Mandi Air Dingin Bisa Sebabkan Serangan Jantung, Ini Alasannya

Rima Sekarani Imamun Nissa | Shevinna Putti Anggraeni | Suara.com

Jum'at, 22 Juli 2022 | 08:03 WIB
Mandi Air Dingin Bisa Sebabkan Serangan Jantung, Ini Alasannya
Ilustrasi Mandi Air Dingin (Pixabay)

Suara.com - Serangan jantung biasanya dikaitkan dengan komorbiditas lain, seperti kolesterol tinggi dan hipertensi.

Aliran darah ke jantung yang berhenti mendadak juga bisa menyebabkan serangan jantung karena memengaruhi oksigen, bahkan meskipun Anda mungkin masih sadar dan bernapas.

Tak hanya itu, salah satu kebiasaan ketika mandi juga bisa memicu serangan jantung. Umumnya, orang yang mengalami serangan jantung akan mengalami nyeri dada dan sesak napas.

Menurut beberapa ahli, semburan air mendadak bisa membahayakan orang dengan penyakit jantung.

"Serangan jantung terjadi ketika salah satu arteri koroner jantung tersumbat secara tiba-tiba atau aliran darah sangat lambat," kata ahli dari Harvard Health, dikutip dari Express.

Serangan Jantung. (Freepik)
Serangan Jantung. (Freepik)

Serangan jantung juga disebut infark miokard. Penyebab paling umum penyumbatan mendadak di arteri koroner adalah pembentukan bekuan darah.

Mandi air dingin rupanya juga mungkin memberikan efek negatif pada orang dengan penyakit jantung karena bisa memicu serangan jantung atau ketidakteraturan irama jantung.

Semburan air dingin yang mendadak ketika mandi juga bisa menyebabkan pembuluh darah di kulit berkontraksi. Kondisi itulah yang akan meningkatkan resistensi aliran darah di dalam tubuh.

Akibatnya, detak jantung juga meningkat sehingga membuat jantung lebih sulit memompa darah ke seluruh tubuh. Tekanan di dalam pembuluh darah pun kemungkinan akan naik.

Air dingin bisa memicu serangan jantung dengan menyebabkan vasokonstriksi, bahkan pada orang yang relatif muda dan sehat.

The American Heart Association mengutip penelitian yang menunjukkan bahwa terjun ke air dingin selama cuaca panas dapat menyebabkan serangan jantung, bahkan pada orang yang masih muda, bugar, dan sehat.

Penemuan itu dibuat dalam sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Physiology, yang menjelaskan bahwa berendam air dingin mendadak membahayakan tubuh.

"Respons kejutan dingin tubuh mempercepat jantung dan menyebabkan hiperventilasi," kata The American Heart Association.

Hasil dari ini dikenal sebagai konflik otonom yang memicu irama abnormal di jantung dan kematian jantung mendadak.

Profesor Mike Tipton, yang menjalankan Laboratorium Lingkungan Ekstrim di Universitas Portsmouth, menjelaskan bahwa masuk atau mandi air dingin harus berhati-hati.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sudah Gaya Hidup Sehat, Apakah Risiko Meninggal Mendadak Akibat Serangan Jantung Tetap Ada?

Sudah Gaya Hidup Sehat, Apakah Risiko Meninggal Mendadak Akibat Serangan Jantung Tetap Ada?

Health | Kamis, 21 Juli 2022 | 14:01 WIB

Wanita Joget-joget Penuh Dendam saat Suami Sakaratul Maut: Lo Mati Gue Party!

Wanita Joget-joget Penuh Dendam saat Suami Sakaratul Maut: Lo Mati Gue Party!

Riau | Rabu, 20 Juli 2022 | 19:41 WIB

Pertolongan Pertama pada Orang Pingsan, Lakukan 4 Langkah Ini!

Pertolongan Pertama pada Orang Pingsan, Lakukan 4 Langkah Ini!

Health | Senin, 18 Juli 2022 | 11:25 WIB

Terkini

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB