Hati-Hati, Konsumsi 2 Vitamin Ini Bersamaan Justru Bisa Picu Kanker

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni | Suara.com

Selasa, 23 Agustus 2022 | 16:47 WIB
Hati-Hati, Konsumsi 2 Vitamin Ini Bersamaan Justru Bisa Picu Kanker
Ilustrasi vitamin. (Unsplash)

Suara.com - Asupan vitamin dan mineral sangat penting bagi kesehatan tubuh. Tapi, konsumsi vitamin dan mineral tanpa aturan justru bisa membahayakan kesehatan, seperti memicu kanker.

Berdasarkan studi BMJ, sekarang ini tidak ada bukti yang mendukung peran suplemen vitamin dan mineral dalam mengurangi risiko kanker. Sebaliknya, ada beberapa bukti asupan vitamin dan mineral tertentu berpotensi bahaya.

Badan kesehatan tersebut mengutip satu penelitian yang diterbitkan dalam The New England Journal of Medicine, yang menemukan bahwa kombinasi beta-karoten dan vitamin A meningkatkan risiko kanker paru-paru di antara perokok dan pekerja yang terpapar asbes hingga 28 persen.

Beta karoten adalah pigmen atau karotenoid yang berasal dari tumbuhan, yang merupakan sumber vitamin A dan antioksidan alami yang penting.

Penelitian tersebut melibatkan total 18.314 perokok, mantan perokok, dan pekerja yang terpapar asbes.

Ilustrasi kanker (pixabay)
Ilustrasi kanker (pixabay)

Selama 4 tahun penelitian, peserta dibagi menjadi beberapa kelompok yang diberi kombinasi 30 mg beta karoten per hari dan 25.000 IU retinol (vitamin A) serta kelompok yang diberi plasebo.

Pada akhirnya penelitian, risiko kanker paru-paru pada kelompok yang diberi beta karoten dan vitamin A justru meningkat dibandingkan kelompok yang diberi plasebo.

Risiko kanker paru-paru ini meningkat hampir 30 persen di antara perokok dan pekerja dengan paparan pekerjaan asbes.

"Artinya, kombinasi beta karoten dan vitamin A tidak memiliki manfaat dan mungkin memiliki efek buruk pada risiko kanker paru-paru serta risiko kematian akibat kanker paru-paru, penyakit kardiovaskular dan penyebab apapun pada perokok," kata para peneliti dikutip dari Express.

Prevention Study melaporkan peningkatan risiko sekitar 18 persen di antara perokok yang diberi beta-karoten 20 mg/hari, dibandingkan dengan mereka yang tidak.

Tapi, penelitian tentang hal ini beragam. Ahli dari Mayo Clinic pernah menyoroti satu penelitian terhadap 22.000 dokter pria, beberapa di antaranya perokok atau mantan perokok justru tidak menemukan peningkatan risiko kanker paru-paru pada orang yang minum suplemen beta-karoten.

"Jika Anda merokok atau memiliki riwayat merokok atau paparan asbes, Anda tidak boleh mengonsumsi suplemen beta-karoten dalam jumlah besar untuk jangka waktu yang lama," saran Mayo Clinic.

Namun, makanan yang kaya beta-karoten dianggap aman dan tampaknya menurunkan risiko beberapa jenis kanker dan penyakit jantung.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Penelitian Ungkap Manfaat Terbaru Vitamin D bagi Tubuh Manusia

Penelitian Ungkap Manfaat Terbaru Vitamin D bagi Tubuh Manusia

Your Say | Selasa, 23 Agustus 2022 | 10:22 WIB

Sedang Diet? Coba Cicip Nasi Goreng Beras Merah

Sedang Diet? Coba Cicip Nasi Goreng Beras Merah

| Senin, 22 Agustus 2022 | 10:07 WIB

Suplemen Vitamin D Dapat Meringankan Depresi, Tetapi Kelebihan Bisa Membahayakan

Suplemen Vitamin D Dapat Meringankan Depresi, Tetapi Kelebihan Bisa Membahayakan

Health | Kamis, 18 Agustus 2022 | 18:30 WIB

Terkini

Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?

Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 22:05 WIB

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:29 WIB

Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial

Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:22 WIB

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 11:49 WIB

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:17 WIB

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:01 WIB

Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak

Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 14:30 WIB

Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?

Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 13:24 WIB

Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia

Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 11:17 WIB

Hasil Investigasi KKI: 92% Konsumen Keluhkan Galon Tua, Ternyata Ini Dampak Buruknya bagi Tubuh

Hasil Investigasi KKI: 92% Konsumen Keluhkan Galon Tua, Ternyata Ini Dampak Buruknya bagi Tubuh

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 07:54 WIB