facebook

Studi: Mutasi Virus Corona Bikin Gejala Anosmia Semakin Jarang Ditemukan

M. Reza Sulaiman
Studi: Mutasi Virus Corona Bikin Gejala Anosmia Semakin Jarang Ditemukan
Ilustrasi anosmia atau kehilangan indera penciuman. (Elements Envato)

Anosmia alias kehilangan kemampuan mencium bau menjadi salah satu gejala utama infeksi virus Corona SARS-CoV-2 penyebab Covid-19 hingga setahun yang lalu.

Suara.com - Anosmia alias kehilangan kemampuan mencium bau menjadi salah satu gejala utama infeksi virus Corona SARS-CoV-2 penyebab Covid-19 hingga setahun yang lalu.

Namun studi terbaru menemukan bahwa mutasi virus menyebabkan pasien Covid-19 yang baru pertama kali terinfeksi tahun ini jarang melaporkan gejala anosmia.

Mengutip Medical Daily, studi yang dipublikasikan di SAGE Journals menganalisis data dari lebih dari 3,6 juta pasien Covid-19 di CoVariants.org. Dari total data tersebut, hanya 616.318 kasus yang memenuhi kriteria penelitian.

Hasil penelitian menyebut 50 persen pasien Covid-19 yang terinfeksi virus Corna varian Alpha melaporkan kehilangan indera penciuman alias anosmia. Persentase ini menurun menjadi 44 persen pada pasien varian Delta, dan anjlok hingga 17 persen untuk varian Omicron.

Baca Juga: Studi Universitas Yale: Pandemi Covid-19 Akan Berakhir Tahun 2024

Hilangnya indra penciuman salah satu gejala umum virus corona Covid-19 sejak awal pandemi. Secara medis, hilangnya indra penciuman akibat virus corona ini disebut anosmia.
Hilangnya indra penciuman salah satu gejala umum virus corona Covid-19 sejak awal pandemi. Secara medis, hilangnya indra penciuman akibat virus corona ini disebut anosmia.

Namun peneliti menyebut perhatian terhadap anosmia masih perlu, mengingat masih ada penyintas Covid-19 yang belum kembali mendapatkan kemampuan mencium meski sudah sembuh.

Hal ini dibuktikan dari studi yang terbit di jurnal Rhinology, di mana peneliti menyurvei 100 orang pasien Covid-19 yang memiliki gejala ringan dan 100 orang yang hasil tes Covid-19 menyatakan negatif.

Hasilnya, 46 persen orang yang positif Covid-19 masih kesulitan mencium bau dan arom hingga satu tahun setelah dinyatakan sembuh. Studi ini, juga studi sebelumnya, menjadi pengingat bahwa dampak Covid-19 bisa berlangsung lebih panjang dari yang diperkirakan.

Saat ini, lebih dari 500 juta kasus Covid-19 dilaporkan terjadi di dunia. Bisa jadi, ada jutaan orang yang mengalami kehilangan kemampuan mencium namun tidak mendapatkan pertolongan yang dibutuhkan.

Update Covid-19 Global

Baca Juga: Survei: Perusahaan Mobil Alami Penurunan Kualitas Produk Setiap Tahun, Terbesar dari Pabrik Kendaraan Listrik

Update Covid-19 global hari ini mengabarkan Hongkong yang berencana mengurangi waktu karantina bagi turis asing.

Komentar