Hati-hati, Begadang dan Kurang Tidur Meningkatkan Risiko Penyakit Hati Berlemak

Arendya Nariswari | Rosiana Chozanah | Suara.com

Senin, 01 Agustus 2022 | 08:00 WIB
Hati-hati, Begadang dan Kurang Tidur Meningkatkan Risiko Penyakit Hati Berlemak
Ilustrasi begadang (pexels)

Suara.com - Mendapat waktu istirahat yang cukup merupakan hal penting untuk kesehatan pikiran dan tubuh. Sebab, kurang tidur dapat menyebabkan banyak masalah kesehatan, salah satunya penyakit hati berlemak.

Hal tersebut dibuktikan dalam sebuah studi baru yang terbit di jurnal Endocrine Society's Journal of Clinical Endocrinology & Metabolism.

Studi menunjukkan bahwa gaya hidup yang tidak banyak bergerak dan punya kebiasaan tidur yang buruk berisiko tinggi menderita penyakit hati berlemak.

Kondisi tersebut dapat berkembang menjadi penyakit hati stadium akhir, menurut The Health Site.

Dalam studi diketahui bahwa orang yang begadang, mendengkur dan tidur siang selama lebih dari 30 menit memiliki risiko tinggi mengembangkan penyakit hati berlemak.

Ilustrasi begadang (Freepik/DCstudio)
Ilustrasi begadang (Freepik/DCstudio)

Namun, peningkatan moderat dalam kualitas tidur dapat mengurangi risiko hingga 29 persen.

Waspadai Gejala Penyakit Hati Berlemak

Seringkali, penyakit hati berlemak yang terjadi karena penumpukan terlalu banyak lemak di hati tidak menunjukkan gejala sampai memburuk dan berkembang menjadi sirosis.

Namun, jika menunjukkan gejala, kemungkinan berupa:

  • Rasa kenyang terus-menerus
  • Sakit perut
  • Mual
  • Kehilangan selera makan
  • Penurunan berat badan
  • Kulit kekuningan (jaundice)
  • Perut dan kaki bengkak (edema)
  • Kelelahan ekstrim atau kebingungan mental
  • Kelemahan

Seperempat populasi orang dewasa dunia diperkirakan terkena penyakit hati kronis ini. Gangguan metabolisme seperti obesitas dan diabetes tipe 2 diketahui memicu penyakit hati berlemak.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Viral Aksi Pemotor Diduga Buang Sampah di Depan Rumah Tetangga dengan Santainya, Publik Sebut Penyakit Hati

Viral Aksi Pemotor Diduga Buang Sampah di Depan Rumah Tetangga dengan Santainya, Publik Sebut Penyakit Hati

Otomotif | Senin, 30 Mei 2022 | 14:53 WIB

Bahan Kimia PFAS di Wajan Antilengket Dapat Menyebabkan Penyakit Hati Berlemak Non-Alkohol

Bahan Kimia PFAS di Wajan Antilengket Dapat Menyebabkan Penyakit Hati Berlemak Non-Alkohol

Health | Jum'at, 06 Mei 2022 | 16:51 WIB

Tanya Kilat Seputar Islam: Cari Tahu Cara Terhindar dari Penyakit Hati

Tanya Kilat Seputar Islam: Cari Tahu Cara Terhindar dari Penyakit Hati

Video | Senin, 25 April 2022 | 18:00 WIB

Terkini

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 19:57 WIB

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 13:21 WIB

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 21:12 WIB

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 10:42 WIB