Kabar Baik, Kasus Cacar Monyet Menurun 21 Persen di Seluruh Dunia

Cesar Uji Tawakal, Shevinna Putti Anggraeni

Jum'at, 26 Agustus 2022 | 09:30 WIB
Kabar Baik, Kasus Cacar Monyet Menurun 21 Persen di Seluruh Dunia
Ilustrasi penyakit cacar monyet atau monkeypox. (Pixabay)

Suara.com - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengonfirmasi kasus monkeypox atau cacar monyet menurun 21 persen di seluruh dunia. Meskipun, kasus cacar monyet ini sempat naik selama beberapa minggu.

Badan kesehatan PBB melaporkan 5.907 kasus cacar monyet baru setiap minggu. PBB juga mengatakan dua negara, yakni Iran dan Indonesia baru-baru ini melaporkan kasus cacar monyet pertamanya.

Sampai sekarang, sudah lebih dari 45 ribu kasus cacar monyet yang telah dilaporkan di 98 negara sejak akhir April 2022.

WHO mengatakan Amerika sendiri menyumbang 60 persen kasus cacar mpnyet. Sedangkan, Eropa menyumbang sekitar 38 persen kasus cacar monyet.

Kamis, Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan meskipun ada indikasi wabah cacar monyet melambat di Eropa, yang pernah menyumbang 90 persen kasus cacar monyet yang dikonfirmasi di laboratorium dunia, penyebaran virus mulai menimbulkan kekhawatiran.

Ilustrasi Cacar Monyet (Pixabay.com/TheDigitalArtist)
Ilustrasi Cacar Monyet (Pixabay.com/TheDigitalArtist)

“Di Amerika Latin khususnya, kurangnya kesadaran atau langkah-langkah kesehatan masyarakat dan akses untuk mendapatkan vaksinasi sangat berisiko menjadi pemicu penyebaran," kata Tedros dikutip dari AP News.

Pada akhir Juli, Tedros menyatakan penyebaran cacar monyet yang belum pernah terjadi sebelumnya ini sebagai keadaan darurat global.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Afrika mengatakan bahwa wilayahnya memiliki 219 kasus baru dalam seminggu terakhir, melonjak 54 persen di Nigeria dan Kongo.

Sejak wabah cacar monyet di Eropa dan Amerika Utara diidentifikasi, WHO dan lembaga kesehatan lainnya telah mencatat bahwa penyebarannya hampir secara eksklusif pada pria yang berhubungan seks dengan pria.

Namun, Badan Keamanan Kesehatan Inggris mengatakan tidak ada bukti penyakit yang dulu langka itu menyebar ke luar pria yang gay, biseksual atau berhubungan seks dengan pria lain.

Meski begitu, laporan terbaru WHO menyebutkan 98 persen kasus cacar monyet terjadi pada pria dan dari mereka yang melaporkan orientasi seksual, 96 persen pada pria yang berhubungan seks dengan pria.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Duh, Meksiko dan Kuba Sama-sama Laporkan Kematian karena Infeksi Cacar Monyet

Duh, Meksiko dan Kuba Sama-sama Laporkan Kematian karena Infeksi Cacar Monyet

Health | Kamis, 25 Agustus 2022 | 23:55 WIB

Waspada Cacar Monyet, Pemkot Tangerang Minta Fasilitas Kesehatan

Waspada Cacar Monyet, Pemkot Tangerang Minta Fasilitas Kesehatan

| Kamis, 25 Agustus 2022 | 19:55 WIB

Pria di Italia Terkonfirmasi HIV, Covid-19, dan Monkeypox Sekaligus

Pria di Italia Terkonfirmasi HIV, Covid-19, dan Monkeypox Sekaligus

| Kamis, 25 Agustus 2022 | 17:24 WIB

Terkini

Waspada! Ini Tanda Kelebihan Vitamin B6, dari Kesemutan hingga Kerusakan Saraf

Waspada! Ini Tanda Kelebihan Vitamin B6, dari Kesemutan hingga Kerusakan Saraf

Health | Minggu, 31 Mei 2026 | 17:57 WIB

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 21:33 WIB

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 11:18 WIB

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 23:06 WIB

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 17:41 WIB

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 11:27 WIB

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 09:44 WIB

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 11:09 WIB

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 09:22 WIB

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:23 WIB