Pentingnya Mengenali Tanda Kulit Sensitif, Pakar: Agar Terhindar dari Berbagai Risiko Penyakit

Arendya Nariswari | Rosiana Chozanah | Suara.com

Jum'at, 22 Juli 2022 | 14:12 WIB
Pentingnya Mengenali Tanda Kulit Sensitif, Pakar: Agar Terhindar dari Berbagai Risiko Penyakit
Ilustrasi kulit sensitif [Shutterstock]

Suara.com - Sebanyak 60-70 persen wanita dan 50-60 persen pria di dunia memiliki kondisi kulit sensitif dengan berbagai derajat dan penyakit yang menyertainya.

Meski begitu, ternyata masih banyak orang yang tidak memahami tanda kulit sensitif. Karenanya, banyak orang mengabaikan perawatan untuk kulit jenis satu ini.

"Padahal, merawat kesehatan kulit sejak dini menjadi faktor penting agar bisa terhindar dari berbagai risiko penyakit kulit dan penuaan dini. Terlebih bagi masyarakat urban dengan kondisi cuaca atau gaya hidup tertentu," kata HCP Channel Activation Manager Galderma, Sunarko.

Kulit sensitif merupakan jenis kulit yang mudah mengalami peradangan akibat reaksi terhadap berbagai faktor, baik internal maupun eksternal.

Faktor-faktor seperti polutan, radikal bebas, sinar matahari, serta gaya hidup seperti stres, kurang tidur, dan kebiasaan merokok, berpotensi memperburuk keadaan.

Ilustrasi kulit wajah bersinar (freepik)
Ilustrasi kulit wajah sensitif (freepik)

Menurut Ketua Kelompok Studi Dermatologi Anak Indonesia (KSDAI), Srie Prihianti, tenaga dokter sekaligus dokter spesialis juga perlu mengenali jenis dan tanda kulit sensitif, serta mekanisme yang mendasarinya..

"Setelah memahami hal-hal tersebut, baru kita dapat melakukan perawatan melakukan perawatan yang tepat dengan produk yang sesuai," imbuh Srie.

Berikut tiga tanda umum dari kulit sensitif yang dijelaskan oleh para pakar:

  • Tekstur kulit terasa kasar dan kering, yang kerap muncul karena berkurangnya kandungan air pada kulit. Hal ini memengaruhi kinerja dari sawar julit atau skin barrier, yang bila dibiarkan dapat memicu peradangan.
  • Kulit mudah bereaksi. Pemilik kulit sensitif biasanya mengeluh rasa gatal, panas, serta sensasi terbakar dan menyengat akibat terpapar produk berbahan kimia, termasuk skincare, ataupun pengaruh lingkungan.
  • Adanya ruam pada kulit, yang dapat muncul secara tiba-tiba maupun bertahap. Kondisi ini terjadi akibat peradangan, sehingga kulit yang ruam akan terasa gatal, mengelupas, bahkan membentuk benjolan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Inspirasi Camilan dari Kulit Lumpia

Inspirasi Camilan dari Kulit Lumpia

| Jum'at, 22 Juli 2022 | 12:30 WIB

5 Cara Ampuh Memperbaiki Skin Barrier, Kulit Jadi Lebih Sehat

5 Cara Ampuh Memperbaiki Skin Barrier, Kulit Jadi Lebih Sehat

Lifestyle | Jum'at, 22 Juli 2022 | 08:47 WIB

Efek Baik Air Hangat Untuk Kesehatan Kulit

Efek Baik Air Hangat Untuk Kesehatan Kulit

| Jum'at, 22 Juli 2022 | 04:30 WIB

Terkini

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB