Anak Bolak-balik Sakit Perut, Bisa Jadi karena 6 Kebiasaan Ini

Bimo Aria Fundrika | Suara.com

Jum'at, 26 Agustus 2022 | 10:30 WIB
Anak Bolak-balik Sakit Perut, Bisa Jadi karena  6 Kebiasaan Ini
Ilustrasi Anak Sakit Perut. (Shutterstock)

Suara.com - Jika anak selalu mengeluh sakit perut, sudah saatnya melihat kebiasaan sehari-hari mereka daripada sering-sering ke dokter. Mungkin ada kebiasaan tertentu dari anak yang mungkin Anda lewatkan untuk memberi tahu dokter Anda.

Kegiatan-kegiatan ini mungkin sudah tertanam dalam diri anak Anda sehingga tidak akan membuat perbedaan bagi Anda. Dilansir dari Times of India, berikut ini beberapa kebiasaan yang bikin anak bolak-balik sakit perut. 

Tangan kotor

Ilustrasi mengajarkan anak cuci tangan. (Pexels/KetutSubiyanto)
Ilustrasi mengajarkan anak cuci tangan. (Pexels/KetutSubiyanto)

Dari sekian banyak penyebab yang menyebabkan perut bermasalah, yang paling menonjol dan pasti adalah tangan yang kotor. Jika anak Anda sering memasukkan tangan ke dalam mulut, kemungkinan dia memindahkan banyak bakteri dan virus berbahaya ke dalam perut. Ini juga menarik perhatian pada fakta bahwa tangan anak Anda tidak bersih setiap kali memasukkannya ke dalam mulut.

Karena itu perhatikan kebiasaan membersihkan dan frekuensi sanitasi anak Anda. Ajari anak Anda untuk membersihkan tangan setidaknya beberapa detik setiap mencuci menggunakan sabun yang baik dan air bersih.

Alergi makanan

Kita sering mengabaikan bagian dari ilmu kedokteran ini. Bahkan makanan yang biasa dimakan seperti gandum di India, juga bisa menyebabkan alergi serius baik pada anak-anak maupun orang dewasa. Kelalaian terhadap alergi ini memberikan waktu yang cukup untuk berkembang yang menyebabkan komplikasi parah.
Jika anak Anda sering mengeluh sakit perut, periksalah dapur Anda.

Sembelit

Tidak, sembelit bukan hanya masalah orang dewasa. Anak-anak juga bisa mengalami kesulitan dalam mengosongkan usus. Jika anak Anda membutuhkan waktu lebih lama untuk menyelesaikan tugas kamar mandi, Anda harus memeriksanya dengan anak Anda.
Sembelit kronis pada anak akan mempengaruhi kesehatan usus dan nafsu makan anak.

Makan yang tidak sehat

Banyak anak cenderung memakan tanah atau menjilat dinding. Jika tanpa alasan, anak Anda mengeluh sakit perut, amati aktivitas anak Anda.

Anak-anak menjilat bagian belakang pensil, pena dan bahkan mengunyahnya secara teratur. Air liur dan partikel makanan kecil yang terperangkap di mulut menempel pada pensil dan mengundang kuman untuk tumbuh dan berkembang. Ketika anak Anda memasukkan pensil yang sama kembali ke mulutnya, itu sebenarnya memasukkan seteguk kuman ke dalam mulutnya.

Makan sembunyi-sembunyi

Banyak anak memiliki kecenderungan untuk makan banyak. Bahkan setelah makan biasa, anak-anak ini akan diam-diam memakan makanan ringan dan hal-hal lain apa pun yang ada dalam jangkauan mereka.
Makan berlebihan ini juga bisa menjadi penyebab sakit perut.

Komplikasi kesehatan yang mendasari

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Begini 5 Cara Mudah dan Efektif Mengatasi Telinga Tersumbat karena Flu

Begini 5 Cara Mudah dan Efektif Mengatasi Telinga Tersumbat karena Flu

| Kamis, 25 Agustus 2022 | 23:39 WIB

Jangan Sepelekan Sakit Kepala Saat Bangun Tidur, Ini Penyebabnya

Jangan Sepelekan Sakit Kepala Saat Bangun Tidur, Ini Penyebabnya

| Kamis, 25 Agustus 2022 | 22:29 WIB

Feni Rose Komentari Keisya Levronka yang Curhat Sakit Hati Lagi: Mental Baja Memang Diperlukan

Feni Rose Komentari Keisya Levronka yang Curhat Sakit Hati Lagi: Mental Baja Memang Diperlukan

Entertainment | Jum'at, 26 Agustus 2022 | 07:35 WIB

Terkini

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB