Profesor Kedokteran UI: Faktor Risiko Penyakit Kardiovaskular dapat Dideteksi Sejak Masa Anak dan Remaja

Risna Halidi | Suara.com

Senin, 11 Juli 2022 | 10:36 WIB
Profesor Kedokteran UI: Faktor Risiko Penyakit Kardiovaskular dapat Dideteksi Sejak Masa Anak dan Remaja
Ilustrasi jantung (Elements Envato)

Suara.com - Faktor risiko kardiovaskular sudah dapat dideteksi pada masa anak dan remaja. Hal itu dikatakan oleh Guru Besar Departemen Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia - Profesor Sukman Tulus Putra.

Ia mengatakan, proses pathogenesis aterosklerosis yang menjadi awal masalah kardiovaskular telah terjadi sejak usia-usia tersebut.

Oleh karena itu, kata Profesor Sukman, deteksi faktor risiko kardiovaskular secara individual dan intervensi pada masa anak dan remaja, merupakan strategi yang sangat penting untuk menurunkan risiko penyakit kardiovaskular atau PKV pada usia dewasa.

Ia juga menyebut meski belum ada penelitian epidemiologis yang menyeluruh di Indonesia, namun beberapa penelitian pada anak sekolah menunjukkan tingginya faktor risiko kardiovaskular.

Identifikasi dan intervensi terhadap faktor-faktor tersebut bisa menjadi upaya mencegah dan menurunkan kejadian PKV termasuk penyakit jantung koroner.

Lebih lanjut, ia menyebutb terdapat tiga fokus utama yang dapat mencegah faktor risiko kardiovaskular pada anak dan remaja dari aspek promosi kesehatan yakni: nutrisi, aktivitas fisik, dan paparan tembakau (rokok).

Nutrisi sejak bayi bisa berupa pemberian ASI eksklusif dari lahir sampai usia 6 bulan. Dikatakan, anak yang diberi ASI eksklusif mempunyai ketebalan tunika intima media arteri karotis lebih tipis dan berbeda dengan bayi yang diberi minum susu formula atau ASI kurang dari empat bulan.

Hal ini membuktikan bahwa nutrisi yang baik anak sejak usia dini dapat mengurangi risiko terjadinya PKV akibat aterosklerosis di kemudian hari.

Sementara itu, aktivitas anak yang kurang gerak (sedentary lifestyle) dan paparan terhadap tembakau yang berlebihan telah banyak dibuktikan dapat meningkatkan risiko PKV khususnya penyakit jantung koroner yang saat ini menjadi penyebab kematian utama tertinggi di Indonesia.

"Deteksi faktor risiko kardiovaskular melalui uji tapis pada usia anak dan remaja dan strategi untuk melakukan intervensi merupakan kunci utama dalam menurunkan angka kejadian PKV di usia dewasa dan lanjut," kata Profesor Sukman dikutip dari siaran pers, Senin (11/7/2022).

Ia menyebut, masih tingginya angka kematian akibat PKV di Indonesia saat ini mungkin terjadi akibat minimnya kesadaran untuk mendeteksi dan mengintervensi faktor risiko kardiovaskular sejak usia dini dan remaja pada sekitar 90 juta anak Indonesia.

"Sehingga diperlukan strategi dan langkah yang kongkrit dengan melibatkan semua sektor terkait dari sektor kesehatan, pendidikan, organisasi profesi dan masyarakat itu sendiri," pungkas ketua Purna Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) tersebut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sempat Anggap Sesak Napas Karena Bra Kekecilan, Ternyata Perempuan Ini Kena Penyakit Jantung

Sempat Anggap Sesak Napas Karena Bra Kekecilan, Ternyata Perempuan Ini Kena Penyakit Jantung

Health | Sabtu, 09 Juli 2022 | 11:35 WIB

Terpopuler Kesehatan: Pembengkakan Jantung yang Dialami Dicky Topan, Manfaat Kesehatan Rumput Laut

Terpopuler Kesehatan: Pembengkakan Jantung yang Dialami Dicky Topan, Manfaat Kesehatan Rumput Laut

Health | Jum'at, 08 Juli 2022 | 20:29 WIB

Sering Mirip Seperti Mulas, Waspadai Tanda Penyakit Jantung yang Berbahaya

Sering Mirip Seperti Mulas, Waspadai Tanda Penyakit Jantung yang Berbahaya

Health | Jum'at, 08 Juli 2022 | 15:32 WIB

Terkini

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:29 WIB

Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial

Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:22 WIB

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 11:49 WIB

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:17 WIB

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:01 WIB

Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak

Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 14:30 WIB

Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?

Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 13:24 WIB

Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia

Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 11:17 WIB

Hasil Investigasi KKI: 92% Konsumen Keluhkan Galon Tua, Ternyata Ini Dampak Buruknya bagi Tubuh

Hasil Investigasi KKI: 92% Konsumen Keluhkan Galon Tua, Ternyata Ini Dampak Buruknya bagi Tubuh

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 07:54 WIB

Tips Memilih Susu Berkualitas, Nutrisionis: Perhatikan Sumber dan Kandungannya

Tips Memilih Susu Berkualitas, Nutrisionis: Perhatikan Sumber dan Kandungannya

Health | Rabu, 06 Mei 2026 | 22:21 WIB