Hari Anak Nasional 2022: KPAI Soroti Sekolah Jadi 'Neraka' karena Kekerasan Seksual

Bimo Aria Fundrika | Dini Afrianti Efendi | Suara.com

Sabtu, 23 Juli 2022 | 15:55 WIB
Hari Anak Nasional 2022: KPAI Soroti Sekolah Jadi 'Neraka' karena Kekerasan Seksual
Ilustrasi kekerasan seksual pada anak di bawah umur. [SuaraJogja.com / Ema Rohimah]

Suara.com - Di momen perayaan Hari Anak Nasional 2022, Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Retno Listyarti menyoroti masih tingginya kasus kekerasan seksual pada anak di lingkungan pendidikan.

Retno mengaku miris dengan kenyataan fasilitas pendidikan jadi 'neraka' bagi anak-anak, alih-alih menjadi tempat yang aman untuk mendapatkan ilmu pengetahuan.

Ia mendapat laporan, per Januari hingga Juli 2022 tercatat ada 12 kasus kekerasan seksual yang terjadi di 3 sekolah, atau 25 persen kasus terjadi di sekolah di bawah Kemendikbud Ristek.

Sisanya 75 persen atau 9 kasus kekerasan seksual terjadi di lembaga pendidikan di bawah Kementerian Agama RI.

Ilustrasi kekerasan seksual santri [ANTARA]
Ilustrasi kekerasan seksual santri [ANTARA]

Catatan tersebut merupakan hasil pemantauannya di media massa, berdasarkan kasus keluarga korban sudah melaporkannya ke pihak kepolisian.

Komisioner KPAI yang juga telah lama berkecimpung di dunia pendidikan itu meyakini bahwa lemahnya sistem pengawasan dan pengaduan, membuat pelaku memiliki kesempatan untuk melakukan tindakan kejahatan seksual kepada anak-anak.

"Sebagai contoh di lingkungan pendidikan, terutama lembaga pendidikan yang menerapkan sistem asrama. Seperti yang telah disebutkan sebelumnya bahwa lembaga pendidikan yang menerapkan sistem asrama menjadi 'lahan basah' bagi mereka untuk melancarkan aksinya," ujar Retno dalam acara seminar parenting Generos dalam rangka Hari Anak Nasional, melalui keterangan yang diterima suara.com, Sabtu (23/7/2022).

Ia juga mengungkap, bagaimana sekolah dengan asrama yang melarang siswanya membawa ponsel dan keluar asrama selain di hari libur, membuat anak tidak bisa terkoneksi dengan orangtuanya maupun dunia luar.

Sehingga kata Retno, anak akan lebih sulit berani bicara saat mendapatkan kekerasan. Apalagi anak juga jadi lebih takut karena mendapat ancaman pelaku, yang seorang petinggi di lembaga pendidikan tersebut.

"Dengan adanya kesempatan ini maka pelaku dapat dengan leluasa melancarkan aksi kejinya," tutup Retno.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ketum TP PKK Ajak Orang Tua Awasi Penggunaan Gadget pada Anak

Ketum TP PKK Ajak Orang Tua Awasi Penggunaan Gadget pada Anak

| Sabtu, 23 Juli 2022 | 15:10 WIB

Hari Anak Nasional 2022: Silat Bangau Putih Berbalas Silap Mata Jokowi

Hari Anak Nasional 2022: Silat Bangau Putih Berbalas Silap Mata Jokowi

News | Sabtu, 23 Juli 2022 | 14:37 WIB

Sambut Hari Anak Nasional, Aturan Jam Malam Jadi Momentum Lindungi Hak Anak Versi Pemkot Yogyakarta

Sambut Hari Anak Nasional, Aturan Jam Malam Jadi Momentum Lindungi Hak Anak Versi Pemkot Yogyakarta

Jogja | Sabtu, 23 Juli 2022 | 14:28 WIB

Terkini

Konflik Global Memanas, Menkes Dorong Ketahanan Farmasi Nasional dan Stabilitas Harga Obat

Konflik Global Memanas, Menkes Dorong Ketahanan Farmasi Nasional dan Stabilitas Harga Obat

Health | Sabtu, 18 April 2026 | 21:33 WIB

Rahasia Produk Kesehatan Laris di Marketplace: Review Positif Jadi Penentu Utama

Rahasia Produk Kesehatan Laris di Marketplace: Review Positif Jadi Penentu Utama

Health | Sabtu, 18 April 2026 | 12:00 WIB

Ini Bahaya Tersembunyi Ikan Sapu-Sapu yang Mengancam Ekosistem Jakarta

Ini Bahaya Tersembunyi Ikan Sapu-Sapu yang Mengancam Ekosistem Jakarta

Health | Jum'at, 17 April 2026 | 21:10 WIB

Apakah Ikan Sapu-Sapu Bisa Dimakan? Ini Bahaya untuk Manusia dan Ekosistem

Apakah Ikan Sapu-Sapu Bisa Dimakan? Ini Bahaya untuk Manusia dan Ekosistem

Health | Jum'at, 17 April 2026 | 18:54 WIB

Varises Bukan Sekadar Masalah Estetika, Kenali Sinyal Bahaya Sebelum Jadi Komplikasi Serius

Varises Bukan Sekadar Masalah Estetika, Kenali Sinyal Bahaya Sebelum Jadi Komplikasi Serius

Health | Jum'at, 17 April 2026 | 14:42 WIB

Tren Lari Meningkat, Waspadai Risiko Cedera Otot dan Memar Ikut Mengintai

Tren Lari Meningkat, Waspadai Risiko Cedera Otot dan Memar Ikut Mengintai

Health | Jum'at, 17 April 2026 | 12:31 WIB

Perempuan Berlari 2026: Integrasi Olahraga, Kesehatan Mental, dan Literasi Keuangan

Perempuan Berlari 2026: Integrasi Olahraga, Kesehatan Mental, dan Literasi Keuangan

Health | Kamis, 16 April 2026 | 16:45 WIB

Bukan Sekadar Sekolah, Anak Neurodivergent Butuh Dukungan Menyeluruh untuk Tumbuh

Bukan Sekadar Sekolah, Anak Neurodivergent Butuh Dukungan Menyeluruh untuk Tumbuh

Health | Rabu, 15 April 2026 | 19:14 WIB

Awas Logam Berat! Ini 7 Deretan Risiko Kesehatan Jika Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu

Awas Logam Berat! Ini 7 Deretan Risiko Kesehatan Jika Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu

Health | Rabu, 15 April 2026 | 15:33 WIB

Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa

Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa

Health | Selasa, 14 April 2026 | 09:26 WIB