Berniat Sajikan Makanan Penutup Untuk Si Kecil, Ini yang Harus Bunda Perhatikan

Bimo Aria Fundrika | Dinda Rachmawati | Suara.com

Rabu, 29 Juni 2022 | 16:10 WIB
Berniat Sajikan Makanan Penutup Untuk Si Kecil, Ini yang Harus Bunda Perhatikan
Ilustrasi dessert box. (Pixabay/andreas165078)

Suara.com - Makanan penutup atau yang lebih dikenal sebagai dessert sering menjadi sajian yang tak terlewat oleh banyak orang. Bahkan, tak sedikit orangtua yang menerapkan kebiasaan ini pada si kecil. 

Meski begitu, Ahli Gizi Nuril Farah Dhiya, S.TR.GZ mengungkap jika ada hal yang perlu diperhatikan sebelum memberikan makanan penutup untuk si kecil.

"Orangtua bisa membedakan jenis makanan penutup ini antara si kecil dengan ayahnya. Misalnya sang ayah kebagian es kopyor kelapa muda dan si kecil mendapat jatah es krim atau es serut. Lumrahnya, menyantap makanan manis dan segar sehabis hidangan utama yang ‘berat’ bakal terasa lebih nikmat,” jelasnya dalam siaran pers yang Suara.com terima, Rabu (29/6/2022).

Lebih lanjut, Nuril menyarankan, sebaiknya orangtua juga memberi jeda waktu santap makanan pencuci mulut sekitar 30 menit sampai satu jam sesudah makan. Tujuannya agar memberi ruang pada lambung sekaligus mencegah anak langsung tertidur usai makan.
 
Nah, untuk mengetahui lebih lanjut tentang manfaat makanan penutup, berikut daftarnya seperti yang dijelaskan Nuril.

1. Pencuci mulut

Makanan penutup adalah sajian yang disantap pada momen terakhir dari ritual makan. Setelah makan berat, fungsi dari makanan penutup adalah mencuci indera pengecap untuk menghilangkan sisa amis, gurih, atau asin yang didapat dari makanan utama sebelumnya.
 
2. Pelengkap Kebutuhan Gizi

Makanan penutup juga dapat berperan sebagai pelengkap gizi lho. 

"Seringkali anak tidak terpenuhi zat gizinya dari makanannya sehari-hari. Oleh karena itu diperlukan juga dessert dalam jumlah kecil di luar jam makan camilan,” terang Nuril.
 
Dalam satu hari, sambung Nuril, pada anak usia 5-12 tahun, memiliki kebutuhan Kalori sebanyak 1400-1700 kkal, protein 50-60 gr, serta lemak 50-60 gr. (AKG th 2019). 

Untuk kondisi anak yang memiliki status gizi normal, bisa dipilihkan menu makanan penutup atau produk yang nilai gizi nya masih kadar normal.
 
Sedangkan anak yang butuh boost berat badan atau yang memiliki aktivitas berlebih, bisa kita berikan dessert yang padat gizi. 

"Untuk menu yang relevan pada usia anak 5-10 tahun, dapat kita berikan pisang goreng atau bakar, buah potong, es buah, jus buah, pudding, salad buah, atau es serut rasa buah,” usul Nuril.
 
3. Stimulus agar si kecil habiskan makanan

Pilihan menu makanan penutup dapat menjadi stimulus agar anak menghabiskan porsi makan. Artinya, fungsi makanan penutup di sini semacam ‘hadiah’ atau reward kepada si kecil atas prestasinya telah menghabiskan makan.
 
Tiga poin tadi dapat menjadi pertimbangan menyajikan menu makanan penutup. Sebagai opsi, Pino Es Serut Buah yang tersedia dalam rasa aneka buah dan memiliki kandungan 40 kkal bisa jadi pilihan lho.

Produk ini cocok menjadi dessert yang ringan tanpa khawatir membuat anak obesitas. Selain itu, Pino Es Serut Buah dilengkapi dengan beberapa vitamin sehingga dapat membantu untuk memenuhi nutrisi anak. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

5 Jenis Makanan Fermentasi yang Baik untuk Kesehatan, Salah Satunya Kimchi

5 Jenis Makanan Fermentasi yang Baik untuk Kesehatan, Salah Satunya Kimchi

Your Say | Rabu, 29 Juni 2022 | 11:10 WIB

Tasya Farasya Gagal Jadi Ahli Gizi karena Sopir: Ujung-ujungnya YouTuber

Tasya Farasya Gagal Jadi Ahli Gizi karena Sopir: Ujung-ujungnya YouTuber

Entertainment | Rabu, 29 Juni 2022 | 06:35 WIB

Awas! Kesepian Bisa Menjadi Penyebab Lansia Kekurangan Gizi, Ini Penjelasan Ahli

Awas! Kesepian Bisa Menjadi Penyebab Lansia Kekurangan Gizi, Ini Penjelasan Ahli

Surakarta | Minggu, 26 Juni 2022 | 06:55 WIB

Terkini

4 Penyebab Hantavirus dan Gejala Awalnya, Ramai Dibahas usai Kasus MV Hondius

4 Penyebab Hantavirus dan Gejala Awalnya, Ramai Dibahas usai Kasus MV Hondius

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 07:58 WIB

Hantavirus Apakah Sudah Ada di Indonesia? Ini Fakta dan Risiko Penularannya

Hantavirus Apakah Sudah Ada di Indonesia? Ini Fakta dan Risiko Penularannya

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 07:20 WIB

Hantavirus Mirip Flu? Ketahui Gejala, Penularan, dan Cara Mencegahnya

Hantavirus Mirip Flu? Ketahui Gejala, Penularan, dan Cara Mencegahnya

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 07:06 WIB

BPOM Catat 10 Kematian Akibat Campak, Akses Vaksin Inovatif Dikebut

BPOM Catat 10 Kematian Akibat Campak, Akses Vaksin Inovatif Dikebut

Health | Senin, 11 Mei 2026 | 12:19 WIB

15 Tanaman Penghambat Sel Kanker Menurut Penelitian, dari Kunyit hingga Daun Sirsak

15 Tanaman Penghambat Sel Kanker Menurut Penelitian, dari Kunyit hingga Daun Sirsak

Health | Senin, 11 Mei 2026 | 10:06 WIB

Dokter Penyakit Dalam Ingatkan Wabah Seperti Hantavirus Rentan pada Diabetes: Makanannya Gula!

Dokter Penyakit Dalam Ingatkan Wabah Seperti Hantavirus Rentan pada Diabetes: Makanannya Gula!

Health | Minggu, 10 Mei 2026 | 13:31 WIB

Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman

Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman

Health | Sabtu, 09 Mei 2026 | 14:56 WIB

Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?

Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 22:05 WIB

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:29 WIB

Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial

Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:22 WIB