facebook

Meski Sudah Booster, 3 Kelompok Orang Ini Harus Tetap Waspada terhadap Penularan Covid-19

Rima Sekarani Imamun Nissa | Rosiana Chozanah
Meski Sudah Booster, 3 Kelompok Orang Ini Harus Tetap Waspada terhadap Penularan Covid-19
Ilustrasi Covid-19. (Andrea Piacquadio/Pexels)

Ada kelompok orang yang tetap rentan, sehingga harus tetap berhati-hati dan waspada pada penularan Covid-19.

Suara.com - Booster Covid-19 memang dapat meningkatkan antibodi terhadap infeksi SARS-CoV-2 sehingga tidak mengalami penyakit parah.

Namun, ada kelompok orang yang tetap rentan. Oleh karenanya, mereka harus tetap berhati-hati dan waspada pada penularan virus corona Covid-19 meski sudah mendapat booster.

Berdasarkan Times of India, berikut beberapa kelompok yang dimaksud:

1. Orang lanjut usia (lansia)

Baca Juga: Kasus COVID-19 Indonesia Tembus 2.000-an Per Hari, Menkes Sebut Status Masih Level 1

Lansia cenderung menderita keparahan infeksi Covid-19. Bahkan, lembaga kesehatan dengan cepat mengimbau kelompok lansia untuk tetap tinggal di rumah karena menilai kesehatan mereka menjadi prioritas.

Bila lansia terinfeksi, mereka membutuhkan rawat inap, perawatan intensif, atau bantuan mesin ventilator untuk membantu mereka bernapas.

Ilustrasi covid-19, gejala long covid pada anak (Pixabay)
Ilustrasi covid-19 (Pixabay)

2. Anak-anak

Banyak yang mengatakan bahwa kekebalan dari anak-anak cukup kuat untuk melawan virus corona. Namun, para orang tua tetap khawatir bila anak mereka terinfeksi.

Oleh karena itu, penting untuk memberi tahu anak-anak tentang cara pencegahan infeksi Covid-19. Hal itu mengingat sekolah merupakan salah satu tempat yang paling berisiko memicu penularan.

Baca Juga: Waspada! Kasus COVID-19 di Indonesia Bertambah 1.726 Orang, Paling Banyak di DKI Jakarta

3. Orang yang memiliki penyakit komorbid

Ini adalah salah satu kelompok paling jelas yang rentan terhadap Covid-19. Banyak kondisi penderita penyakit komorbid memburuk akibat Covid-19.

"Risiko seseorang terkena penyakit parah akibat Covid-19 meningkat seiring dengan meningkatnya jumlah kondisi medis yang mendasarinya," kata Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC).

Komentar