Suka Memukul Saat Emosi? Bisa Jadi Ciri Penyakit Mental Intermittent Explosive Disorder

Ruth Meliana Dwi Indriani | Suara.com

Kamis, 25 Agustus 2022 | 11:56 WIB
Suka Memukul Saat Emosi? Bisa Jadi Ciri Penyakit Mental Intermittent Explosive Disorder
Penyakit mental yang membuat penderitanya sering memukul barang atau orang lain biasanya berkenaan dengan penyakit IED. (unsplash)

Suara.com - Kejadian pemukulan terhadap wanita di SPBU Palembang menjadi buah bibir masyarakat. Apalagi saat mengetahui pelakunya adalah seorang pria yang begitu impulsif ketika melayangkan pukulan.

Peristiwa itu dapat dikaitkan dengan beberapa kondisi, termasuk penyakit mental yang berkenaan dengan pelampiasan penderitanya saat emosi dengan memukul benda atau orang. Salah satunya adalah intermittent explosive disorder (IED)

Gangguan eksplosif intermiten atau intermittent explosive disorder adalah kondisi kesehatan mental yang ditandai dengan seringnya ledakan kemarahan impulsif atau agresi.

Keadaan yang tidak proporsional yang memicu kemarahan biasa menyebabkan penderita IED mencari pelampiasan dengan cara memukul benda atau orang lain.

Orang dengan penyakit mental ini memiliki toleransi yang rendah terhadap frustrasi dan kesulitan. Namun, jika kondisi sedang stabil, penderita penyakit ini akan memiliki perilaku yang normal dan pantas.

Kemarahan yang terjadi pada mereka akan muncul jika ada hal yang tidak sesuai dengan yang mereka inginkan. Dalam kondisi tersebut, mental mereka tidak stabil dan dapat memicu emosi berupa amarah, argumen verbal atau perkelahian fisik atau agresi.

Menyandur dari Clevelandclinic, penyakit mental ini termasuk dalam gangguan kontrol impuls sehingga cukup sulit bagi penderitanya untuk mengontrol emosi tersebut.

Dalam penelitian yang diungkap oleh University of Chicago, 80 persen penderita IED memiliki kondisi kesehatan mental lain, seperti gangguan kecemasan, gangguan eksternalisasi, cacat intelektual, autisme dan gangguan bipolar.

Gangguan eksplosif intermiten (IED) dapat terjadi mulai usia anak-anak 6 tahun ke atas dan orang dewasa. Orang dewasa yang didiagnosis dengan IED biasanya berusia di bawah 40 tahun, dengan catatan penyakit ini dapat terjadi dengan orang berusia 40 tahun ke atas jika sudah didiagnosis sebelum umur 40 tahun.

Tanda-tanda utama penderita penyakit IED ini adalah pola ledakan kemarahan yang tidak proporsional dengan situasi atau peristiwa yang membuat amarahnya memuncak.

Orang dengan IED sadar bahwa ledakan kemarahan mereka tidak pantas, tetapi merasa seperti mereka tidak dapat mengendalikan tindakan mereka selama kemarahan itu mencuat.

Adapun beberapa hal berikut merupakan tanda-tanda orang yang menderita penyakit IED :

  • Sering mengeluarkan argumen verbal termasuk berteriak dan/atau mengancam orang lain.
  • Menyerang orang atau hewan secara fisik, seperti mendorong, menampar, meninju, atau menggunakan senjata untuk melukai.
  • Kerusakan harta benda/benda, seperti melempar, menendang atau memecahkan benda dan membanting pintu.
  • Kekerasan dalam rumah tangga.
  • Kekerasan yang dilakukan terhadap orang lain dalam situasi apapun.

Hal ini tentu perlu menjadi perhatian kerabat sekitar jika melihat perlakuan seseorang dengan tanda-tanda di atas, karena sejatinya penderita IED sulit mengendalikan emosinya sehingga perlu pengawasan lebih dari orang-orang sekitar agar tidak membahayakan orang lain.

Kontributor : Dea Nabila

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kasus Anggota DPRD Palembang Syukri Zen Aniaya Wanita di SPBU Diambil Alih Polrestabes

Kasus Anggota DPRD Palembang Syukri Zen Aniaya Wanita di SPBU Diambil Alih Polrestabes

Sumsel | Kamis, 25 Agustus 2022 | 11:45 WIB

5 Fakta Anggota DPRD Palembang Syukri Zen yang Aniaya Wanita di SPBU: Politisi Gerindra

5 Fakta Anggota DPRD Palembang Syukri Zen yang Aniaya Wanita di SPBU: Politisi Gerindra

Sumsel | Kamis, 25 Agustus 2022 | 11:28 WIB

Kasus Pemukulan oleh Anggota DPRD Palembang Belum Selesai, Korban: Hotman Paris Siap Bantu Saya

Kasus Pemukulan oleh Anggota DPRD Palembang Belum Selesai, Korban: Hotman Paris Siap Bantu Saya

| Kamis, 25 Agustus 2022 | 11:07 WIB

Rekam Jejak M Syukri Zen, Anggota DPRD Palembang yang Aniaya Wanita di SPBU

Rekam Jejak M Syukri Zen, Anggota DPRD Palembang yang Aniaya Wanita di SPBU

News | Kamis, 25 Agustus 2022 | 10:50 WIB

Nopol Mobil Mewah Anggota DPRD Palembang Aniaya Wanita di SPBU Ada Tanda Bintang, Palsu?

Nopol Mobil Mewah Anggota DPRD Palembang Aniaya Wanita di SPBU Ada Tanda Bintang, Palsu?

Sumsel | Kamis, 25 Agustus 2022 | 10:47 WIB

Profil Syukri Zen, Anggota DPRD Fraksi Gerindra yang Viral Aniaya Wanita di SPBU

Profil Syukri Zen, Anggota DPRD Fraksi Gerindra yang Viral Aniaya Wanita di SPBU

News | Kamis, 25 Agustus 2022 | 10:23 WIB

Terkini

Diet Vegan Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca Hingga 55 Persen, Apa Buktinya?

Diet Vegan Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca Hingga 55 Persen, Apa Buktinya?

Health | Selasa, 05 Mei 2026 | 21:35 WIB

Lebih dari Sekadar Nutrisi, Protein Jadi Kunci Hidup Aktif dan Sehat

Lebih dari Sekadar Nutrisi, Protein Jadi Kunci Hidup Aktif dan Sehat

Health | Selasa, 05 Mei 2026 | 08:24 WIB

Kisah Dera Bantu Suami Melawan Penyakit GERD Melalui Pendekatan Holistik

Kisah Dera Bantu Suami Melawan Penyakit GERD Melalui Pendekatan Holistik

Health | Senin, 04 Mei 2026 | 22:10 WIB

Dari Antre Panjang ke Serba Cepat, Smart Hospital Ubah Cara Rumah Sakit Layani Pasien

Dari Antre Panjang ke Serba Cepat, Smart Hospital Ubah Cara Rumah Sakit Layani Pasien

Health | Senin, 04 Mei 2026 | 15:07 WIB

Berat Badan Tak Kunjung Naik? Susu Flyon Jadi Salah Satu Solusi yang Dilirik

Berat Badan Tak Kunjung Naik? Susu Flyon Jadi Salah Satu Solusi yang Dilirik

Health | Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:00 WIB

Lebih Banyak Belum Tentu Lebih Baik: Fakta Mengejutkan di Balik Kebiasaan Konsumsi Suplemen Anda

Lebih Banyak Belum Tentu Lebih Baik: Fakta Mengejutkan di Balik Kebiasaan Konsumsi Suplemen Anda

Health | Kamis, 30 April 2026 | 18:40 WIB

Nyeri Lutut pada Perempuan Tak Boleh Dianggap Sepele, Mesti Waspada Hal Ini

Nyeri Lutut pada Perempuan Tak Boleh Dianggap Sepele, Mesti Waspada Hal Ini

Health | Kamis, 30 April 2026 | 11:49 WIB

Olahraga Bukan Hanya Soal Kompetisi bagi Anak: Bisa Jadi Cara Seru Membangun Gaya Hidup Aktif

Olahraga Bukan Hanya Soal Kompetisi bagi Anak: Bisa Jadi Cara Seru Membangun Gaya Hidup Aktif

Health | Kamis, 30 April 2026 | 11:38 WIB

Studi Ungkap Mikroplastik Ditemukan di Dalam Tubuh Manusia, Bisa Picu Gangguan Pencernaan

Studi Ungkap Mikroplastik Ditemukan di Dalam Tubuh Manusia, Bisa Picu Gangguan Pencernaan

Health | Kamis, 30 April 2026 | 10:50 WIB

Kebutuhannya Berbeda dengan Dewasa, Ini 5 Alasan Si Kecil Perlu ke Dokter Gigi Anak

Kebutuhannya Berbeda dengan Dewasa, Ini 5 Alasan Si Kecil Perlu ke Dokter Gigi Anak

Health | Kamis, 30 April 2026 | 06:08 WIB