facebook

Brad Pitt Diduga Derita Prosopagnosia, Begini Tanda-tandanya!

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni
Brad Pitt Diduga Derita Prosopagnosia, Begini Tanda-tandanya!
Brad Pitt. (YouTube/Accsess)

Aktir Brad Pitt diduga sedang menderita prosopagnosia, karena tanda-tanda yang dialaminya.

Suara.com - Brad Pitt telah mengungkapkan bahwa dirinya menderita kondisi yang tidak terdiagnosis. Ia mengaku memiliki kesulitan untuk mengingat orang-orang baru di lingkungan sosialnya.

Kondisi ini membuat Brad Pitt khawatir dirinya justru akan terlihat egois, menyendiri atau semacamnya. Ia mengaku kondisi ini disebut sebagai prosopagnosia.

"Begitu banyak orang yang membenci saya, karena mereka pikir saya tidak menghormati mereka karena sulit mengenali wajahnya," kata Brad Pitt dikutip dari The Sun.

Saat ini, Brad Pitt memang belum didiagnosis prosopagnosia secara resmi. Tapi, ia mengalami salah satu gejala utamanya, yakni kesulitan mengenali wajah orang.

Baca Juga: 6 Posisi Seks yang Dapat Memperbesar Peluang Kehamilan, Mau Coba?

Prosopagnosia juga disebut sebagai buta wajah, yakni kondisi ketika seseorang tidak bisa mengenali wajah dan tempat yang mereka kenal sebelumnya.

Brad Pitt. (YouTube/Accsess)
Brad Pitt. (YouTube/Accsess)

Mereka yang terkena dampak paling parah tidak bisa mengenali keluarga mereka sendiri, yang mana ini akan menyiksa secara emosional. Adapun tanda-tanda prosopagnosia, meliputi:

  1. Karakter yang membingungkan dalam film, acara TV atau drama
  2. Katidakmampuan untuk mengidentifikasi orang dalam foto
  3. Menghindari menggunakan nama atau memperkenalkan dua orang satu sama lain

Orang bisa didiagnosis menderita prosopagnosia melalui konsultasi dengan spesiali dengan sejumlah tes medis.

Misalnya, pasien mungkin harus mencoba dan mengidentifikasi wajah terkenal atau menilai usia, jenis kelamin, atau ekspresi wajah seseorang dari serangkaian gambar.

Di Inggris, penelitian prosopagnosia sedang berlangsung di Pusat Gangguan Pemrosesan Wajah di Universitas Bournemouth, yang dipimpin oleh Profesor Sarah Bate.

Baca Juga: 5 Risiko Umum Kuret dengan Sistem ERPOC, yang Dijalani Annisa Pohan setelah Keguguran

Komentar