.

Vaksin dan booster saat ini memang masih melindungi dari Covid-19 parah, rawat inap dan kematian.

Tetapi ketika kekebalan berkurang seiring waktu dan varian SARS-CoV-2 yang lebih menular muncul, dunia membutuhkan strategi peningkatan jangka panjang.

"Saya sering ditanya seberapa sering, atau jarang, saya pikir orang-orang akan membutuhkan suntikan booster Covid-19 di masa depan," kata ahli imunologi David R. Martinez, melansir Hindustan Times.

Menurut Martinez, varian virus corona musim gugur dan musim dingin mendatang mungkin akan berbeda dari subvarian Omicron yang menyebar saat ini.

Vaksin Nusantara yang dikembangkan oleh mantan Menteri Kesehatan, Terawan Agus Putranto makin dikenal publik. Tak tanggung-tanggung, vaksin tersebut diulas oleh jurnal Internasional. (pixabay/ilustrasi vaksin)
Ilustrasi booster (pixabay/ilustrasi vaksin)

Sementara booster saat ini hanyalah dosis tambahan vaksin berdasarkan strain SARS-CoV-2 yang penularannya sudah lama hilang.

Sedangkan varian virus corona telah banyak berubah dari virus aslinya, yang bukan pertanda baik untuk kelanjutan kemanjuran vaksin.

"Ide suntikan tahunan yang dibuat khusus, seperti vaksin flu, terdengar menarik. Masalah adalah para ilmuwan belum dapat memperdiksi varian SARS-CoV-2 apa yang beredar berikutnya," sambungnya.

Pembuat vaksin seperti Moderna saat ini sedang menguji kandidat booster baru pada manusia dan mengevaluasi respons imun terhadap varian yang baru muncul.

Cara lain juga mungkin memutar strategi booster vajsin dengan memasukkan pendekatan vaksin virus corona universal, yang sudah terlihat menjanjikan dalam penelitian terhadap hewan.

Para peneliti sedang bekejra menuju apa yang disebut vaksin universal, yang dinilai akan efektif melawan banyak jenis virus.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Meski Covid-19 Diklaim Melandai, BIN Daerah Bali Tetap Gencar Vaksin Booster

Meski Covid-19 Diklaim Melandai, BIN Daerah Bali Tetap Gencar Vaksin Booster

News | Minggu, 05 Juni 2022 | 12:22 WIB

Kasus Covid-19 Naik Lagi, Lansia di Brasil Bakal Dapat Vaksin Booster Kedua

Kasus Covid-19 Naik Lagi, Lansia di Brasil Bakal Dapat Vaksin Booster Kedua

Health | Jum'at, 03 Juni 2022 | 17:53 WIB

Ribut Soal Warga Sumbar Dapat Sertifikat Vaksin Booster Tapi Belum Divaksin, Dinkes: Diselidiki Dulu

Ribut Soal Warga Sumbar Dapat Sertifikat Vaksin Booster Tapi Belum Divaksin, Dinkes: Diselidiki Dulu

Sumbar | Kamis, 02 Juni 2022 | 18:34 WIB

Terkini

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB