Ahli Penyakit Dalam Duga Cacar Monyet Sudah Masuk ke Indonesia: Kenali Jalur Penularannya

Minggu, 07 Agustus 2022 | 15:20 WIB
Ahli Penyakit Dalam Duga Cacar Monyet Sudah Masuk ke Indonesia: Kenali Jalur Penularannya
Ilustrasi pemeriksaan cacar monyet [iStockphoto/atakan]

Suara.com - Dokter ahli penyakit dalam, Zubairi Djoerban, mengatakan bahwa kemungkinan besar cacar monyet sudah menginfeksi seseorang di Indonesia, namun belum terdeteksi.

"Enggak logis kalau di Indonesia belum ada [kasus positif cacat monyet]. Jadi, mungkin sekali sudah ada, namun belum terdeteksi," kata Zubairi kepada BBC News Indonesia, Kamis (04/08).

Sejauh ini Kementerian Kesehatan memang belum mengonfirmasi adanya kasus positif cacar monyet meski sebelumnya sempat ada seorang suspek berusia 55 tahun di Jawa Tengah.

Namun, orang tersebut terbukti negatif setelah sampelnya diuji menggunakan pemeriksaan PCR di laboratorium.

Meski begitu, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) tetap meminta pemerintah untuk mengawasi pintu masuk ke Indonesia.

Ilustrasi Cacar Monyet (Shutterstock)
Ilustrasi Cacar Monyet (Shutterstock)

"Dengan melakukan pengawasan terhadap pelaku perjalanan melalui pengamatan suhu, pengamatan tanda dan gejala," kata Ketua Umum IDI, Adib Khumaidi.

Sejak Mei hingga kini, kasus cacar monyet yang terkonfirmasi sejumlah 26.864 di seluruh dunia.

Bisul pada penderita cacar monyet sangat menular

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), mengatakan bahwa penularan cacar monyet dari manusia ke manusia dapat terjadi melalui kontak tatap muka, kulit ke kulit, mulut ke mulut, atau kontak mulut ke kulit.

Baca Juga: Mendekati 17 Agustus, Masyarakat Diharapkan Tetap Waspada Penularan Covid-19

Begitu virus monkeypox masuk ke manusia, virus dapat menyebabkan gejala mirip flu, termasuk demam, nyeri, kelelahan, serta ruam merah yang berubah menjadi bisul berisi nanah.

"(Penderita) memiliki pembentuk lesi, (yaitu) nanah dan koreng, semua itu penuh dengan satu ton virus, dan virus itu sangat stabil. Virusnya dalah virus DNA untai ganda, yang secara alami sangat berbahaya," kata ahli epidemiologi CDC Andrea McCollum, dilansir Insider.

Saat bisul pecah dan mengeras, infeksi dapat menyebar melalui kontak langsung. Keropeng yang timbul juga sangat menular. Bahkan, dapat ditularkan melalui pakaian atau selimut yang dipakai penderita.

Seseorang dianggap tidak lagi menular ketika semua lesi kulit telah sepenuhnya sembuh dan kulit baru terbentuk.

Apakah dapat menyebar melalui udara?

Virus dapat menyebar melalui tetesan pernapasan berukuran besar seperti batuk atau bersin. Namun, monkeypox tidak dapat berjalan jauh.

Penularan melalui droplet hanya terjadi pada kontak dekat dengan orang yang terinfeksi, seperti keluarga satu rumah atau petugas kesehatan.

Tetapi peneliti tidak tahu persis bagaimana cacar monyet melalui udara. Saat ini sedang dilakukan penelitian untuk mempelajari lebih lanjut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Statistika dan Peluang
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI