Peneliti Oslo: Cuaca Ekstrem Bisa Tingkatkan Risiko Penyakit Jantung

Yasinta Rahmawati, Shevinna Putti Anggraeni

Sabtu, 27 Agustus 2022 | 20:01 WIB
Peneliti Oslo: Cuaca Ekstrem Bisa Tingkatkan Risiko Penyakit Jantung
Ilustrasi cuaca ekstrem. [Istimewa]

Suara.com - Cuaca ekstrem bisa terjadi ketika musim panas dan musim dingin, yang bisa berdampak pada setiap aspek kehidupan, termasuk kesehatan kita.

Tim ilmuwan dari Universitas Oslo mengatakan cuaca ekstrem bisa berdampak buruk pada kesehatan jantung dalam jangka panjang.

Para ilmuwan menganalisis data dari 5 studi yang mencakup lebih dari 2 juta orang di Italia, Jerman, Norwegia, Inggris, dan Swedia. Studi-studi ini mencakup periode 16 tahun dari 1994 hingga 2010.

Selain itu, usia rata-rata peserta berkisar antara 49,7 hingga 71,7 tahun. Sementara, wanita yang rata-rata terdiri dari 36 hingga 54,5 persen dari kelompok penelitian.

Selama periode 16 tahun, analisis menemukan peningkatan risiko kematian akibat penyakit kardiovaskular secara keseluruhan dan kematian akibat penyakit jantung iskemik meningkat signifikan.

ilustrasi penyakit jantung (shutterstock)
ilustrasi penyakit jantung (shutterstock)

Kematian akibat kondisi tersebut paling tinggi ketika suhu turun. Di mana risiko kematian meningkat 19 persen ketika suhu turun 10 derajat Celcius, misalnya dari +5 derajat ke -5 derajat Celcius.

Selain itu, risiko kematian akibat penyakit jantung koroner meningkat 22 persen. Artinya, suhu dingin meningkatkan risiko kematian akibat penyakit jantung.

"Hubungan antara suhu dingin dan kematian lebih jelas pada pria dan orang yang tinggal di lingkungan dengan status sosial ekonomi rendah," kata Profesor Stefan Agewall dikutip dari Express.

Hubungan antara penyakit jantung iskemik dan muim dingin cenderung lebih kuat di antara wanita dan orang yang lebih tua dari 65 tahun.

baca juga

Selain penurunan suhu yang berdampak pada kesehatan. Peningkatan suhu dari 15 menjadi 24 derajat celcius pun meningkatkan risiko penyakit jantung 25 persen dan stroke 30 persen.

Penyakit kardiovaskular adalah istilah umum yang digunakan untuk menggambarkan semua bentuk penyakit jantung. SEmentara, stroke adalah peristiwa kardiovaskular di mana suplai darah ke otak tiba-tiba terputus akibat pembekuan darah.

"Dokter bisa menggunakan informasi ini untuk memberikan saran pada mereka yang berisiko menderita penyakit berisiko tersebut," katanya.

Pasien dengan kondisi jantung harus tetap terhidrasi saat cuaca panas dan rutin minum obat.

Singkatnya, penelitian ini menunjukkan dampak perubahan iklim terhadap kesehatan suatu bangsa. Tidak hanya dalam hal penyakit terkait suhu panas atau dingin, seperti heat stroke atau hipotermia, tetapi juga risiko penyakit yang terjadi sepanjang tahun.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Coba Deh Cara Ini Biar Jantung Sehat dan Terhindar dari Penyakit Mematikan Ini

Coba Deh Cara Ini Biar Jantung Sehat dan Terhindar dari Penyakit Mematikan Ini

Cianjur | Jum'at, 26 Agustus 2022 | 19:10 WIB

Akibat Cuaca Buruk, Pelabuhan Gilimanuk Ditutup Sementara

Akibat Cuaca Buruk, Pelabuhan Gilimanuk Ditutup Sementara

Foto | Jum'at, 26 Agustus 2022 | 18:07 WIB

Waspada! Hasil Penelitian Prediksi Panas Ekstrem Bakal Terjadi 3 Kali Lebih Sering

Waspada! Hasil Penelitian Prediksi Panas Ekstrem Bakal Terjadi 3 Kali Lebih Sering

Sumut | Jum'at, 26 Agustus 2022 | 10:10 WIB

Terkini

Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo

Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo

Your Say | Minggu, 09 Agustus 2026 | 20:10 WIB

IHH Healthcare Malaysia Terus Perluas Kehadiran di Indonesia

IHH Healthcare Malaysia Terus Perluas Kehadiran di Indonesia

Sumut | Minggu, 09 Agustus 2026 | 20:06 WIB

Fakta Mengerikan di Balik Penembakan Thailand: Pelaku Sudah Belajar Senjata 2 Tahun

Fakta Mengerikan di Balik Penembakan Thailand: Pelaku Sudah Belajar Senjata 2 Tahun

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 20:05 WIB

Catat Tanggalnya! Ada Diskon dan Voucher Belanja Melimpah dari BRI di Outlet Ini

Catat Tanggalnya! Ada Diskon dan Voucher Belanja Melimpah dari BRI di Outlet Ini

Bri | Minggu, 09 Agustus 2026 | 19:54 WIB

Mendikdasmen: Hard Skills Saja Tak Cukup, Ini Keterampilan Utama yang Wajib Dikuasai Gen Z!

Mendikdasmen: Hard Skills Saja Tak Cukup, Ini Keterampilan Utama yang Wajib Dikuasai Gen Z!

Lifestyle | Minggu, 09 Agustus 2026 | 19:48 WIB

Review Dream To You: Romansa Hangat Cinta Pertama, Luka dan Impian

Review Dream To You: Romansa Hangat Cinta Pertama, Luka dan Impian

Your Say | Minggu, 09 Agustus 2026 | 19:40 WIB

Kota Makin Padat, Banjir Mengintai: Akademisi Soroti Teknologi Pengendalian Air di PIK2

Kota Makin Padat, Banjir Mengintai: Akademisi Soroti Teknologi Pengendalian Air di PIK2

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 19:36 WIB

Gen Z Fasih Bahasa Inggris, tapi Makin Asing dengan Bahasa Ibu, Mengapa?

Gen Z Fasih Bahasa Inggris, tapi Makin Asing dengan Bahasa Ibu, Mengapa?

Your Say | Minggu, 09 Agustus 2026 | 19:35 WIB

3,28 Juta Batang Rokok Ilegal Disita di Tol Banyumanik, Negara Berpotensi Rugi Rp3,17 Miliar

3,28 Juta Batang Rokok Ilegal Disita di Tol Banyumanik, Negara Berpotensi Rugi Rp3,17 Miliar

Jawa Tengah | Minggu, 09 Agustus 2026 | 19:28 WIB

Menjelang Snoopy Run 2026, Saatnya Menjelajah Dunia Peanuts Selama 54 Hari di Sini!

Menjelang Snoopy Run 2026, Saatnya Menjelajah Dunia Peanuts Selama 54 Hari di Sini!

Lifestyle | Minggu, 09 Agustus 2026 | 19:28 WIB

×