Studi: Tinggi badan Terkait dengan Risiko Sejumlah Penyakit yang Lebih Tinggi

Yasinta Rahmawati, Shevinna Putti Anggraeni

Jum'at, 24 Juni 2022 | 10:33 WIB
Studi: Tinggi badan Terkait dengan Risiko Sejumlah Penyakit yang Lebih Tinggi
Ilustrasi tinggi badan [Shutterstock]

Suara.com - Banyak orang mungkin menginginkan tubuh yang tinggi. Tapi, tinggi badan justru menjadi salah satu faktor risiko penyakit.

Tapi, penelitian sebelumnya telah menunjukkan adanya korelasi antara tinggi badan seseorang dan risiko sejumlah masalah kesehatan.

Hubungan antara tinggi badan dan risiko masalah kesehatan ini didasarkan pada dasar biologis atau faktor lain yang masih belum jelas penelitiannya.

Menurut sebuah studi baru, tinggi badan Anda bisa menjadi indikator kuat tentang risiko Anda terhadap sejumlah kondisi kesehatan yang serius.

Seberapa tinggi atau pendek tubuh Anda sebagai orang dewasa disebabkan oleh gen yang diwarisi orangtua Anda. Tapi, ada sejumlah faktor lain yang bisa mempengaruhi tinggi badan Anda.

Faktor lingkungan, gizi, status sosial ekonomi dan demografi adalah sejumlah faktor yang bisa mempengaruhi tinggi badan seseorang.

Tapi, ilmuwan seringkali sulit untuk menentukan hubungan antara tinggi badan dan risiko penyakit sampai sekarang.

Ilustrasi Tinggi Badan (Shutterstock)
Ilustrasi Tinggi Badan (Shutterstock)

Dalam studi yang diterbitkan dalam jurnal PLOS Genetics, peneliti menyelidiki lebih lanjut mengenai tinggi badan sebagai faktor yang dikaitkan dengan berbagai kondisi umum.

Para peneliti melihat kemungkinan hubungan antara tinggi badan dan berbagai penyakit. Tim menggunakan data dari VA Million Veteran Program lebih dari 250.000 pria dewasa.

baca juga

Hasilnya mengonfirmasi temuan sebelumnya bahwa tinggi badan berkaitan dengan risiko sejumlah penyakit yang lebih tinggi.

Menurut penelitian, masalah kesehatan ini termasuk varises dan fibrilasi arteri. Tapi, orang yang berbadan tinggi berisiko mengalami jantung koroner, tekanan darah tinggi, dan kolesterol tinggi yang lebih rendah.

Penelitian ini juga menemukan hubungan baru antara tubuh yang lebih tinggi dengan risiko neuropati perifer yang lebih tinggi, yang disebabkan oleh kerusakan saraf pada ekstremitas dan infeksi kulit dan tulang, seperti ulkus tungkai dan kaki.

Studi tersebut juga menunjukkan tinggi badan meningkatkan risiko asma dan gangguan saraf non-spesifik pada wanita tetapi tidak pada pria.

"Saya pikir temuan ini adalah langkah pertama untuk menilai risiko penyakit karena kami mengidentifikasi kondisi, di mana tinggi badan mungkin menjadi faktor risiko sejumlah penyakit," kata Dr Sridharan Raghavan dikutip dari Mirror UK.

Untungnya, ada sejumlah faktor risiko yang dapat kita kendalikan untuk mengurangi risiko masalah kesehatan serius, seperti pola makan sehat, berhenti merokok, dan minum alkohol.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Makanan yang Kamu Suka Juga Dipengaruhi oleh Genetik, Lho!

Makanan yang Kamu Suka Juga Dipengaruhi oleh Genetik, Lho!

Health | Jum'at, 17 Juni 2022 | 19:40 WIB

Mengenal Primary PCI, Tindakan Kegawatdaruratan untuk Atasi Penyakit Jantung Koroner

Mengenal Primary PCI, Tindakan Kegawatdaruratan untuk Atasi Penyakit Jantung Koroner

Health | Selasa, 14 Juni 2022 | 18:56 WIB

Pubertas Dini Bisa Pengaruhi Tinggi Badan Anak Perempuan Kurang Optimal, Dokter Jelaskan Alasannya

Pubertas Dini Bisa Pengaruhi Tinggi Badan Anak Perempuan Kurang Optimal, Dokter Jelaskan Alasannya

Health | Selasa, 14 Juni 2022 | 11:21 WIB

Terkini

Cara Cari Restoran Terdekat untuk Pesan Makanan Online, Jangan Cuma Lihat Rating

Cara Cari Restoran Terdekat untuk Pesan Makanan Online, Jangan Cuma Lihat Rating

Lifestyle | Rabu, 23 September 2026 | 00:09 WIB

Pengendara Harap Bersiap, Dishub Bogor Terapkan Pengalihan Arus di Sukaraja Besok

Pengendara Harap Bersiap, Dishub Bogor Terapkan Pengalihan Arus di Sukaraja Besok

Bogor | Selasa, 22 September 2026 | 23:29 WIB

vivo X500 Series Sudah Meluncur di China, Kapan Masuk Indonesia? Ini Jawaban vivo

vivo X500 Series Sudah Meluncur di China, Kapan Masuk Indonesia? Ini Jawaban vivo

Tekno | Selasa, 22 September 2026 | 23:19 WIB

Hujan Turun di Palembang, Apakah Kabut Asap Benar-Benar Hilang?

Hujan Turun di Palembang, Apakah Kabut Asap Benar-Benar Hilang?

Sumsel | Selasa, 22 September 2026 | 23:15 WIB

Harga Timah Tembus US$54.250, Kenapa Komoditas Ini Makin Diburu Dunia?

Harga Timah Tembus US$54.250, Kenapa Komoditas Ini Makin Diburu Dunia?

Sumsel | Selasa, 22 September 2026 | 23:02 WIB

Janjian Balap Liar via WhatsApp, 4 Pemuda Diamankan Polres Cianjur

Janjian Balap Liar via WhatsApp, 4 Pemuda Diamankan Polres Cianjur

Jabar | Selasa, 22 September 2026 | 23:01 WIB

AI Mulai Masuk Bisnis Pelajar, 6.125 Siswa Dibekali Keterampilan Wirausaha Digital

AI Mulai Masuk Bisnis Pelajar, 6.125 Siswa Dibekali Keterampilan Wirausaha Digital

Tekno | Selasa, 22 September 2026 | 23:00 WIB

realme 16 Pro Harry Potter Edition Meluncur, Bawa Teknologi Warna yang Berubah Saat Kena Matahari

realme 16 Pro Harry Potter Edition Meluncur, Bawa Teknologi Warna yang Berubah Saat Kena Matahari

Tekno | Selasa, 22 September 2026 | 22:45 WIB

Bupati Askolani Sebut Bimtek Kepsek Ilegal, Kok Bisa Berujung OTT Polda Sumsel?

Bupati Askolani Sebut Bimtek Kepsek Ilegal, Kok Bisa Berujung OTT Polda Sumsel?

Sumsel | Selasa, 22 September 2026 | 22:40 WIB

BMKG Sebut Hujan Turun Berangsur Guyur Area Karhutla hingga Bulan Oktober

BMKG Sebut Hujan Turun Berangsur Guyur Area Karhutla hingga Bulan Oktober

Video | Selasa, 22 September 2026 | 22:10 WIB

×