Wajib Tahu, Ini Pentingnya Penanganan Bencana Kebakaran di Rumah Sakit

Bimo Aria Fundrika | Suara.com

Rabu, 13 Juli 2022 | 13:53 WIB
Wajib Tahu, Ini Pentingnya Penanganan Bencana Kebakaran di Rumah Sakit
Pelatihan tangggap bencana kebakaran. (Dok: Istimewa)

Suara.com - Situasi bencana, seperti kebakaran terkadang menjadi suatu hal yang tidak dapat terhindarkan di berbagai tempat. Termasuk di rumah sakit yang melayani banyak pasien.

Padahal, situasi di rumah sakit seringkali krusial dan butuh penanganan segera. Oleh karena itu, manajemen Rumah Sakit Siloam Palangkaraya melakukan latihan tanggap bencana melalui tahapan simulasi code red/fire safety.

Pelaksanaan simulasi ini diikuti 181 karyawan yang bekerjasama dengan tim Pemadaman Kebakaran Kota Palangkaraya.

Dalam latihan tersebut, dr. Arie Jimmy Reynanda Rahu, Ketua P2K3 Siloam Hospitals Palangkaraya mengatakan, materi Code Red dan simulasi memadamkan api yang membakar ruangan IPD (Departemen Rawat Inap) rumah sakit dilakukan agar alur komunikasi dan respon tanggap bencana kembali diingat oleh para peserta.

"Latihan ini sifatnya sebagai pengingat, bahwa menjalin komunikasi dan cepat tanggap terhadap antisipasi bencana merupakan hal pokok dalam menjalankan simulasi code red atau telah terjadi kebakaran dilingkungan rumah sakit. Ada empat tim yang berlatih hari ini dan latihan berjalan sesuai kebutuhan dengan dukungan tim Damkar Palangkaraya", tutur dr. Arie Jimmy Reynanda Rahu,  dalam keterangannya, Rabu, (13/7/2022). 

Dikatakan dr. Arie Jimmy, empat tim yang berlatih terdiri dari kelompok karyawan yang menggunakan helmet merah, helmet biru, helmet kuning dan karyawan yang menggunakan helmet orange.

Pelaksanaan Simulasi Code Red dan Pemadaman Api

Pelatihan tanggap bencana darurat melalui simulasi code red dilakukan di Departemen Rawat Inap lantai dua. Simulasi api terbakar diketahui melalui adanya hubungan arus pendek dari kabel penyambungan yang dibawa oleh keluarga pasien. Melihat adanya sumber api, petugas kebersihan segera memberi informasi kepada perawat yang bertugas di lantai dua tersebut.

"Tindakan selanjutnya adalah segera memadamkan sumber api melalui fasilitas tabung alat pemadam (Apar) oleh karyawan yang menggunakan helmet merah. Sementara karyawan yang menggunakan helmet biru segera menghubungi Fire Command Center (FCC) untuk segera mengaktifkan code red dalam simulasi. Petugas helmet biru pun bertugas menjaga pasien sekaligus mematikan jalur gas media pada lingkungan sekitar, tutur dr. Arie Jimmy Reynanda Rahu menjelaskan.

Simulasi dilanjutkan dengan segera mengamankan ratusan dokumen penting oleh karyawan yang menggunakan helmet kuning dan bersamaan oleh petugas helmet orange menyampaikan kondisi yg terjadi kepada pasien dan keluarga pasien. Kode Purple atau evakusi akan dilakukan.

Dari simulasi code red, pemadaman api tidak berhasil dan titik api semakin membesar maka koordinasi dilanjutkan dan melaporkan agar meminta persetujuan dari KOTI utk dapat menghubungi pihak Damkar dan melakukan persiapan ke lokasi titik kumpul. Team K3RS menghubungi FCC utk mengaktifkan code purple atau evakusi.

"Dalam simulasi code purple, semua pasien dan keluarganya dilakukan evakuasi menyesuaikan dengan skala perioritas keselamatan menuju titik kumpul. Tujuan utama pada simulasi ini adalah memadamkan api dan segera mengamankan keselamatan jiwa pasien, keluarga pasien dan seluruh karyawan rumah sakit", ungkap Arie Jimmy.

Tidak berapa lama dari Simulasi, pihak damkar tiba dan mulai memadamkan api hingga padam, setelahnya dari FCC menginfokan bahwa code red selesai.

Adapun dalam kegiatan pelatihan simulasi tersebut, Direktur Siloam Hospitals Palangkaraya, dr. Kevin Chrisanta Budiyatno turut hadir dan ikut serta dalam pelatihan.

"Pelatihan ini tentunya untuk meningkatkan kembali kewaspadaan dan menjalin komunikasi bagi seluruh karyawan sekaligus penyegaran materi code red dan materi code purple dilingkungan rumah sakit", pungkas dr. Kevin Chrisanta Budiyatno.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kronologi Anggota Damkar Pontianak Dilempar Beling Orang Tak Dikenal Hingga Pelipisnya Pecah

Kronologi Anggota Damkar Pontianak Dilempar Beling Orang Tak Dikenal Hingga Pelipisnya Pecah

Kalbar | Rabu, 13 Juli 2022 | 13:33 WIB

Viral, Anggota Damkar Dilempari Beling saat Perjalanan Padamkan Api di Sungai Pinyuh, Kepalanya Sampai Berdarah!

Viral, Anggota Damkar Dilempari Beling saat Perjalanan Padamkan Api di Sungai Pinyuh, Kepalanya Sampai Berdarah!

Kalbar | Rabu, 13 Juli 2022 | 11:53 WIB

Celaka, Belasan Ruko di Sungai Pinyuh Mempawah Alami Kebakaran

Celaka, Belasan Ruko di Sungai Pinyuh Mempawah Alami Kebakaran

Kalbar | Rabu, 13 Juli 2022 | 11:12 WIB

Terkini

Bukan Sekadar Sekolah, Anak Neurodivergent Butuh Dukungan Menyeluruh untuk Tumbuh

Bukan Sekadar Sekolah, Anak Neurodivergent Butuh Dukungan Menyeluruh untuk Tumbuh

Health | Rabu, 15 April 2026 | 19:14 WIB

Awas Logam Berat! Ini 7 Deretan Risiko Kesehatan Jika Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu

Awas Logam Berat! Ini 7 Deretan Risiko Kesehatan Jika Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu

Health | Rabu, 15 April 2026 | 15:33 WIB

Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa

Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa

Health | Selasa, 14 April 2026 | 09:26 WIB

Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif

Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif

Health | Selasa, 14 April 2026 | 08:37 WIB

Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak

Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak

Health | Senin, 13 April 2026 | 06:15 WIB

Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat

Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat

Health | Minggu, 12 April 2026 | 22:48 WIB

Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan

Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan

Health | Jum'at, 10 April 2026 | 20:29 WIB

Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan

Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan

Health | Jum'at, 10 April 2026 | 14:00 WIB

96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan

96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan

Health | Kamis, 09 April 2026 | 19:16 WIB

Aktivitas Bermain Menunjang Perkembangan Holistik dan Kreativitas Anak

Aktivitas Bermain Menunjang Perkembangan Holistik dan Kreativitas Anak

Health | Kamis, 09 April 2026 | 15:15 WIB