Lesi Otak Seperti Dialami Ruben Onsu, Apakah Penyakit Ini Bisa Disembuhkan?

Rabu, 29 Juni 2022 | 06:10 WIB
Lesi Otak Seperti Dialami Ruben Onsu, Apakah Penyakit Ini Bisa Disembuhkan?
Tangis Ruben Onsu ceritakan kondisinya yang sakit [YouTube: Trans TV]

Suara.com - Kabar terbaru seputar kesehatan diberikan oleh Ruben Onsu, yang menyebut terdapat bintik hitam dalam hasil pemindaian otak alias MRI yang dilakukannya.

Bintik hitam yang diduga merupakan lesi otak ini membuat Ruben Onsu membutuhkan lebih banyak darah, sehingga harus menerima donor.

"Sebelumnya aku ada MRI (pemeriksaan scan otak) emang ada beberapa yang harus ditelaah lebih jauh. Ada bintik-bintik di bagian otak yang katanya otak kalau sama darah serakah. Kalau masuk darah, nyerapnya lebih banyak. Jadi kalah sama yang ada di tubuh. Jadi lebih banyak keserap di otak," ungkap Ruben di acara Brownis pada Senin (27/6/2022).

Adapun lesi otak adalah salah satu tanda kerusakan otak yang bisa terjadi di bagian otak manapun. Lesi bisa muncul karena penyakit, trauma atau cacat lahir.

Ilustrasi otak manusia (Elements Envato)
Ilustrasi otak manusia (Elements Envato)

Lantas, pertanyaan bisakah lesi otak disembuhkan?

Mengutip WebMD, Selasa (28/6/2022) pengobatan dan perawatan lesi otak bergantung pada jenis lesi otak yang menyerangnya. Pengobatan lesi otak umumnya ditujukan untuk penyembuhan, meredakan gejala, atau meningkatkan kualitas hidup maupun membuat penderita hidup lebih lama.

Berikut ini berbagai pengobatan lesi otak yang perlu diketahui:

1. Wait and see

Setelah menjalani pemindaian di MRI, orang dengan lesi otak diminta menunggu, apakah setelah terdeteksi menimbulkan gejala atau berkembang lebih jauh. Jika lesi membesar, umumnya diperlukan pemeriksaan berkala.

Baca Juga: Bintik Hitam di Otak Bikin Ruben Onsu Kekurangan Darah, Gara-gara Penyakit Apa Ya?

2. Operasi pengangkatan lesi otak

Tindakan ini dilakukan jika memungkinkan. Apalagi kian kemari semakin banyak ditemukan teknik bedah baru, yang kemungkinan bisa menghilangkan lesi di tempat sulit terjangkau sekalipun.

3. Kemoterapi dan terapi radiasi,

Ini bisa dilakukan apabila lesi di otak terjadi karena sel abnormal yang bermetastatis, atau tumor ganas yang kemungkinan besar cikal bakal kanker.

4. Obat untuk melawan infeksi

Pengobatan ini bisa diperlukan apabila lesi otak disebabkan infeksi bakteri, sehingga diperlukan antibiotik atau obat antimikroba dan sebagainya.

5. Obat untuk mengubah respons sistem kekebalan

Tindakan ini diperlukan, jika penderita mengalami lesi otak yang disebabkan gangguan sistem kekebalan tubuh atau auto imun. Obat berfungsi untuk menenangkan sistem kekebalan ataupun mengubah responsnya.

Adapun metode pengobatan yang digunakan, bergantung dari gejala dan bentuk lesi otak yang terjadi.

Di banyak kasus, studi CT scan atau MRI membantu mencari lokasi lokasi, ukuran, dan karakteristik lesi. Tes darah dan laboratorium, juga bisa dilakukan untuk mencari tanda-tanda infeksi yang terjadi pada otak.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Andai Bisa Ganti Pekerjaan, Apa Profesi Paling Pas Buat Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Tipe Traveler Macam Apa Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Member CORTIS yang Akan Kasih Kamu Cokelat Valentine?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 12 SMA Lengkap dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Satu Warna, Ternyata Ini Kepribadianmu Menurut Psikologi
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 16 Soal Bahasa Indonesia untuk Kelas 9 SMP Beserta Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Chemistry, Kalian Tipe Pasangan Apa dan Cocoknya Kencan di Mana Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Jodoh Motor, Kuda Besi Mana yang Paling Pas Buat Gaya Hidup Lo?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Jika Kamu adalah Mobil, Kepribadianmu seperti Merek Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Love Language Apa yang Paling Menggambarkan Dirimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI