Lahir dengan 4 Pasang Tangan dan Kaki, Bayi Ini Dijuluki Reinkarnasi dari Dewi Kekayaan!

Arendya Nariswari | Shevinna Putti Anggraeni | Suara.com

Jum'at, 08 Juli 2022 | 17:12 WIB
Lahir dengan 4 Pasang Tangan dan Kaki, Bayi Ini Dijuluki Reinkarnasi dari Dewi Kekayaan!
Ilustrasi bayi baru lahir (Unsplash/Isaac Quesada)

Suara.com - Seorang bayi lahir dengan 4 tangan dan 4 kaki di India utara. Bayi yang lahir di Pusat Kesehatan Masyarakat Shahabad di Uttar Pradesh, India ini memiliki berat 6,5 pon.

Bayi ini dianggap sebagai keajaiban alam, karena tubuh yang unik dengan 4 pasangan tangan dan kaki.

Beberapa orang pun menduga bayi itu merupakan reinkarnasi dari dewi Hindu Lakshmi, yang digambarkan memiliki banyak anggota badan.

Dewi Hindu Lakshmi ini merupakan dewi kekayaan, keberuntungan, kekuatan, kecantikan, kesuburan dan kemakmuran.

Bayi itu diperkirakan menderita kondisi yang disebut polymelia, yakni cacat lahir langka yang menyebabkan bayi lahir dengan terlalu banyak anggota badan.

Ada berbagai bentuk polimelia yang diklasifikasikan tergantung dari mana anggota badan ekstra tumbuh, yakni Cephalomelia, Pyromelia, Thoracomelia dan Notomelia.

ilustrasi bayi baru lahir (Pexels/Isaac Taylor)
ilustrasi bayi baru lahir (Pexels/Isaac Taylor)

Dilansir dari News Week, empat jenis polimelia ini diamati dari tempat anggota badan tumbuh dari kepala, panggul, dada atau tulang belakang.

Kondisi ini juga bisa menyerang hewan, seperti sapi, kerbau, ayam dan katak dalam jumlah sedikit daripada manusia. Meskipun kasus ini juga sangat jarang pada manusia.

Polimelia sering disebabkan oleh cacat genetik pada janin yang sedang tumbuh. Kondisi ini menyebabkan pembelahan dan pertumbuhan sel yang tidak normal.

Terkadang, bayi yang seharusnya terlahir kembar siam diserap oleh bayi lainnya sehingga hanya meninggalkan beberapa anggota tubuh yang menempel bayi lain tersebut. Sehingga, bayi itu tidak jadi terlahir kembar siam tetapi mengalami kelebihan jumlah anggota badan.

Faktor eksternal juga dapat berperan dalam cacat bawaan seperti polymelia. Misalnya, obat thalidomide yang didistribusikan sebagai pengobatan mual di pagi hari pada 1950-an.

Sebelum ini, ada pula bayi lahir dengan 4 lengan dan 4 kaki di India timur beserta beberapa organnya terbuka di luar tubuh.

Menurut penelitian yang diterbitkan dalam Indian Journal of Human Genetics pada tahun 2013, janin India berada pada peningkatan risiko cacat lahir karena berbagai faktor, termasuk usia ibu yang lebih tinggi, kurangnya perawatan antenatal, gizi ibu dan tingginya angka perkawinan sedarah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Gendong Bayi dan Bawa Anak Kecil, Aksi Wanita Bobol Kedai Kopi Terekam CCTV

Gendong Bayi dan Bawa Anak Kecil, Aksi Wanita Bobol Kedai Kopi Terekam CCTV

Sumut | Jum'at, 08 Juli 2022 | 12:03 WIB

Tragis, Bayi Berumur 6 Bulan Tewas Tersetrum Saat Neneknya Menyetrika

Tragis, Bayi Berumur 6 Bulan Tewas Tersetrum Saat Neneknya Menyetrika

Jogja | Jum'at, 08 Juli 2022 | 08:40 WIB

Bisa Menyebabkan Depresi, Apa Itu Blaming Culture pada Orang Tua Bayi?

Bisa Menyebabkan Depresi, Apa Itu Blaming Culture pada Orang Tua Bayi?

Health | Selasa, 05 Juli 2022 | 08:08 WIB

Terkini

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB