Benarkah Orang Gemuk Sudah Pasti Mengalami Diabetes Tipe 2? Ini Faktanya

Bimo Aria Fundrika Suara.Com
Selasa, 07 Juni 2022 | 17:30 WIB
Benarkah Orang Gemuk Sudah Pasti Mengalami Diabetes Tipe 2? Ini Faktanya
Ilustrasi pola makan kurang sehat yang dapat picu obesitas (Pixabay).

Suara.com - Obesitas memang erat kaitannya dengan risiko penyakit diabetes. Tapi, apakah semua orang gemuk dan obesitas sudah pasti mengembangkan diabtes tipe 2?

Kabar baiknya, menurut sebuah studi, tapi tidak semua orang gemuk akan mengembangkan diabetes tipe 2. Peneliti Oregon State University melakukan studi analitik yang memecahkan misteri seputar diabetes tipe 2, yang merupakan penyakit metabolik.

Ini berdampak pada cara tubuh memetabolisme glukosa, gula yang merupakan sumber energi utama. Dan itu sering dikaitkan dengan obesitas, yang merupakan akibat dari makan kelebihan lemak dan gula, dan kelangkaan aktivitas fisik.

Ilustrasi penderita diabetes memeriksa gula darah. (Foto oleh PhotoMIX Company dari Pexels)
Ilustrasi penderita diabetes memeriksa gula darah. (Foto oleh PhotoMIX Company dari Pexels)

Dilansird dari Health Shots, menurut temuan penelitian, yang diterbitkan dalam Journal of Experimental Medicine, jenis mikroba usus tertentu mengarah ke jaringan adiposa putih yang mengandung sel makrofag. Ini adalah sel besar yang merupakan bagian dari sistem kekebalan tubuh, dan berhubungan dengan resistensi insulin. Dalam tubuh manusia, jaringan adiposa putih adalah jenis lemak utama.

"Diabetes tipe 2 adalah pandemi global, dan jumlah diagnosis diperkirakan akan terus meningkat selama 10 tahun ke depan," kata Natalia Shulzhenko dari Oregon State University dalam sebuah pernyataan.

“Yang disebut ‘diet barat’ – tinggi lemak jenuh dan gula halus – adalah salah satu faktor utama. Tetapi bakteri usus memiliki peran penting dalam memediasi efek diet,” tambah Shulzhenko.

Pada diabetes, gula cenderung menumpuk di aliran darah dari waktu ke waktu. Ini dapat merusak organ utama, jika penyakit ini tidak diobati.

Meskipun demikian kita tidak dapat meremehkan peran obesitas dalam kasus diabetes, di mana kelebihan lemak disimpan dalam tubuh juga bisa menjadi faktor penting.

Dr Pramod Tripathi, Pendiri, Freedom From Diabetes, mengatakan bahwa tempat penimbunan lemak menentukan kecenderungan mengembangkan diabetes lebih dari obesitas secara keseluruhan. Lemak di bawah kulit (lemak subkutan) tidak membuat seseorang rentan terhadap diabetes.

Baca Juga: Obesitas Bisa Ganggu Siklus Haid, Ini Penjelasan Dokter

"Tapi lemak di dalam otot, hati dan pankreas tidak. Jadi, pegulat sumo dengan berat 150 kg yang memiliki banyak lemak subkutan tidak akan terkena diabetes. Tetapi orang India yang kurus dan gemuk (ini adalah istilah penelitian) yang beratnya 55 hingga 65 kg mungkin menderita diabetes.”

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI