Kaki Pucat Berwarna Biru, Waspadai Tanda Kolesterol Tinggi

Bimo Aria Fundrika | Suara.com

Senin, 08 Agustus 2022 | 13:08 WIB
Kaki Pucat Berwarna Biru, Waspadai Tanda Kolesterol Tinggi
Ilustrasi telapak kaki sakit. (Shutterstock)

Suara.com - Kolesterol tinggi adalah salah satu faktor risiko paling umum penyakit jantung, terkait dengan penumpukan plak di arteri.

Kolesterol adalah zat lilin yang diperlukan tubuh untuk membuat sel-sel sehat. Namun, ketika ada kelebihan kolesterol 'jahat' atau timbunan lemak di pembuluh darah, hal itu akan membuat arteri macet, sehingga darah sulit mengalir melalui arteri.

Selanjutnya, ketika endapan ini tiba-tiba pecah, mereka membentuk gumpalan, yang dapat menyebabkan serangan jantung atau stroke. Meski kolesterol tinggi adalah suatu kondisi yang dapat diturunkan, seringkali merupakan hasil dari pilihan gaya hidup yang tidak sehat termasuk pola makan yang tidak sehat, kurangnya aktivitas fisik dan kelebihan berat badan.

Yang lebih parah adalah peningkatan kadar kolesterol biasanya tidak menunjukkan tanda atau gejala apapun. Tapi para ahli percaya penyakit ini bisa meninggalkan indikasi tertentu di kaki!

Ilustrasi kolesterol tinggi (Unsplash)
Ilustrasi kolesterol tinggi (Unsplash)

Dilansir dari Times of India, menurut para ahli, kolesterol tinggi yang tidak terdiagnosis dan tidak diobati dapat menyebabkan kondisi yang disebut aterosklerosis.

Aterosklerosis adalah penumpukan lemak, kolesterol dan zat lain di dalam dan di dinding arteri, juga disebut plak. Timbunan lemak atau plak ini dapat mempersempit arteri, menghambat atau menghalangi aliran darah yang lancar ke berbagai bagian tubuh, termasuk kaki.

Plak juga bisa pecah, menyebabkan gumpalan darah terbentuk, yang bisa merugikan. Ketika aliran darah ke kaki terhambat atau tersumbat, dapat menyebabkan kondisi yang disebut penyakit arteri perifer (PAD).

Penyakit arteri perifer adalah suatu kondisi yang berhubungan dengan arteri yang menyempit karena penumpukan plak, yang menyebabkan berkurangnya aliran darah ke lengan dan kaki.

Seseorang yang menderita PAD tidak mendapatkan cukup darah di kaki atau lengan (biasanya kaki), menyebabkan sakit kaki saat berjalan. Ini juga dikenal sebagai 'klaudikasi'.

Jika tidak diobati tepat waktu, ini dapat menyebabkan iskemia ekstremitas kritis dan iskemia ekstremitas akut, yang merupakan bentuk lanjutan dari penyakit arteri perifer (PAD) yang mempengaruhi aliran darah di ekstremitas.

Karena PAD berkaitan dengan berkurangnya aliran darah ke kaki, hal itu dapat menyebabkan perubahan warna tertentu pada kaki.

Jika tidak terdeteksi atau diobati tepat waktu, kaki Anda bisa mulai pucat atau biru. Hal ini terjadi karena berkurangnya atau berkurangnya aliran darah ke kaki.

Selain itu, Anda mungkin juga mengalami sakit yang menyakitkan di kaki Anda, terutama saat Anda berjalan. Rasa sakit ini dapat mereda dengan beberapa menit istirahat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Viral Polisi Sujud dan Cium Kaki Ibu Setelah 4 Tahun Merantau Tak Pernah Pulang

Viral Polisi Sujud dan Cium Kaki Ibu Setelah 4 Tahun Merantau Tak Pernah Pulang

Banten | Senin, 08 Agustus 2022 | 07:22 WIB

Tolong Bule yang Tak Punya Uang dan Cedera Kaki, Wanita Ini Dibikin Nangis

Tolong Bule yang Tak Punya Uang dan Cedera Kaki, Wanita Ini Dibikin Nangis

| Senin, 08 Agustus 2022 | 06:18 WIB

Viral Video Pria dan Anaknya Jalan Kaki dari Surabaya ke Palembang untuk Tunaikan Nazar, Begini Pendapat Ulama

Viral Video Pria dan Anaknya Jalan Kaki dari Surabaya ke Palembang untuk Tunaikan Nazar, Begini Pendapat Ulama

Jabar | Minggu, 07 Agustus 2022 | 17:06 WIB

Terkini

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB