Tak Cuma Wanita, Pria Juga Bisa Lakukan Orgasme Palsu saat Aktivitas Seksual!

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni | Suara.com

Senin, 18 Juli 2022 | 19:30 WIB
Tak Cuma Wanita, Pria Juga Bisa Lakukan Orgasme Palsu saat Aktivitas Seksual!
Berhubungan seks, orgasme. (Dok: Elements Envanto)

Suara.com - Selama ini, banyak yang beranggapan bahwa wanita sering orgasme palsu. Tapi, sebuah studi baru menemukan bahwa pria juga bisa berpura-pura orgasme.

Penelitian yang terbit di Journal of Sex Research yang melibatkan lebih dari 200 mahasiswa, menemukan 25 persen pria dan setengah wanita melaporkan bahwa mereka mengalami orgasme palsu selama berhubungan seksual.

Salah satu alasan terbesar mereka melakukan orgasme palsu ketika berhubungan seks, supaya itu tidak berakhir canggung dan menyakiti pasangannya.

Studi secara konsisten menunjukkan bahwa antara setengah dan dua pertiga wanita memalsukan orgasme di beberapa titik.

Karena lebih sulit bagi pria untuk memalsukan ejakulasi daripada wanita yang memalsukan erangan, beberapa peneliti telah menemukan tingkat orgasme buatan pria.

Studi baru yang dilakukan oleh psikolog di University of Kansas, menanyakan 180 pria dan 101 wanita mempelajari tentang sejarah seksual mereka.

Ilustrasi orgasme. [Shutterstock]
Ilustrasi orgasme. [Shutterstock]

Setiap peserta ditanya mereka pernah berpura-pura mengalami orgasme atau tidak. Hampir 100 persen dari mereka mengaku pernah mengalami semacam rangsangan seksual berpasangan, baik manual maupun oral.

Lalu, hanya di bawah 70 persen wanita dan 85 persen pria melaporkan hubungan seks penetrasi. Rupanya, hubungan intim menjadi prediktor utama seseorang telah memalsukan orgasmenya atau tidak.

Sekitar 10 persen pria dan 19 persen wanita yang pernah melakukan rangsangan seksual mengaku tidak pernah memalsukan orgasme. Sedangkan, 28 persen pria dan 67 persen wanita yang melakukan hubungan seks penetrasi mengaku tidak pernah orgasme palsu.

Orang yang orgasme palsu cenderung lebih berpengalaman secara seksual dan lebih mungkin mengalami orgasme di beberapa titik, baik melalui masturbasi atau rangsangan seksual.

Hubungan seks penetrasi merupakan jenis aktivitas seksual yang paling mungkin memicu seseorang orgasme.

Karena itu, 89 persen pria dan 82 persen wanita mengaku telah melakukan orgasme palsu ketika mendapatkan rangsangan seksual.

Alasan mereka adalah pasangan mereka mungkin mengharapkan orgasme selama aktivitas rangsangan seksual berpasangan.

Beberapa pria dalam penelitian ini mengaku melakukan orgasme palsu, karena tidak memiliki cara lain untuk mengakhiri hubungan seksual tanpa rasa canggung.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tidak Tegang, Wanita Ini Justru Merasa Melahirkan Menyenangkan seperti Orgasme

Tidak Tegang, Wanita Ini Justru Merasa Melahirkan Menyenangkan seperti Orgasme

Health | Senin, 18 Juli 2022 | 16:07 WIB

Pasangan Baru Harus Tahu, Ini Tips Melakukan Hubungan Seks Pertama Kali

Pasangan Baru Harus Tahu, Ini Tips Melakukan Hubungan Seks Pertama Kali

Lifestyle | Jum'at, 15 Juli 2022 | 22:54 WIB

Hanya dengan Kekuatan Pikiran, Wanita Ini Bisa Raih Orgasme Tanpa Bantuan Seks

Hanya dengan Kekuatan Pikiran, Wanita Ini Bisa Raih Orgasme Tanpa Bantuan Seks

Lifestyle | Minggu, 17 Juli 2022 | 21:55 WIB

Terkini

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 19:57 WIB

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 13:21 WIB

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 21:12 WIB

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 10:42 WIB

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:55 WIB