Kasus Cacar Monyet Banyak Ditemukan pada Kelompok Gay, Perdoski: Monkeypox Bukan Infeksi Menular Seksual

Rabu, 03 Agustus 2022 | 10:06 WIB
Kasus Cacar Monyet Banyak Ditemukan pada Kelompok Gay, Perdoski: Monkeypox Bukan Infeksi Menular Seksual
Cacar monyet

Suara.com - Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia (Perdoski) menegaskan bahwa cacar monyet atau monkeypox bukan penyakit infeksi menular seksual (IMS). Walaupun kasus monkeypox disebut dominan terjadi pada kelompok homoseksual. 

Berdasarkan temuan studi, monkeypox secara global sebagian besar didorong oleh lelaki yang berhubungan seks dengan lelaki. 

Dalam studi yang diterbitkan dalam New England Journal of Medicine pada 21 Juli itu tercatat bahwa dari 528 infeksi yang dikonfirmasi antara 27 April hingga 24 Juni 2022, sebanyak 98 persen di antaranya laki-laki gay atau biseksual, dan 95 persen telah tertular penyakit melalui aktivitas seksual.

Tetapi, penularan utama monkeypox juga bisa terjadi melalui kontak erat dengan kulit yang terinfeksi.

Ilustrasi Cacar Monyet (Shutterstock)
Ilustrasi Cacar Monyet (Shutterstock)

"Monkeypox bukan dimasukkan dalam penyakit menular seksual. Tapi karena kontak kulit ke kulit, kulit ke mukosa, kontak mukosa ke mukosa itu akan memudahkan infeksi," jelas Wakil Ketua Perdoski dr. Prasetyadi Mawardi  Sp.KK., dalam konferensi pers virtual, Selasa (2/8/2022).

Dokter Pras juga membenarkan kalau kasus monkeypox memang dominan ditemukan pada kelompok homoseksual. Menurutnya, hal tersebut bisa terjadi akibat adanya kontak erat.

"Kita pahami bahwa kontak erat pada orang-orang dengan homoseksual, maksudnya yang terinfeksi, kalau melakukan kontak antara kulit ke mukosa atau oral itu akan memudahkan transmisi monkeypox," jelasnya.

Selain kelompok homoseksual, dokter Pras mengungkapkan bahwa kasus monkeypox juga tinggi ditemukan pada kelompok lesbian dan pengidap HIV. Tetapi, penularan sebenarnya tidak hanya akan terjadi lewat hubungan seksual. 

Hanya bersentuhan kulit dengan pasien monkeypox juga bisa menularkan. Selain itu juga sentuhan antar mukosa seperti mulut, mata, dan anus bahkan berpotensi tularkan virus dalam jumlah yang lebih banyak. 

Baca Juga: Anak Lebih Rentan Cacar Monyet, IDAI Ingatkan Orang Tua Ekstra Hati-Hati

"Jadi bukan hanya konsentrasi terhadap populasi khusus ini. Tapi semua orang yang melakukan kontak seksual juga beresiko untuk terkena infeksi ini," kata dokter Pras.

Untuk itu, Ketua Satgas Monkeypox Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dr. Hanny Nilasari, Sp.PK., mengingatkan cara terbaik untuk mencegah infeksi tersebut dengan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).

"PHBS tetap dijalankan dan menjaga imunitas karena infeksi virus ini mudah menular. Tapi kalau kita mempunyai imunitas rendah terutama daya penularan jadi lebih tinggi," kata dokter Hanny. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI