Dua Anak di Spanyol Meninggal Dunia Akibat Infeksi Hepatitis Akut Misterius

Risna Halidi | Lilis Varwati | Suara.com

Senin, 08 Agustus 2022 | 13:30 WIB
Dua Anak di Spanyol Meninggal Dunia Akibat Infeksi Hepatitis Akut Misterius
Ilustrasi Hepatitis Akut. (Elements Envato)

Suara.com - Wabah penyakit hepatitis akut yang menyerang anak-anak kembali sebabkan kematian. Spanyol melaporkan dua kematian pertama akibat hepatitis akut atau peradangan hati, sebuah penyakit yang belum diketahui penyebabnya.

Kementerian Kesehatan Spanyol mengatakan, kasus hepatitis akut hingga saat ini sebanyak 46 orang, tiga di antaranya membutuhkan transplantasi hati.

Dari tiga pasien transplantasi itu, dua anak meninggal dunia yakni, bayi berusia 15 bulan dan seorang anak berusia 6 tahun.

Spanyol termasuk salah satu dari 21 negara di Eropa yang melaporkan kasus hepatitis akut hingga 28 Juli. Total kasus di di wilayah Eropa telah mencapai 507 kasus, dengan 273 di antaranya berada di Inggris.

Para pejabat kesehatan masih bingung dengan penyebab infeksi radang hati tersebut.

Hasil studi yang tersedia baru menunjukkan adanya gangguan di perut yang tidak diketahui menyebabkan serta menimbulkan masalah di organ hati pada anak- anak yang sehat.

Spanyol mengatakan mulai memantau situasi dengan cermat menyusul peringatan ke Organisasi Kesehatan Dunia WHO terkait lonjakan kasus penyakit tersebut.

Kementerian Kesehatan Spanyol mengatakan bahwa sejauh ini belum melihat peningkatan jumlah kasus hepatitis akut tersebut dibandingkan dengan perkiraan yang dibuat dengan data dari tahun-tahun sebelumnya.

Sementara itu di Indonesia, kasus hepatitis akut misterius juga telah menyebar hingga ke lebih dari 20 provinsi. Data Kementerian Kesehatan RI per Juni lalu tercatat ada 70 kasus hepatitis akut misterius di seluruh Indonesia.

Dari 70 kasus kumulatif, sebanyak 40 pasien yang discarded atau dikeluarkan dari dugaan kasus tersebut.

Selain itu, 16 dinyatakan probable atau dugaan terinfeksi hepatitis akut dan 14 kasus lainnya pending classification atau masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium.

Hingga saat ini belum ada kasus hepatitis akut misterius di dunia yang disebut dengan konfirmasi positif oleh WHO karena sedang dalam penelitian.

Infeksi hepatitis akut misterius itu menimbulkan gejala seperti, mual muntah, hilang nafsu makan, diare akut, lemah, lesu, nyeri bagian perut, nyeri pada otot, dan sendi. Juga kuning di mata termasuk kulit.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Provinsi Bengkulu Darurat Wabah PMK, Menyebar di 9 Wilayah

Provinsi Bengkulu Darurat Wabah PMK, Menyebar di 9 Wilayah

Sumsel | Jum'at, 05 Agustus 2022 | 13:27 WIB

Pemprov Riau Berikan Peternak Rp10 Juta per Ekor Atasi Sapi Terkena PMK

Pemprov Riau Berikan Peternak Rp10 Juta per Ekor Atasi Sapi Terkena PMK

Riau | Senin, 01 Agustus 2022 | 09:51 WIB

15 Anak yang Terinfeksi Hepatitis Akut Misterius Membutuhkan Transplantasi Hati

15 Anak yang Terinfeksi Hepatitis Akut Misterius Membutuhkan Transplantasi Hati

Health | Jum'at, 29 Juli 2022 | 22:47 WIB

Terkini

BPOM Catat 10 Kematian Akibat Campak, Akses Vaksin Inovatif Dikebut

BPOM Catat 10 Kematian Akibat Campak, Akses Vaksin Inovatif Dikebut

Health | Senin, 11 Mei 2026 | 12:19 WIB

15 Tanaman Penghambat Sel Kanker Menurut Penelitian, dari Kunyit hingga Daun Sirsak

15 Tanaman Penghambat Sel Kanker Menurut Penelitian, dari Kunyit hingga Daun Sirsak

Health | Senin, 11 Mei 2026 | 10:06 WIB

Dokter Penyakit Dalam Ingatkan Wabah Seperti Hantavirus Rentan pada Diabetes: Makanannya Gula!

Dokter Penyakit Dalam Ingatkan Wabah Seperti Hantavirus Rentan pada Diabetes: Makanannya Gula!

Health | Minggu, 10 Mei 2026 | 13:31 WIB

Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman

Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman

Health | Sabtu, 09 Mei 2026 | 14:56 WIB

Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?

Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 22:05 WIB

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:29 WIB

Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial

Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:22 WIB

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 11:49 WIB

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:17 WIB

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:01 WIB