Perjalanan Cacar Monyet hingga Kini Ditetapkan Sebagai Darurat Kesehatan Global

Agatha Vidya Nariswari

Senin, 25 Juli 2022 | 14:48 WIB
Perjalanan Cacar Monyet hingga Kini Ditetapkan Sebagai Darurat Kesehatan Global
Monkey Pox atau Cacar Monyet (Pixabay)

Suara.com - Penyakit cacar monyet kini tengah menjadi perhatian serius Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) karena penularannya yang begitu masif dan menyebar ke hampir seluruh bagian dunia. Kini, tercatat kasus cacar monyet sudah tersebar di 75 negara hingga WHO menetapkan cacar monyet sebagai darurat kesehatan global.

Awal penyebaran cacar monyet

Penyebaran virus ini ternyata telah terjadi sejak tahun 70-an. Kasus cacar monyet atau dalam bahasa Inggris disebut monkeypox ini pertama kali terungkap di Kongo pada tahun 1970 dan diderita oleh seorang anak laki-laki berumur 9 tahun.

Gejala yang dialami oleh sang anak membuat banyak warga curiga bahwa anak ini diidapi penyakit mematikan dan tak dapat ditemukan obatnya. Bahkan menurut salah satu sumber, anak ini sempat diasingkan karena banyak warga yang takut melihatnya.

Kasus monkeypox di Kongo ini ternyata menyebar ke beberapa daerah lain seperti negara di Afrika Barat dan Afrika Tengah. Pemerintah setempat juga mengumumkan tahun tersebut sebagai salah satu tahun endemik terbesar dalam sejarah. 

Ditemukan di wilayah Amerika Serikat pada 2003

Kasus endemik terbesar ini sempat menurun bahkan tiba-tiba "hilang" dari peradaban. Namun di tahun 2003, kasus penderita cacar monyet ini ditemukan di wilayah Amerika Serikat.

Penelitian mengungkap bahwa kemungkinan besar penyebaran virus cacar monyet ini berasal dari virus yang dibawa oleh hewan pengerat yang menginfeksi anjing padang rumput dan menyebar ke manusia.

CDC Amerika Serikat di tahun 2003 mengungkap ada 87 kasus penderita monkeypox ini, walau tidak ada penderita yang meninggal dunia.

baca juga

Menyebar kembali di Nigeria pada 2017

Penyakit ini seolah kembali hilang ditelan bumi setelah hampir belasan tahun, hingga di tahun 2017 pemerintah negara Nigeria mengumumkan bahwa penyakit ini menyebar kembali di masyarakat Nigeria bahkan menyebabkan status negara menjadi epidemi akibat ditemukannya lebih dari 200 kasus penderita cacar monyet ini. 

Di tahun 2017 ini, terdapat kasus penderita yang meninggal dunia. Kasus ini menyebabkan WHO mulai concern terhadap penyebaran penyakit ini di benua Afrika tersebut. Tak hanya Afrika, dalam 5 tahun terakhir penyakit ini ternyata menyebar di hampir seluruh benua dan beberapa negara maju seperti Inggris, Singapura, dan Amerika Serikat.

Kasus Melonjak Pada 2022

Mei 2022 lalu, kasus cacar monyet terdeteksi pada orang yang memiliki riwayat perjalanan ke Afrika. Orang yang terdampak adalah mereka yang memiliki hubungan sesama jenis.

WHO melaporkan bahwa kasus cacar monyet ini sudah menyebar di sejumlah negara di dunia pada Mei 2022.

Bulan Juni lalu, lebih dari 1.000 kasus cacar monyet terdeteksi.

CDC Amerika Serikat melaporkan 11 ribu kasus cacar monyet yang terdeteksi di 60 negara

WHO Menetapkan Cacar Monyet sebagai Darurat Kesehatan Global

Pada Juli 2022 ini, WHO pun mengeluarkan surat darurat kesehatan global dan menghimbau warga untuk tetap waspada dan menjaga kesehatan karena penyebaran virus ini yang begitu cepat.

Organisasi Kesehatan Dunia WHO, melalui akun Twitter resmi mengumumkan bahwa cacar monyet telah ditetapkan sebagai Kedaruratan Kesehatan Masyarakat yang Meresahkan Dunia atau Public Health Emergency of International Concern (PHEIC).

Direktur Jenderal WHO - Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan, dirinya melihat beberapa elemen mengapa wabah cacar monyet akhirnya ditetapkan sebagai PHEIC yang harus diwaspadai beberapa negara.

Setelah melihat kasus cacar monyet yang juga semakin parah selama beberapa waktu terakhir, akhirnya membuat WHO mempertimbangkan elemen-elemen atau syarat yang membuat kondisi ini ditetapkan sebagai PHEIC.

Kontributor : Dea Nabila

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Cacar Monyet Harus jadi Perhatian Serius, Pemerintah Diminta Awasi WNI dan WNA di Pintu-Pintu Masuk Indonesia

Cacar Monyet Harus jadi Perhatian Serius, Pemerintah Diminta Awasi WNI dan WNA di Pintu-Pintu Masuk Indonesia

News | Senin, 25 Juli 2022 | 13:08 WIB

Berikut Daftar Negara Terpapar Virus Cacar Monyet, WHO Umumkan Menjadi Darurat Kesehatan Global

Berikut Daftar Negara Terpapar Virus Cacar Monyet, WHO Umumkan Menjadi Darurat Kesehatan Global

Semarang | Senin, 25 Juli 2022 | 11:57 WIB

WHO Minta Negara-negara di Asia Tenggara SeriusTingkatkan Pengawasan Penyakit Cacar Monyet

WHO Minta Negara-negara di Asia Tenggara SeriusTingkatkan Pengawasan Penyakit Cacar Monyet

Surakarta | Senin, 25 Juli 2022 | 11:47 WIB

WHO Tetapkan Cacar Monyet Darurat Kesehatan Global, 3 Fakta Ini Wajib Kamu Tahu

WHO Tetapkan Cacar Monyet Darurat Kesehatan Global, 3 Fakta Ini Wajib Kamu Tahu

Health | Senin, 25 Juli 2022 | 11:47 WIB

Cacar Monyet Tersebar di 75 Negara, WHO Minta Kawasan Asia Tenggara Perkuat Pengawasan

Cacar Monyet Tersebar di 75 Negara, WHO Minta Kawasan Asia Tenggara Perkuat Pengawasan

News | Senin, 25 Juli 2022 | 11:45 WIB

Terkini

Ekonomi Daerah Tumbuh, Askrindo Bidik Risiko Usaha Petani dan UMKM

Ekonomi Daerah Tumbuh, Askrindo Bidik Risiko Usaha Petani dan UMKM

Bisnis | Kamis, 05 November 2026 | 18:33 WIB

Pendukung Jokowi Balik Kanan dari PN Jakarta Timur Usai Orasi Pakai Mobil Komando

Pendukung Jokowi Balik Kanan dari PN Jakarta Timur Usai Orasi Pakai Mobil Komando

News | Kamis, 05 November 2026 | 18:30 WIB

Refleksi Kasus Dugaan Penyadapan Tokoh Publik: Alarm Bahaya Privasi Digital

Refleksi Kasus Dugaan Penyadapan Tokoh Publik: Alarm Bahaya Privasi Digital

Your Say | Kamis, 05 November 2026 | 18:30 WIB

Usai Bertemu Prabowo, Dirut KAI Batalkan Impor KRL Bekas: Rakyat Harus Dapat Kereta Baru

Usai Bertemu Prabowo, Dirut KAI Batalkan Impor KRL Bekas: Rakyat Harus Dapat Kereta Baru

News | Kamis, 05 November 2026 | 18:29 WIB

Bank Digital Kini Berburu Transaksi Harian

Bank Digital Kini Berburu Transaksi Harian

Bisnis | Kamis, 05 November 2026 | 18:29 WIB

DPR-Pemerintah Sepakat Ubah Judul RUU Perampasan Aset, Korupsi Jadi Fokus Utama

DPR-Pemerintah Sepakat Ubah Judul RUU Perampasan Aset, Korupsi Jadi Fokus Utama

News | Kamis, 05 November 2026 | 18:25 WIB

Suhud Ajak Pemprov DKI dan Ditjenpas Bersinergi Perkuat Sarana Pemasyarakatan

Suhud Ajak Pemprov DKI dan Ditjenpas Bersinergi Perkuat Sarana Pemasyarakatan

News | Kamis, 05 November 2026 | 18:24 WIB

Kombinasi Emas, 3 Shio Paling Cocok dengan Shio Ayam dalam Pekerjaan dan Percintaan

Kombinasi Emas, 3 Shio Paling Cocok dengan Shio Ayam dalam Pekerjaan dan Percintaan

Lifestyle | Kamis, 05 November 2026 | 18:22 WIB

Lebih dari 250 Brand Lokal Hadirkan Produk Kreatif, dari Fashion hingga Kuliner

Lebih dari 250 Brand Lokal Hadirkan Produk Kreatif, dari Fashion hingga Kuliner

Lifestyle | Kamis, 05 November 2026 | 18:20 WIB

Sebut Mirip Orba, Pakar UGM Kritik Pemasangan Kawat Berduri di Jogja

Sebut Mirip Orba, Pakar UGM Kritik Pemasangan Kawat Berduri di Jogja

Your Say | Kamis, 05 November 2026 | 18:19 WIB

×