Mesk Ganja Medis Bermanfaat, Ahli Farmasi UGM Minta Jangan Dikeluarkan dari Narkotika Golongan I

M. Reza Sulaiman, Lilis Varwati

Rabu, 06 Juli 2022 | 20:13 WIB
Mesk Ganja Medis Bermanfaat, Ahli Farmasi UGM Minta Jangan Dikeluarkan dari Narkotika Golongan I
Tanaman ganja [antara]

Suara.com - Ahli farmasi meminta tanaman ganja di Indonesia perlu tetap berada pada golongan I narkotika walaupun nantinya telah dilegalkan dalam penggunan sebagai obat medis. Apa alasannya?

Guru besar Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada prof. Zullies Ikawati, Apt. menjelaskan bahwa meski ganja medis bermanfaat, ada risiko lain yang juga perlu diperhatikan.

Dalam UU no. 35 tahun 2009 tentang narkotika pasal 6 disebutkan bahwa narkotika golongan I adalah narkotika yang hanya dapat digunakan untuk tujuan pengembangan ilmu pengetahuan dan tidak digunakan untuk terapi pengobatan serta memiliki dampak bahaya kecanduan.

"Berkaitan legalisasi, saya pribadi tidak sepakat jika kemudian ganja dikeluarkan dari golongan I. Ganja sebagai tanaman tentu masuk dalam golongan I. Kita bisa mengacu narkotik lain, seperti morfin. Itu kan juga obat bisa diresepkan untuk pengobatan kanker berat, tapi opium, tanaman penghasilnya masuk golongan I," kata prof. Zullies dalam webinar Fakultas Farmasi UGM.

INFOGRAFIS: Mengenal Ganja Medis untuk Pengeboatan
INFOGRAFIS: Mengenal Ganja Medis untuk Pengeboatan

Menurutnya, penggunaan tanaman ganja tetap harus diatur secara ketat karena sangat berpotensial disalahgunakan. Apabila tanaman ganja diturunkan menjadi kategori golongan II, prof. Zullies khawatir akan banyak orang yang memanfaatkan aturan tersebut untuk konsumsi ganja sebagai rekreasional.

"Kalau masuk golongan II, apalagi sampai legal, saya bilang banyak penumpang gelapnya nanti. Berapa persen, sih, orang yang butuh ganja medis dibandingkan keseluruhan pengguna ganja? Sehingga itu akan susah lagi untuk mengatur, membatasi," tuturnya.

Tetapi untuk senyawa cannabinoid, salah satu zat kimia dalam tanaman ganja, menurut prof Zullies, tidak terlalu bermasalah apabila dikategorikan pada golongan II atau III.

Sebab, dari berbagai hasil riset di beberapa negara telah terbukti bahwa cannabinoid tidak punya sifat psikoaktif, sehingga potensi penyebab kecanduannya rendah atau bahkan hampir tidak ada.

"Ini hanya wacana pemikiran. Proses legalisasi harus mengikuti kaidah pengembangan obat. Jadi tentu harus didaftarkan di badan POM dengan data uji klinis sudah ada dengan bentuk sudah terukur," ujarnya.

baca juga

Walaupun berasal dari tanaman, aturan penggunaan ganja medis tidak bisa disamakan dengan regulasi untuk obat herbal. Prof. Zullies menjelaskan, bagaimana pun juga ganja medis masih mengandung senyawa memabukkan. Sementara obat herbal tidak ada senyawa memabukkan juga ketergantungan.

"Kalau saya say no untuk legalisasi tanaman ganja walaupun dengan alasan untuk medis. Tetapi komponen ganja yang bersifat obat, seperti cannabidiol, dapat digunakan untuk obat dan sebagai alternatif terakhir jika memang tidak ada obat lain," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ekskavator Mengamuk di Kampung Ambon, 30 Lapak Narkoba Rata Tanah!

Ekskavator Mengamuk di Kampung Ambon, 30 Lapak Narkoba Rata Tanah!

Video | Selasa, 13 Oktober 2026 | 18:05 WIB

Bakal Diawasi 24 Jam, Jadi Apa Kampung Ambon Usai Lapak Narkoba Digusur?

Bakal Diawasi 24 Jam, Jadi Apa Kampung Ambon Usai Lapak Narkoba Digusur?

News | Selasa, 13 Oktober 2026 | 16:35 WIB

Usai Tangkap 24 Orang, Polisi Bongkar Puluhan Lapak Diduga untuk Transaksi Narkoba di Kampung Ambon

Usai Tangkap 24 Orang, Polisi Bongkar Puluhan Lapak Diduga untuk Transaksi Narkoba di Kampung Ambon

News | Selasa, 13 Oktober 2026 | 13:26 WIB

Kampung Boncos Kembali Digerebek, 15 Bong hingga Timbangan Elektrik Disita

Kampung Boncos Kembali Digerebek, 15 Bong hingga Timbangan Elektrik Disita

News | Selasa, 13 Oktober 2026 | 12:13 WIB

Suahasil Puji Bea Cukai Usai Amankan 1,2 Miliar Batang Rokok Ilegal per September 2026

Suahasil Puji Bea Cukai Usai Amankan 1,2 Miliar Batang Rokok Ilegal per September 2026

Bisnis | Kamis, 08 Oktober 2026 | 17:39 WIB

Nama BNN Mau Diubah Jadi BNPN, Prabowo Ungkap Nyawa Petugas Melayang di Kampung Narkoba

Nama BNN Mau Diubah Jadi BNPN, Prabowo Ungkap Nyawa Petugas Melayang di Kampung Narkoba

News | Selasa, 06 Oktober 2026 | 17:45 WIB

3 Wakil Rakyat Pesta Sabu di Kamar Hotel Surabaya Bikin Nama Indonesia Tercoreng

3 Wakil Rakyat Pesta Sabu di Kamar Hotel Surabaya Bikin Nama Indonesia Tercoreng

News | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 15:30 WIB

5 Kg Etomidate Diselundupkan di dalam Sepatu, Polisi Temukan Lab di Apartemen

5 Kg Etomidate Diselundupkan di dalam Sepatu, Polisi Temukan Lab di Apartemen

News | Senin, 28 September 2026 | 16:13 WIB

Bawa Kardus Kuning di Stasiun Tanah Abang, 2 Orang Bandar Narkotika Diciduk Polisi

Bawa Kardus Kuning di Stasiun Tanah Abang, 2 Orang Bandar Narkotika Diciduk Polisi

News | Minggu, 27 September 2026 | 13:34 WIB

Penantian 16 Tahun Berakhir! Mary Jane Dapat Pengampunan Mutlak dari Presiden Filipina

Penantian 16 Tahun Berakhir! Mary Jane Dapat Pengampunan Mutlak dari Presiden Filipina

News | Sabtu, 26 September 2026 | 10:13 WIB

Terkini

Pamerkan Inovasi, Dua Siswa SMP Presentasikan Inovasi Beras di FIJ 2026

Pamerkan Inovasi, Dua Siswa SMP Presentasikan Inovasi Beras di FIJ 2026

Your Say | Rabu, 14 Oktober 2026 | 20:35 WIB

Azerbaijan Tantang Turki soal Larangan Hijab di Sekolah, Erdogan Diminta Tutup Mulut

Azerbaijan Tantang Turki soal Larangan Hijab di Sekolah, Erdogan Diminta Tutup Mulut

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 20:34 WIB

Kabut Asap Belum Usai, 6 Penerbangan Bandara SMB II Palembang Kembali Terganggu

Kabut Asap Belum Usai, 6 Penerbangan Bandara SMB II Palembang Kembali Terganggu

Sumsel | Rabu, 14 Oktober 2026 | 20:32 WIB

AI Claude Diduga Dipakai Houthi Kembangkan Rudal dengan Jangkauan 2.000 Km

AI Claude Diduga Dipakai Houthi Kembangkan Rudal dengan Jangkauan 2.000 Km

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 20:29 WIB

Viva Face Tonic Lemon untuk Kulit Apa? Ini Manfaat dan Cara Pakai yang Benar

Viva Face Tonic Lemon untuk Kulit Apa? Ini Manfaat dan Cara Pakai yang Benar

Lifestyle | Rabu, 14 Oktober 2026 | 20:25 WIB

Bukan Sekadar Cerah, Ini Cara Baru Menjaga Kualitas Kulit dalam Jangka Panjang

Bukan Sekadar Cerah, Ini Cara Baru Menjaga Kualitas Kulit dalam Jangka Panjang

Lifestyle | Rabu, 14 Oktober 2026 | 20:18 WIB

Protes Larangan Hijab di Sekolah Memanas, Azerbaijan Gelar Karpet Merah untuk Presiden Israel

Protes Larangan Hijab di Sekolah Memanas, Azerbaijan Gelar Karpet Merah untuk Presiden Israel

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 20:16 WIB

Ekonom: Implementasi Kewajiban Sertifikasi Halal Perlu Ditunda

Ekonom: Implementasi Kewajiban Sertifikasi Halal Perlu Ditunda

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 20:15 WIB

Urutan Skincare Malam Pond's Bright Miracle untuk Atasi Flek Hitam di Usia 50 Tahun

Urutan Skincare Malam Pond's Bright Miracle untuk Atasi Flek Hitam di Usia 50 Tahun

Lifestyle | Rabu, 14 Oktober 2026 | 20:15 WIB

Ledakan Guncang Pasar Cimanggis Ciputat, Sejumlah Korban Terluka Tertimpa Reruntuhan

Ledakan Guncang Pasar Cimanggis Ciputat, Sejumlah Korban Terluka Tertimpa Reruntuhan

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 20:11 WIB

×