Viral Lelaki Lecehkan Anak di Mal, Ini Penyebab Seseorang Bisa Menjadi Pedofil

Vania Rossa | Fajar Ramadhan | Suara.com

Selasa, 28 Juni 2022 | 12:57 WIB
Viral Lelaki Lecehkan Anak di Mal, Ini Penyebab Seseorang Bisa Menjadi Pedofil
Viral Pria Diduga Pedofil Lakukan Pelecehan Terhadap Anak di Sebuah Mal. (Dok: Instagram/misisdevi)

Suara.com - Belum lama ini, viral sebuah video yang menunjukkan seorang lelaki yang diduga pedofil karena melecehkan anak-anak yang berada di mal. Video tersebut diunggah oleh akun instagram @misisdevi, Minggu (28/06/2022).

Dalam video, dikatakan bahwa lelaki itu telah melakukan pelecehan kepada anak pemilik akun tersebut. Dan tidak hanya kepada anak si pemilik akun, lelaki tersebut juga melecehkan anak lain dari seorang bapak-bapak.

Hal tersebut membuat netizen menduga kalau lelaki tersebut memiliki kelainan. Bahkan ada yang menyebut lelaki tersebut seorang pedofil yang suka mengincar anak-anak.

Namun, apa itu sebenarnya pedofil? Lalu apa penyebab seseorang bisa menjadi pedofil?

Melansir dari psychcentral, pedofilia merupakan kondisi seseorang yang memiliki ketertarikan seksual dengan anak-anak sebelum masa pubertas. Biasanya mereka tertarik dengan anak berusia 13 tahun atau lebih muda dari itu.

Menurut Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders, Edisi Kelima (DSM-5), seorang pedofil menunjukkan berbagai gejala, di antaranya:

  • Adanya fantasi atau dorongan seksual terhadap anak berusia 13 tahun atau lebih muda. Biasanya dorongan fantasi ini terjadi dalam jangka waktu yang lama.
  • Mengalami gangguan dalam fungsi sosial, pekerjaan, dan berbagai hal lain.
  • Orang tersebut setidaknya berusia 16 tahun atau sekitar 5 tahun lebih tua dari anak yang disukainya. Dalam hal ini, tidak bisa disebut pedofil kalau keduanya sudah dewasa.

Sementara itu, pedofilia juga disebabkan oleh berbagai hal yang mendorong pelaku tertarik dengan anak di bawah umur. Beberapa penyebab seseorang menjadi pedofilia di antaranya adalah:

1. Genetika
Dalam sebuah makalah tahun 2021, dikatakan kalau pedofilia dapat terjadi karena faktor genetik. Hal ini memungkinkan seeseorang mengalami pedofilia karena keturunan dari keluarganya.

Selain itu, berasarkan studi, faktor keturunan itu juga bisa dipengaruhi lingkungan yang menyebabkannya menjadi pedofil. Perilaku lingkungan nyatanya dapat memengaruhi perkembangan otak dan menyebabkan seseorang menjadi pedofil.

2. Perbedaan otak
Berdasarkan tinjauan literatur tahun 2015, terdapat perbedaan otak pada seseorang juga bisa menjadi penyebab pedofilia.

- Perbedaan lobus frontal
Pedofilia dapat disebabkan fungsi korteks prefrontal yang terletak di lobus frontl. Bagian ini yang mengontrol perilaku seksual seseorang. Adanya perbedaan ini yang mendorong orang tersebut menjadi pedofil.

- Perbedaan lobus temporal
Lobus temporal sendiri biasa dikaitkan dengan minat dan perilaku seksual. Tidak hanya itu, lobus temporal juga bertanggung jawab memproses emosi pada seseorang. Oleh karena itu, adanya perbedaan lobus ini dapat menyebabkan orang tersebut menjadi pedofil.

- Perbedaan fungsi materi putih
Dalam sebuah makalah tahun 2015, perbedaan materi putih mendorong perilaku seseorang menjadi pedofil. Materi putih sendiri nyatanya berfungsi untuk mengontrol fungsi tubuh dan otak secara alami. Jika pada bagian ini mengalami gangguan, hal itu yang menyebabkan seseorang menjadi pedofil.

3. Hormon
Sebuah studi tahun 2020 mengatakan, hormon dapat menyebabkan seseorang menjadi pedofil. Hal ini karena seseorang yang memiliki hormon androgen (hormon seks) tinggi sehingga menyebabkan seseorang memiliki pikiran untuk menjadi pedofil.

4. Masalah perkembangan
Beradasarkan studi tahun 2020, seseorang yang menjadi pedofil memiliki gangguan saraf seperti attention deficit hyperactivity disorder (ADHD) dan autism spectrum disorder (ASD). Selain itu, mereka yang jadi pedofil juga memiliki kecerdasan intelektual (IQ) yang rendah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Viral Pria Diduga Pedofil Lakukan Pelecehan Terhadap Anak di Sebuah Mall

Viral Pria Diduga Pedofil Lakukan Pelecehan Terhadap Anak di Sebuah Mall

Lifestyle | Senin, 27 Juni 2022 | 17:55 WIB

Viral Pria Cabuli Anak Kecil di Mall Bintaro Berakhir Damai, Kristo: Kalo Gini Terus Pedofil Makin Ga Takut

Viral Pria Cabuli Anak Kecil di Mall Bintaro Berakhir Damai, Kristo: Kalo Gini Terus Pedofil Makin Ga Takut

Jogja | Senin, 27 Juni 2022 | 15:55 WIB

Keterlaluan! Pria Diduga Pedofil Terekam Lecehkan Anak di Teras Rumah Korban pada Siang Bolong

Keterlaluan! Pria Diduga Pedofil Terekam Lecehkan Anak di Teras Rumah Korban pada Siang Bolong

News | Rabu, 23 Maret 2022 | 11:27 WIB

Terkini

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:55 WIB

Transformasi Digital di Rumah Sakit: Bagaimana AI dan Sistem Integrasi Digunakan untuk Pasien

Transformasi Digital di Rumah Sakit: Bagaimana AI dan Sistem Integrasi Digunakan untuk Pasien

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 08:47 WIB

Standar Internasional Teruji, JEC Kembali Berjaya di Healthcare Asia Awards

Standar Internasional Teruji, JEC Kembali Berjaya di Healthcare Asia Awards

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 05:00 WIB

Dokter Muda di Cianjur Meninggal Akibat Campak, Kemenkes Lakukan Penyelidikan Epidemiologi

Dokter Muda di Cianjur Meninggal Akibat Campak, Kemenkes Lakukan Penyelidikan Epidemiologi

Health | Jum'at, 27 Maret 2026 | 16:43 WIB

Madu Herbal untuk Daya Tahan Tubuh: Kenali Manfaat dan Perannya bagi Kesehatan

Madu Herbal untuk Daya Tahan Tubuh: Kenali Manfaat dan Perannya bagi Kesehatan

Health | Rabu, 25 Maret 2026 | 17:44 WIB

Kenali Manfaat Injeksi Vitamin C untuk Daya Tahan dan Kesehatan Kulit

Kenali Manfaat Injeksi Vitamin C untuk Daya Tahan dan Kesehatan Kulit

Health | Selasa, 24 Maret 2026 | 20:11 WIB

Sering Sakit Kepala? Ini Ciri-Ciri yang Mengarah ke Tumor Otak

Sering Sakit Kepala? Ini Ciri-Ciri yang Mengarah ke Tumor Otak

Health | Selasa, 24 Maret 2026 | 19:11 WIB

Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini

Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini

Health | Jum'at, 20 Maret 2026 | 13:04 WIB

Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi

Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi

Health | Kamis, 19 Maret 2026 | 13:49 WIB

Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!

Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!

Health | Rabu, 18 Maret 2026 | 07:05 WIB