Waspada Obesitas, Ketua IDAI Minta Orangtua Pantau Jajanan Anak

Risna Halidi | Lilis Varwati | Suara.com

Jum'at, 05 Agustus 2022 | 09:44 WIB
Waspada Obesitas, Ketua IDAI Minta Orangtua Pantau Jajanan Anak
Ilustrasi anak-anak makan bersama (Pexels/Naomi Shi)

Suara.com - Ketua Umum Ikatan Dokter Anak Indonesia atua IDAI - dr. Piprim Basarah Yanuarsa mengatakan, masalah gizi buruk di Indonesia tidak hanya stunting dan bayi kurus, tapi juga obesitas.

Hasil survei Kementerian Kesehatan terhadap status gizi balita di Indonesia tahun 2021 mencatat, 3,8 persen anak Indonesia alami obesitas.

Dokter Piprim mengingatkan, bila anak sudah mengalami obesitas, maka akan meningkatkan risiko berbagai penyakit ketika dewasa nanti.

"Apabila anak-anak sudah obes, kita sangat khawatir di masa dewasa muda dia sudah bisa kena serangan jantung," kata dokter Piprim, saat webinar Gizi Buruk, Kamis (4/8/2022).

Obesitas disebabkan karena kebanyakan konsumsi makanan kurang gizi seperti susu kental manis yang tinggi gula. Tetapi sebenarnya, itu bukan satu-satunya penyebab anak jadi kelebihan berat badan.

Dokter Piprim mengingatkan, orangtua juga harus memerhatikan camilan maupun makanan cepat saji dan minuman manis kekinian yang kerap jadi favorit anak-anak.

"Sebetulnya yang berbahaya itu bukan hanya kental manis, seluruh makanan yang high glikemik index food, tinggi glikemik juga akan menyebabkan obesitas," ujarnya.

Makanan yang tinggi glikemik artinya bisa meningkatkan gula darah dengan cepat setelah dikonsumsi. Kondisi tersebut bisa menyebabkan seseorang semakin ingin makan.

Penelitian di Amerika Serikat, lanjut dokter Piprim, dibuktikan bahwa anak yang mengonsumsi makanan tinggi glikemik menjadi cepat lapar.

"Akibatnya total kumulatif energi indeksnya tinggi. Jadi yang paling banyak masuk kalori gara-gara anaknya cepat lapar. Kalau begitu terus-menerus, percayalah gak lama-lama pasti akan obesitas," ujarnya.

Kental manis termasuk salah satu jenis minuman tinggi glikemik. Menurut dokter Piprim, makanan tinggi glikemik lain tidak jauh berbeda kandungannya.

"Donat, makanan instan, ini high glikemik index, high kalori, tapi rendah nutrisi. Makanan lain juga, junk food, fast food, minuman kekinian. Ini sebetulnya problem utama kita yang menyebabkan anak-anak mengalami obesitas," ungkapnya.

Obesitas pada anak bisa dilihat berdasarkan pengukuran berat badan, tinggi badan, dan disesuaikan dengan usianya.

Dokter Piprim menyarankan agar orangtua rutin lakukan pengukuran tersebut di Puskesmas atau fasilitas layanan kesehatan lainnya agar bisa dilakukan oleh tenaga ahli, sehingga hasilnya lebih akurat.

Sedangkan obesitas pada orang dewasa bisa dilihat hanya dengan mengukur lingkar perut. Untuk laki-laki, lingkar perut di atas 90 cm telah dinyatakan obesitas. Sedangkan perempuan di atas 80 cm.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

6 Jajanan Pasar Tradisional yang Ngangenin, Gen Z Sudah Tahu Belum?

6 Jajanan Pasar Tradisional yang Ngangenin, Gen Z Sudah Tahu Belum?

Your Say | Jum'at, 05 Agustus 2022 | 08:29 WIB

Dukung Pemerintah Turunkan Angka Malnutrisi, Buku Seri Cegah Stunting Diluncurkan

Dukung Pemerintah Turunkan Angka Malnutrisi, Buku Seri Cegah Stunting Diluncurkan

Health | Kamis, 04 Agustus 2022 | 23:10 WIB

7 Juta Anak Indonesia Alami Kurang Gizi Akibat Dua Tahun Pandemi Covid-19

7 Juta Anak Indonesia Alami Kurang Gizi Akibat Dua Tahun Pandemi Covid-19

Health | Kamis, 04 Agustus 2022 | 21:45 WIB

Terkini

Berat Badan Anak Susah Naik? Waspadai Gejala Penyakit Jantung Bawaan yang Sering Tak Disadari

Berat Badan Anak Susah Naik? Waspadai Gejala Penyakit Jantung Bawaan yang Sering Tak Disadari

Health | Rabu, 08 April 2026 | 19:55 WIB

Tes Genetik Makin Terjangkau, Indonesia Targetkan 200 Ribu Sequencing DNA untuk Deteksi Penyakit

Tes Genetik Makin Terjangkau, Indonesia Targetkan 200 Ribu Sequencing DNA untuk Deteksi Penyakit

Health | Rabu, 08 April 2026 | 14:11 WIB

Kenali Ragam Penyakit Ginjal dan Pilihan Pengobatan Terbaiknya

Kenali Ragam Penyakit Ginjal dan Pilihan Pengobatan Terbaiknya

Health | Rabu, 08 April 2026 | 11:58 WIB

Solusi Membasmi Polusi Kekinian  ala Panasonic

Solusi Membasmi Polusi Kekinian ala Panasonic

Health | Selasa, 07 April 2026 | 19:00 WIB

Gaya Hidup Modern Picu Asam Urat, Ini Solusi Alami yang Mulai Direkomendasikan

Gaya Hidup Modern Picu Asam Urat, Ini Solusi Alami yang Mulai Direkomendasikan

Health | Selasa, 07 April 2026 | 11:00 WIB

Memahami Autisme dari Dekat: Kenapa Dukungan Lingkungan Itu Penting untuk Anak ASD

Memahami Autisme dari Dekat: Kenapa Dukungan Lingkungan Itu Penting untuk Anak ASD

Health | Senin, 06 April 2026 | 17:43 WIB

17.500 Paket Gizi untuk Masa Depan: Langkah Konkret Melawan Stunting di Bekasi

17.500 Paket Gizi untuk Masa Depan: Langkah Konkret Melawan Stunting di Bekasi

Health | Minggu, 05 April 2026 | 09:54 WIB

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB