Tes Darah Dapat Mendeteksi Risiko Kematian atau Kecacatan Pada Pasien Cedera Otak Sedari Awal

Cesar Uji Tawakal | Rosiana Chozanah | Suara.com

Rabu, 24 Agustus 2022 | 11:40 WIB
Tes Darah Dapat Mendeteksi Risiko Kematian atau Kecacatan Pada Pasien Cedera Otak Sedari Awal
Ilustrasi tes darah. (Sumber: Shutterstock)

Suara.com - Peneliti dari Universitas Michigan, Frederick Korley, dan rekannya, mengatakan dokter dapat mendeteksi risiko kematian atau kecatatan parah pada seseorang yang mengalami cedera otak menggunakan tes darah.

Tes darah juga dinilai dapat membantu dokter menentukan apakah cedera otak tersebut berpotensi diobati.

Untuk membuktikannya, peneliti merekrut 1.700 pasien cedera otak parah. Mereka menggunakan dua instrumen untuk mendeteksi protein dan analisis tes darah.

Protein yang dimaksud adalah UCH-L1 dan GFAP, yang terkait dengan cedera parah dan kematian.

Evaluasi dibandingkan dengan hasil setelah enam bulan cedera menggunakan Glasgow Outcome Scale-Extended, lapor The Health Site.

Ilustrasi cedera otak akibat properti toko di pusat perbelanjaan. (Shutterstock)
Ilustrasi cedera otak. (Shutterstock)

Glasgow Outcome Scale-Extended adalah sistem yang mengukur kemampuan pasien cedera otak untuk berfungsi.

Para peneliti menemukan bahwa pasien dengan nilai GFAP kurang dari 20 persen berisiko 23 kali lebih mungkin meninggal dalam waktu enam bulan setelah cedera.

Demikian pula pada pasien dengan nilai protein UCH-L1 kurang dari 20 persen yang berisko meninggal 63 kali lebih tinggi dalam enam bulan setelah cedera.

Risikonya sangat rendah pada pasien dengan nilai GFAP serta UCH-L1 mencapai 80 persen.

Menurut peneliti, deteksi risiko sedari awal pada pasien cedera otak dapat membantu dokter dalam menentukan seberapa parah kondisi pasien.

Selain itu, dokter juga dapat memberi tahu kerabat pasien bagaimana cara merawat pasien jika terjadi cedera otak, Tidak hanya itu, hal-hal yang berkaitan dengan kesembuhan pasien juga bisa diperkirakan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bocah 11 Tahun Cedera Otak Berat Dalam Insiden Kecelakaan Tragis Tong Edan

Bocah 11 Tahun Cedera Otak Berat Dalam Insiden Kecelakaan Tragis Tong Edan

Malang | Rabu, 27 Juli 2022 | 22:12 WIB

Dokter Temukan Keunggulan Operasi Kuno Zaman Firaun untuk Atasi Cedera Otak

Dokter Temukan Keunggulan Operasi Kuno Zaman Firaun untuk Atasi Cedera Otak

Health | Selasa, 19 Juli 2022 | 06:19 WIB

Satu Korban Seluncuran Kenjeran Park Surabaya Masih Anak-anak Luka Cedera Otak

Satu Korban Seluncuran Kenjeran Park Surabaya Masih Anak-anak Luka Cedera Otak

Jatim | Sabtu, 07 Mei 2022 | 16:21 WIB

Terkini

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 19:57 WIB

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 13:21 WIB