Survei Gaya Hidup Sehat: 99% Orang Indonesia Telah Menyadari Pentingnya Upaya Preventif Menjaga Kesehatan

Vania Rossa | Suara.com

Jum'at, 26 Agustus 2022 | 15:28 WIB
Survei Gaya Hidup Sehat: 99% Orang Indonesia Telah Menyadari Pentingnya Upaya Preventif Menjaga Kesehatan
Ilustrasi olahraga (pixabay.com)

Suara.com - Untuk urusan kesehatan, kita semua tahu bahwa mencegah penyakit jauh lebih penting daripada mengobati. Itu sebabnya, penting bagi kita untuk melakukan upaya preventif untuk menjaga kesehatan.

Dalam survei gaya hidup sehat di Asia yang dilakukan oleh Royal Philips terhadap 4.000 orang di Singapura, Indonesia, Korea Selatan, dan Thailand, ditemukan fakta bahwa 99% responden di Indonesia memahami pentingnya kesehatan preventif – tindakan yang mereka ambil dalam kehidupan sehari-hari untuk mencegah penyakit atau mengurangi risiko kondisi kesehatan di masa depan.

Ini termasuk mengikuti gaya hidup sehat dalam hal pola makan, olahraga dan kesejahteraan secara keseluruhan, pemeriksaan kesehatan serta pemantauan kesehatan secara teratur.

Survei yang dilakukan oleh lembaga penelitian Kantar Profiles Network ini mengungkapkan bahwa 33% orang mengonsumsi makanan yang lebih sehat, 37% menginvestasikan lebih banyak uang untuk mempertahankan gaya hidup sehat, 59% lebih banyak membaca tentang kesehatan dan pencegahan penyakit, dan 49% lebih memprioritaskan kesehatan daripada komitmen kerja dibanding sebelum pandemi.

Terlepas dari langkah-langkah ini, survei menunjukkan 33% responden di Indonesia merasa bahwa mereka masih dapat melakukan lebih dari usaha mereka saat ini untuk mempertahankan kesehatan dirinya.

Di Indonesia, 49% responden menyebutkan kurangnya waktu untuk diri sendiri karena pekerjaan, keluarga, dan komitmen pribadi yang menjadi penghalang utama bagi mereka untuk menjaga kesehatan mereka dengan lebih baik.

Beberapa cara yang dapat mendorong mereka untuk mulai bertindak menjaga kesehatan diri sendiri meliputi pengetahuan lebih tentang menjalani gaya hidup sehat (68%), pengetahuan yang lebih luas seputar penggunaan perangkat kesehatan pribadi dan teknologi untuk memantau kesehatan (54%), peningkatan akses ke fasilitas rekreasi dan penjangkauan komunitas pendidikan (42%) dan pemahaman yang lebih baik mengenai cara berbagi data yang didapatkan dari teknologi dan perangkat kesehatan pribadi dengan dokter (39%) dan diberikan akses yang lebih besar ke dokter (38%).

Kunci utama dari teknologi kesehatan yang dipersonalisasi untuk mendukung perawatan diri dan kesehatan preventif

“Sangat menggembirakan melihat begitu banyak orang di wilayah Asia menyadari pentingnya menjaga kesehatan mereka dan mengatur kondisi saat ini. Salah satu cara untuk mendorong perawatan preventif bisa terletak pada penciptaan teknologi kesehatan yang lebih cerdas," ujar Muir Keir, Business Leader, Personal Health, Philips ASEAN Pacific dalam siaran tertulisnya.

Survei Philips juga menemukan bahwa hampir sepertiga (30%) responden di seluruh Asia saat ini menggunakan teknologi dan perangkat kesehatan pribadi untuk memantau kesehatan mereka secara lebih aktif dibanding yang mereka lakukan sebelum pandemi.

Di Indonesia, 42% responden melakukan hal yang sama yaitu menggunakannya secara teratur untuk memantau kesehatan gigi dan mulut (42%), diet dan gizi (52%), kesehatan jantung (54%), dan memantau kesehatan seputar pra -kondisi (56%), mencerminkan penyerapan dalam kebiasaan kesehatan preventif.

Secara keseluruhan, di Asia, orang melihat potensi teknologi kesehatan pribadi lebih besar dari pemakaiannya saat ini. 70% dan 68% responden mengatakan mereka ingin lebih sering menggunakan teknologi dan perangkat kesehatan pribadi untuk melacak kondisi umum kesehatan mereka dan penyakit yang sudah ada sebelumnya dalam tiga tahun ke depan, berturut-turut.

Di Indonesia, responden mengatakan mereka menginginkan hal yang sama, menunjukkan bahwa mereka ingin menggunakan teknologi dan perangkat kesehatan pribadi untuk melacak kesehatan umum mereka (84%) dan penyakit yang sudah ada sebelumnya (83%).

“Ada peluang yang besar untuk mengadopsi teknologi kesehatan pribadi di Indonesia secara lebih luas. Sistem perawatan kesehatan di seluruh Asia berada di bawah tekanan dan nilai terhadap perawatan diri dan pendekatan proaktif yang dilakukan oleh orang-orang untuk mencegah penyakit di masa depan dan untuk memaksimalkan kesehatan secara keseluruhan menjadi sangat penting. Dalam beberapa tahun terakhir, kami telah melihat kemungkinan-kemungkinan baru yang didorong oleh adopsi teknologi kesehatan pintar untuk memberdayakan orang untuk mencapai kesehatan terbaik mereka.

Dikatakan Pim Preesman, President Director Philips Indonesia, jika digunakan dengan tepat, perangkat berteknologi kesehatan ini dapat memberikan dampak yang lebih baik terhadap kesehatan, terutama jika masalah kesehatan terdeteksi sejak dini.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Berikut 5 Cara Menjaga Kesehatan Mata agar Tetap Sehat di Usia Lanjut, Salah Satunya Hindari Merokok

Berikut 5 Cara Menjaga Kesehatan Mata agar Tetap Sehat di Usia Lanjut, Salah Satunya Hindari Merokok

Health | Minggu, 21 Agustus 2022 | 17:05 WIB

5 Cara Mudah Menjaga Kesehatan Mental dari Bahaya Media Sosial

5 Cara Mudah Menjaga Kesehatan Mental dari Bahaya Media Sosial

Your Say | Minggu, 21 Agustus 2022 | 06:44 WIB

Dokter Ungkap Rumus 5210 Untuk Ajarkan Gaya Hidup Sehat pada Anak

Dokter Ungkap Rumus 5210 Untuk Ajarkan Gaya Hidup Sehat pada Anak

Health | Jum'at, 19 Agustus 2022 | 09:42 WIB

Terkini

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB