facebook

People Pleaser: Terbentuk Akibat Trauma Masa Kecil dan Bisa Berbahaya Dalam Hubungan

Cesar Uji Tawakal | Rosiana Chozanah
People Pleaser: Terbentuk Akibat Trauma Masa Kecil dan Bisa Berbahaya Dalam Hubungan
People pleaser (Pixabay/Artur).

Perilaku people pleaser dikatakan sebagai respons terhadap trauma terhadap pengabaian.

Suara.com - Anda tentu sering mendengar istilah 'people pleaser'. Istilah tersebut merujuk kepada orang yang sulit menolak atau berkata tidak kepada orang lain.

Perilaku people pleaser dikatakan sebagai respons terhadap trauma terhadap pengabaian. Seperti yang dialami oleh Jones.

Jones selalu takut menolak orang lain, ini menjadi respons traumanya karena merasa diabaikan secara emosional oleh ayahnya.

"Ayahku hampir tidak pernah mengatakan bahwa ia mencintaiku. Aku pikir ayahku hanya akan bahagia setiap kali aku melakukan sesuatu yang membuatnya bahagia," kata Jones, dilansir South China Morning Post.

Baca Juga: 5 Cara Menjadi Sahabat yang Baik untuk Diri Sendiri, Jangan Menjadi People Pleaser

Bertahun-tahun dicaci maki atau kurang dihargai membuat Jones mengesampingkan kebutuhannya sendiri demi menghindari pelecehan emosional, verbal, maupun fisik.

Ilustrasi people pleaser. [Unsplash]
Ilustrasi people pleaser. [Unsplash]

Ini adalah bentuk traumatis yang menurut para ahli disebut 'menjilat' (fawning), yakni sebuah upaya menenangkan ancaman untuk menghindari konflik.

"Penjilat (fawner) atau people pleaser akan sangat terikat pada gagasan "orang yang sangat baik". Seringkali melibatkan kepercayaan, "dengan bersikap baik akan melindungiku dari situasi yang tidak menyenangkan dengan teman atau keluarga"," jelas psikoterapis dari Irlandia, Katie McKenna.

Walau respons trauma ini terlihat tidak berbahaya, para ahli memperingatkan bahwa "bersikap terlalu baik" sebenarnya adalah mekanisme koping maladaptif dengan dampak serius.

Sering kali dampaknya memengaruhi kemampuan untuk menjadi diri mereka sebenarnya, dalam menetapkan batasan, dan dalam memprioiritaskan emosi serta kebutuhan mereka sendiri.

Baca Juga: Sering Dimanfaatkan Orang, Ini 4 Tips Berhenti Jadi Seorang People Pleaser!

Sikap menjadi people pleaser juga dapat menyebabkan hubungan tidak sehat dengan orang lain di masa depan.

Komentar