Perhatian Jemaah Haji! Jangan Sepelekan Hipertensi, Bisa Picu Serangan Jantung

Senin, 20 Juni 2022 | 14:40 WIB
Perhatian Jemaah Haji! Jangan Sepelekan Hipertensi, Bisa Picu Serangan Jantung
Tenaga Kesehatan Haji melakukan pemeriksaan pada jemaah haji. (Dok. Kemenkes)

Suara.com - Jemaah calon haji Indonesia diminta untuk tetap menjaga kesehatan selama pelaksanaan ibadah haji 2022. Salah satunya adalah dengan tidak menyepelekan gejala hipertensi selama prosesi naik haji.

Pesan ini disampaikan oleh Kepala Seksi Kesehatan Daker Madinah, dr Rahmad. Ia menjelaskan hipertensi yang diabaikan bisa memicu penyakit jantung, terutama akibat kelelahan melaksanakan ibadah haji.

Karena itu, jemaah calon haji yang sudah sampai di Arab Saudi diminta untuk langsung mengecek kesehatan begitu merasakan pusing. Rahmad menjelaskan jemaah juga harus rutin mengecek tensi darah, apakah ada kenaikan atau tidak.

"Saya harap semua jamaah di Arab Saudi jaga kesehatannya, jangan sampai merasa pusing baru cek. Kita harus rutin cek apakah ada indikasi tensi naik atau tidak," katadr Rahmad dikutip dari Media Center Haji di Madinah, Senin (20/6/2022).

Rahmad mengatakan, hipertensi perlu dikontrol karena bisa memicu serangan jantung. Apalagi gejala itu bisa diperparah dengan aktivitas calon jemaah haji yang tinggi, sehingga mengalami kelelahan hingga tidak minum obat dengan teratur.

Hingga Minggu (19/6/2022), Kantor Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Daker Madinah telah mendapat 157 kunjungan, 82 pasien rawat inap, 20 orang observasi. Mereka juga melakukan evakuasi kepada dua jamaah yang sakit.

Hasil diagnosa menunjukkan penyakit terbanyak yang diderita calon jemaah haji adalah celulitis, hipertensi, diabetes dan dehidrasi.

Penyakit terbanyak yang diderita jemaah di pemondokan adalah hipertensi. Tercatat dalam data, ada sebanyak 1.356 orang dari tiga sektor. Para jamaah mengeluh kelelahan, kurang minum dan pusing akibat aktivitas yang tinggi.

Namun ada juga yang sudah mengidap hipertensi sejak dari Tanah Air, karena aktivitas yang tinggi selama di Tanah Suci dan tidak minum obat secara teratur sehingga penyakitnya tidak terkontrol.

Baca Juga: Perbedaan Rukun dan Wajib Haji yang Perlu Diketahui, Simak Baik-baik!

Sekali lagi, Rahmad mengingatkan semua jemaah agar menjaga kesehatan dan jangan sampai kelelahan. Khusus bagi yang sudah mempunyai hipertensi, maka harus menjaga pola makan, jangan sampai lelah dan haus.

Sebelumnya Kepala Seksi Kesehatan Daker Mekkah M Imran Saleh mengatakan, 15.300 jamaah calon haji Indonesia yang terdata pada 2022 memiliki penyakit komorbid atau penyakit penyerta hipertensi. [ANTARA]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Ekstrovert, Introvert, Ambivert, atau Otrovert?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Cocok Kamu Jadi Orang Kaya? Tebak Logo Merek Branded Ini
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: iPhone Seri Berapa yang Layak Dibeli Sesuai Gajimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Kamu Gabung Kabinet, Cocoknya Jadi Menteri Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI