Waduh, Balita 2 Tahun Sudah Pubertas, Tubuhnya Berotot dan Tumbuh Rambut Kemaluan

Vania Rossa, Dini Afrianti Efendi

Kamis, 16 Juni 2022 | 11:28 WIB
Waduh, Balita 2 Tahun Sudah Pubertas, Tubuhnya Berotot dan Tumbuh Rambut Kemaluan
Ilustrasi balita alami pubertas. [Shutterstock]

Suara.com - Jika biasanya anak lelaki mulai mengalami pubertas mulai usia 11 tahun, namun beda dengan kisah anak lelaki yang satu ini. Balita lelaki berusia 2 tahun ini sudah mengalami pubertas.

Akibat kondisi ini, balita yang masih minum susu dari botol ini sudah memiliki otot di lengannya, bahkan di sekitar penisnya sudah ditumbuhi rambut kemaluan.

"Saya tahu itu tidak normal. Bahkan penisnya akan mengalami ereksi, dan berat badannya bertambah secara drastis," ujar Erica sang ibu, seperti ditulis Insider, Kamis (16/6/2022).

Erica sendiri mengakui jika anaknya memang sekilas terlihat seperti anak lelaki berusia 4 atau 5 tahun.

Ini karena saat ia berusia satu tahun memiliki berat 16 pon atau sekitar 11,7 kilogram, tapi satu tahun berikutnya berat anak itu setiap bulan selalu bertambah 2 pon atau 0,9 kilogram setiap bulannya.

"Bahkan tidak hanya lemak yang bertambah, tapi otot juga," jelas Erica.

Saat diperiksa, sang balita diketahui memiliki hormon testosteron yang jumlahnya sama seperti lelaki dewasa. Bahkan ia juga punya tingkat kepadatan tulang yang sama dengan anak berusia 4,5 tahun.

Testosteron adalah hormon reproduksi yang penting dan umum ditemukan pada laki-laki. Hormon ini juga mempengaruhi seksual lelaki yang diproduksi di bagian testis atau buah zakar.

Tes lain juga menunjukan, ia tidak memiliki penyebab lain seperti tumor atau kelainan bawaan yang mempengaruhi kelenjar adrenal.

"Ini sangatlah menakutkan, karena tidak ada yang tahu apa yang terjadi," ungkap Erica.

Lalu ada salah satu rekan yang bertanya, apakah putranya pernah terpapar dengan pengobatan testosteron buatan untuk lelaki dewasa.

"Suami saya memang menggunakan gel testosteron selama beberapa tahun, ini karena ayahnya itu lahir dengan kondisi testis yang kompleks," tutur Erica.

Erica cukup terkejut, karena menduga paparan gel topikal yang banyak diduga menyebabkan masalah pada putra kecilnya.

"Saya menghabiskan dua tahun hidup saya dan berpikir sudah memberikan perlindungan dan perawatan kepadanya, padahal lingkungannya sendiri terkontaminasi," cerita Erica.

Adapun Peter sang suami, menggunakan jenis produk untuk mengatasi masalah kekurangan hormon testosteron pada lelaki.

"Ada beberapa testosteron yang tersisa di kulit, bahkan beberapa jam setelah diaplikasikan. Anggota keluarga dan individu lainnya yang punya kontak dekat pasien berisiko terpapar langsung," jelas Kepala Endokrinologi Pediatrik Cohen Children's Medical Center New York, Dr. Benjamin Udoka Nwosu.

Catatan Redaksi:
Atas pertimbangan kemanusiaan berdasarkan kebijakan Redaksi, dan karena sumber asli artikel ini juga belakangan sudah melakukan penyuntingan, nama anak dalam artikel ini kemudian juga telah kami samarkan/hapus. Demikian untuk dimaklumi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ribut Soal Beri Makan Pisang pada Anaknya yang Masih Berumur 3 Bulan, Istri Sampai Pulang ke Rumah Orang Tua

Ribut Soal Beri Makan Pisang pada Anaknya yang Masih Berumur 3 Bulan, Istri Sampai Pulang ke Rumah Orang Tua

News | Rabu, 15 Juni 2022 | 11:12 WIB

BPOM AS Mengumumkan Vaksin Pfizer Aman untuk Anak-Anak di Bawah 5 Tahun

BPOM AS Mengumumkan Vaksin Pfizer Aman untuk Anak-Anak di Bawah 5 Tahun

Health | Selasa, 14 Juni 2022 | 15:17 WIB

Pubertas Dini Bisa Pengaruhi Tinggi Badan Anak Perempuan Kurang Optimal, Dokter Jelaskan Alasannya

Pubertas Dini Bisa Pengaruhi Tinggi Badan Anak Perempuan Kurang Optimal, Dokter Jelaskan Alasannya

Health | Selasa, 14 Juni 2022 | 11:21 WIB

Terkini

Bukan Cuma Perempuan, Faktor Pria Capai 30 Persen Kasus Infertilitas di Indonesia

Bukan Cuma Perempuan, Faktor Pria Capai 30 Persen Kasus Infertilitas di Indonesia

Health | Rabu, 03 Juni 2026 | 07:59 WIB

Ribuan Sekolah Bergerak, Kesadaran Membangun Budaya Hidup Sehat Kian Menguat

Ribuan Sekolah Bergerak, Kesadaran Membangun Budaya Hidup Sehat Kian Menguat

Health | Selasa, 02 Juni 2026 | 19:57 WIB

Bukan Sekadar Kenyang, Ahli Gizi Ingatkan Pentingnya Nutrisi Seimbang untuk Menjaga Kualitas Hidup

Bukan Sekadar Kenyang, Ahli Gizi Ingatkan Pentingnya Nutrisi Seimbang untuk Menjaga Kualitas Hidup

Health | Senin, 01 Juni 2026 | 14:13 WIB

Waspada! Ini Tanda Kelebihan Vitamin B6, dari Kesemutan hingga Kerusakan Saraf

Waspada! Ini Tanda Kelebihan Vitamin B6, dari Kesemutan hingga Kerusakan Saraf

Health | Minggu, 31 Mei 2026 | 17:57 WIB

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 21:33 WIB

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 11:18 WIB

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 23:06 WIB

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 17:41 WIB

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 11:27 WIB

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 09:44 WIB