Air Ketuban Ria Ricis Habis, Seberapa Besar Hal Tersebut Pengaruhi Proses Persalinan?

Risna Halidi | Lilis Varwati | Suara.com

Selasa, 26 Juli 2022 | 15:00 WIB
Air Ketuban Ria Ricis Habis, Seberapa Besar Hal Tersebut Pengaruhi Proses Persalinan?
Ria Ricis (Instagram/@fdphotography90)

Suara.com - YouTuber Ria Ricis membagikan kabar dirinya yang tidak bisa melahirkan secara normal. Hal itu terjadi karena air ketubannya sedikit, sehingga dokter menyarankan agar ia melahirkan secara sesar.

"Air ketubannya habis. Jadi, si bayinya nyantel di perut aku. Katanya bayinya udah enggak nyaman, udah stres gitu di dalam perut," cerita Ria Ricis dalam video yang ia bagikan di YouTube Ria Ricis Official.

Lantaran sangat ingin melahirkan secara normal, Ria Ricis sampai lakukan pemeriksaan janin hingga ke tiga rumah sakit berbeda.

"Pengen bangetnya, tuh, normal. Tapi, kita udah (pergi) ke tiga rumah sakit, empat dokter menyarankan untuk tindakan aja," ujarnya.

Air ketuban memang sangat penting untuk janin. Salah satu fungsinya adalah untuk membantu proses tumbuh kembang serta pematangan organ bayi selama dalam kandungan.

Tetapi, kadar air ketuban tidak selalu jadi ukuran untuk menentukan proses persalinan yang aman.

Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi - dr. Ivander Ramon Utama menjelaskan, ada berbagai pertimbangan medis yang menentukan apakah persalinan bisa dilakukan normal atau sesar, tidak hanya dari jumlah air ketuban.

"Ketuban sedikit atau banyak itu kan satu kondisi yang mungkin bisa mempengaruhi proses melahirkan. Tapi ketuban sedikit harus (melahirkan) sesar, nggak juga, karena berarti ada pertimbangan medis lain," jelas dokter Ivander kepada Suara.com, Selasa (26/7/2022).

Perlu diketahui lebih jelas penyebab air ketuban sedikit atau bahkan habis. Apabila, air ketuban sedikit akibat janin kurang nutrisi dan sudah mendekati waktu lahir, maka persalinan normal akan lebih membebani bayi.

"Karena bayi tidak memperoleh cukup nutrisi, otomatis kalau kita membebani bayi dengan kontraksi itu ada risiko bayi enggak kuat. Makanya jadi enggak bisa normal," ucap dokter kandungan di RSIA Bunda Jakarta itu.

Sedangkan air ketuban yang habis akibat selaputnya pecah, menurut dokter Ivander, masih bisa diupayakan untuk melakukan persalinan normal. Tetapi, dengan catatan, selaput air ketuban yang pecah tersebut belum mencapai beberapa hari.

"Kalau, misalnya, selaput air ketubannya sudah pecah 3 hari aja itu risiko infeksi. Jadi mungkin harus cepat-cepat dilahirkan. Nanti akan ada perkembangan dari dokter yang memutuskan apakah bisa normal atau sesar," paparnya.

Meski begitu, ia menekankan bahwa apa pun proses persalinan yang disarankan oleh dokter tujuan utamanya tetap untuk menyelamatkan janin.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Air Ketuban Ria Ricis Habis, Apa Gejala dan Dampaknya untuk Bayi di Dalam Perut?

Air Ketuban Ria Ricis Habis, Apa Gejala dan Dampaknya untuk Bayi di Dalam Perut?

Health | Selasa, 26 Juli 2022 | 13:41 WIB

Air Ketuban Habis, Ria Ricis Sedih Tak Bisa Lahiran Secara Normal

Air Ketuban Habis, Ria Ricis Sedih Tak Bisa Lahiran Secara Normal

| Selasa, 26 Juli 2022 | 12:48 WIB

7 Potret Ria Ricis Ngepel Jongkok Demi Posisi Bayi, Tahan Rasa Pegal di Pinggan dan Sakit di Betis

7 Potret Ria Ricis Ngepel Jongkok Demi Posisi Bayi, Tahan Rasa Pegal di Pinggan dan Sakit di Betis

Entertainment | Selasa, 26 Juli 2022 | 12:07 WIB

Terkini

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya

Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya

Health | Rabu, 01 April 2026 | 10:55 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB