Badan Kesehatan di Inggris Terus Pantau Munculnya Gejala-Gejala Baru Hingga Transmisi Cacar Monyet

Bimo Aria Fundrika, Fajar Ramadhan

Minggu, 07 Agustus 2022 | 07:53 WIB
Badan Kesehatan di Inggris Terus Pantau Munculnya Gejala-Gejala Baru Hingga Transmisi Cacar Monyet
perbedaan gejala cacar monyet dan cacar air (freepik)

Suara.com - Kasus cacar monyet hingga saat ini masih menjadi perhatian di berbagai negara termasuk Indonesia. Pemerintah Indonesia sendiri terus memantau perkembangan untuk mencegah masuknya penyakit cacar monyet di Indonesia.

Seperti yang diketahui, sebelumnya terdapat satu suspek cacar monyet di Jawa Tengah. Namun, pada Sabtu (6/8/2022) kemarin, Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit atau Dirjen P2P Kemenkes RI, Dr. dr. Maxi Rein Rondonuwu mengatakan jika hasil tes suspek tersebut dinyatakan negatif.

Penyakit yang satu ini memang terbilang cukup mengerikan. Gejala-gejala yang timbul sendiri sampai saat ini masih berkembang. Melansir laman Independent, pemerintah Inggir mengungkapkan adanya gejala baru terhadap penyakit yang satu ini.

Dikatakan oleh Badan Jaminan Kesehatan Inggris (UKHSA), saat ini gejala untuk penyakit cacar monyet sendiri mulai dari lesi pada alat kelamin, mulit, nyeri hingga pendarahan pada dubur. Meskipun demikian, penderita cacar monyet di Inggris saat ini melakukan isolasi mandiri dan belum ada laporan kematian.

 Ilustrasi Penderita Cacar Monyet - Cara Mencegah Cacar Monyet (Pixabay)
 Ilustrasi Penderita Cacar Monyet - Cara Mencegah Cacar Monyet (Pixabay)

Direktur Klinis dan Infeksi di UKHSA, Meera Chand mengatakan, berdasarkan laporan, penderita yang mengalami cacar monyet kebanyakan orang dengan pasangan baru. Menurutnya, mereka yang memiliki pasangan seksual baru itu akhirnya menular satu sama lain.

Sementara itu, Ahli Virologi Universitas Nottingham, Profesor Jonathan Ball menjelaskan, kebanyakan pasien yang mengalami cacar monyet di luar Afrika Tengah dan Barat merupakan komunitas LGBT. Hal ini lantaran penderita diidentifikasi sebagai pria gay, biseksual, atau yang melakukan hubungan sesama jenis.

UKHSA sendiri juga mengungkapkan jika salah satu yang membuat penularan cepat karena adanya transmisi melalui aktivitas seksual. Sementara untuk aktivitas lain selain hubungan seksual masih jarang terjadi. Namun, pihaknya tetap terus memantau jika ada perubahan transmisi cacar monyet ini.

Adanya penularan yang cepat di berbagai negara serta gejala-gejala yang muncul ini sendiri membuat Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) meminta setiap negara harus waspada merespons penyebaran cacar monyet.

Apalagi beberapa waktu lalu WHO juga telah mengumumkan cacar monyet sebagai keadaan darurat kesehatan (PHEIC). Untuk itu, setiap negara harus bisa saling mendukung dan membantu agar kasus cacar monyet tidak menjadi pandemi seperti Covid 19.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

7 Perbedaan Cacar Monyet dan Cacar Air, Kenali Penyebab dan Gejalanya

7 Perbedaan Cacar Monyet dan Cacar Air, Kenali Penyebab dan Gejalanya

Health | Sabtu, 06 Agustus 2022 | 21:24 WIB

Belum Ada Kasus Cacar Monyet di Indonesia, Pemerintah Terus Lakukan Pemantauan

Belum Ada Kasus Cacar Monyet di Indonesia, Pemerintah Terus Lakukan Pemantauan

Kaltim | Sabtu, 06 Agustus 2022 | 20:05 WIB

Alhamdulillah, Hasil Lab Pasien Suspek Negatif Cacar Monyet

Alhamdulillah, Hasil Lab Pasien Suspek Negatif Cacar Monyet

| Sabtu, 06 Agustus 2022 | 16:36 WIB

Terkini

Bukan Sekadar Kenyang, Ahli Gizi Ingatkan Pentingnya Nutrisi Seimbang untuk Menjaga Kualitas Hidup

Bukan Sekadar Kenyang, Ahli Gizi Ingatkan Pentingnya Nutrisi Seimbang untuk Menjaga Kualitas Hidup

Health | Senin, 01 Juni 2026 | 14:13 WIB

Waspada! Ini Tanda Kelebihan Vitamin B6, dari Kesemutan hingga Kerusakan Saraf

Waspada! Ini Tanda Kelebihan Vitamin B6, dari Kesemutan hingga Kerusakan Saraf

Health | Minggu, 31 Mei 2026 | 17:57 WIB

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 21:33 WIB

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 11:18 WIB

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 23:06 WIB

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 17:41 WIB

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 11:27 WIB

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 09:44 WIB

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 11:09 WIB

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 09:22 WIB