Bukan Karena Makhluk Gaib, Begini Pandangan Medis Di Balik Fenomena Ketindihan

Vania Rossa | Fajar Ramadhan | Suara.com

Senin, 18 Juli 2022 | 07:49 WIB
Bukan Karena Makhluk Gaib, Begini Pandangan Medis Di Balik Fenomena Ketindihan
Ilustrasi ketindihan. [Shutterstock]

Suara.com - Sering kali beberapa orang merasa dirinya sadar tetapi tidak dapat bergerak sama sekali. Fenomena ini sering disebut sebagai ketindihan.

Ketindihan sendiri sering dikaitkan dengan hal-hal gaib. Dikatakan, hal yang membuat seseorang tidak bisa bergerak tersebut adalah karena adanya makhluk gaib yang menindihnya sehingga tubuhnya sulit bergerak. Benarkah itu?

Dikutip dari Alodokter, ketindihan sendiri disebut dengan istilah sleep paralysis. Kondisi ini menyebabkan seseorang sulit untuk bangun atau bergerak saat sadar dari tidurnya.

Sleep paralysis biasanya terjadi selama beberapa menit. Dan orang yang mengalami kondisi ini biasanya dipicu oleh beberapa faktor, seperti masalah tidur (insomnia), gangguan cemas, dan gangguan stres pascatrauma (PTSD).

Sleep paralysis ini juga bisa didukung oleh beberapa faktor, di antaranya:

  • Faktor usia
  • Faktor keturunan
  • Kurang tidur atau pola tidur tidak teratur
  • Kram kaki pada malam hari
  • Penyalahgunaan obat-obatan

Pada orang yang meyakini fenomena ini disebabkan makhluk gaib, mereka biasanya mencoba mengatasinya dengan membaca doa. Namun, dalam dunia medis, kondisi ini dapat dicegah dan diatasi dengan beberapa langkah berikut:

  1. Usahakan untuk memiliki waktu tidur yang cukup, yaitu sekitar 6–8 jam setiap malamnya
  2. Lingkungan tidur sebaiknya didesain senyaman mungkin
  3. Hentikan penggunaan gadget minimal 1 jam sebelum tidur
  4. Usahakan untuk tidur dan bangun pada jam yang sama secara teratur

Selain beberapa cara di atas, membiasakan diri untuk menjaga pola hidup sehat juga menjadi cara untuk mencegah sleep paralysis. Usahakan untuk olaharga dengan teratur, kurangi alkohol, kafein, dan rokok juga menjadi cara untuk mencegah sleep paralysis.

Kondisi sleep paralysis ini sendiri dapat terjadi pada siapa saja. Biasanya, seseorang mengalaminya 1-2 kali dalam hidupnya. Namun, terdapat beberapa orang yang mengalaminya berkali-kali.

Pada dasarnya kondisi ini juga tidak terlalu berbahaya. Oleh karena itu, ketika mengalaminya, tidak memerlukan perawatan khusus.

Namun jika seseorang merasa cemas berlebih, tubuh terasa lemas sepanjang hari, atau tidak bisa tidur semalaman, disarankan untuk memeriksakan diri ke dokter.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

5 Anime Lawas Bergenre Supranatural yang Seru untuk Ditonton Ulang

5 Anime Lawas Bergenre Supranatural yang Seru untuk Ditonton Ulang

Your Say | Kamis, 07 Juli 2022 | 13:33 WIB

Alami Ketindihan Saat Tidur? Jangan Panik, Dokter Tirta Beberkan Cara Mengatasinya

Alami Ketindihan Saat Tidur? Jangan Panik, Dokter Tirta Beberkan Cara Mengatasinya

Health | Rabu, 08 Juni 2022 | 06:25 WIB

Aulia Sarah Alami Kejadian Horor usai Jadi Badarawuhi, Ceritanya Bikin Merinding

Aulia Sarah Alami Kejadian Horor usai Jadi Badarawuhi, Ceritanya Bikin Merinding

Jogja | Rabu, 25 Mei 2022 | 19:50 WIB

Terkini

Memahami Autisme dari Dekat: Kenapa Dukungan Lingkungan Itu Penting untuk Anak ASD

Memahami Autisme dari Dekat: Kenapa Dukungan Lingkungan Itu Penting untuk Anak ASD

Health | Senin, 06 April 2026 | 17:43 WIB

17.500 Paket Gizi untuk Masa Depan: Langkah Konkret Melawan Stunting di Bekasi

17.500 Paket Gizi untuk Masa Depan: Langkah Konkret Melawan Stunting di Bekasi

Health | Minggu, 05 April 2026 | 09:54 WIB

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya

Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya

Health | Rabu, 01 April 2026 | 10:55 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB