Ini Alasan Makanan Kemasan Sering Ditambah Zat Kimia Bahan Pengawet

Bimo Aria Fundrika

Kamis, 22 September 2022 | 11:29 WIB
Ini Alasan Makanan Kemasan Sering Ditambah Zat Kimia Bahan Pengawet
Ilustrasi makanan kemasan. Cara memahami label kandungan gizi di makanan kemasan. [ANTARA/Pexels]

Suara.com - Kebanyakan makanan kemasan yang banyak terjual di pasaran mengandung bahan pengawet. Meski tidak berbahaya, sebagian orang terkadang enggan atau membatasi konsumsi pangan kemasan tersebut.

Penambahan zat kimia pengawet tersebut memang sengaja dicampurkan oleh produsen bukan tanpa alasan. 

Ahli gizi pangan dari Institus Pertanian Bogor (IPB) Prof. Dr. Ir. Hardinsyah MS., mengatakan bahwa ada 27 zat bahan tambahan makanan (BTP) yang sering digunakan dan telah dapat izin dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di Indonesia.

"BTP adalah bahan yang ditambahkan ke dalam pangan untuk mempengaruhi sifat atau bentuk pangan, sebagai contoh bertujuan untuk mengawetkan pangan, memberikan warna, mencegah tengik, dan meningkatkan rasa (kualitas pangan)," jelasnya saat Ngobrol Baik Bareng ABC di Jakarta, Rabu (21/9/2022).

Ilustrasi makanan kaleng. (Sumber: Shutterstock)
Ilustrasi makanan kaleng. (Sumber: Shutterstock)

Ia menambahkan, penggunaan BTP yang tepat sesuai takaran batas aman akan memberikan justru memiliki manfaat teknologi terhadap kualitas pangan. Hanya saja peodusen harus taat aturan  BPOM No. 11 Tahun 2019 tentang Bahan Tambahan Pangan.

"Setiap BTP diatur jumah maksimal per mili per kilogram berat badan," imbuhnya.

Seperti sumber pangan, BTP juga ada yang bisa menyebabkan alergi pada orang tertentu.

Alergen pada dasarnya adalah bahan pangan atau senyawa yang dapat menyebabkan reaksi alergi pada individu tertentu yang memiliki hipersensitivitas terhadap senyawa tersebut. 

"Sumber alergen pangan dapat berasal dari kacang, susu, telur, ikan, kerang, gandum, bahan tambahan pangan atau bahan terbuat dari pangan tersebut. Selama penggunaannya tidak melebihi ambang batas yang ditentukan oleh lembaga yang berwenang dan keberadaannya dikomunikasikan dengan jelas, maka produk tersebut aman untuk dikonsumsi," tuturnya.

baca juga

Sebagai salah satu produk kebutuhan rumah tangga yang sering digunakan, ABC memiliki Global Food Allergen Policy yang menjadi acuan dalam pemilihan material, formulasi, termasuk aturan pencantuman bahan baku, nilai gizi, serta kandungan alergen pada label kemasan. 

Quality Technical Service Lead Kraft Heinz Indonesia—Papua Nugini, Emerensiana Adi Dhae juga memgatakan bahwa dalam rangkaian sistem kontrol kualitas dan keamanan pangan, PT Heinz ABC Indonesia menerapkan sistem standarisasi yang berlapis.

Mulai dari Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (CPPOB) yang dipersyaratkan oleh BPOM, sistem manajemen keamanan pangan dunia, serta sistem standar internal dari The Kraft Heinz Company.

"Penerapan kebijakan ini menjadi hal penting untuk memastikan seluruh produk ABC diproduksi dengan proses yang benar dan seluruh bahan pangan yang digunakan juga terkomunikasikan secara transparan kepada konsumen,” ucap Emerensiana.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tanya Pakar: Kenapa Ada Orang Bisa Alergi Makanan atau Bahan Pengawet?

Tanya Pakar: Kenapa Ada Orang Bisa Alergi Makanan atau Bahan Pengawet?

Health | Kamis, 22 September 2022 | 07:57 WIB

3 Ide Bisnis untuk Pemula, Jasa dan Barang Mudah Dijual

3 Ide Bisnis untuk Pemula, Jasa dan Barang Mudah Dijual

Surakarta | Selasa, 16 Agustus 2022 | 13:44 WIB

BPOM Kendari Temukan 75 Makanan Kemasan Langgar Aturan

BPOM Kendari Temukan 75 Makanan Kemasan Langgar Aturan

Sulsel | Selasa, 26 April 2022 | 09:47 WIB

Terkini

Dihadiri Para Menteri dan Ketua MPR, EIGER Nature Resmi Diluncurkan di Kabupaten Bogor

Dihadiri Para Menteri dan Ketua MPR, EIGER Nature Resmi Diluncurkan di Kabupaten Bogor

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 03:10 WIB

Dari Cisarua ke Dramaga, Dugaan Keracunan MBG di Bogor Belum Temukan Titik Terang

Dari Cisarua ke Dramaga, Dugaan Keracunan MBG di Bogor Belum Temukan Titik Terang

Bogor | Kamis, 29 Oktober 2026 | 02:10 WIB

Kronologi Kericuhan Malioboro Usai Demo Sumpah Pemuda, Massa Tak Dikenal Serang Gedung DPRD DIY

Kronologi Kericuhan Malioboro Usai Demo Sumpah Pemuda, Massa Tak Dikenal Serang Gedung DPRD DIY

Jogja | Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:18 WIB

20 Tahun Mengabdi, Irsan Jadi Calon Tunggal Ketua BPC Gapensi Kabupaten Bogor

20 Tahun Mengabdi, Irsan Jadi Calon Tunggal Ketua BPC Gapensi Kabupaten Bogor

Bogor | Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:05 WIB

Dari Serang, Jakarta hingga Sukabumi: Kronologi Polresta Serang Kota Gagalkan Peredaran 8,8 Kg Sabu

Dari Serang, Jakarta hingga Sukabumi: Kronologi Polresta Serang Kota Gagalkan Peredaran 8,8 Kg Sabu

Banten | Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:00 WIB

Persib Kalahkan Melbourne Victory 2-0, Igor Tolic: Grup Belum Usai

Persib Kalahkan Melbourne Victory 2-0, Igor Tolic: Grup Belum Usai

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 00:35 WIB

Umuh Muchtar Buka Suara Usai Pelaku Pembacokan Bobotoh Ditangkap: Mohon Bobotoh Jangan Dendam

Umuh Muchtar Buka Suara Usai Pelaku Pembacokan Bobotoh Ditangkap: Mohon Bobotoh Jangan Dendam

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 00:21 WIB

Polda DIY Pastikan Malioboro Dalam Kendali Penuh Usai Kerahkan Water Cannon dan Gas Air Mata

Polda DIY Pastikan Malioboro Dalam Kendali Penuh Usai Kerahkan Water Cannon dan Gas Air Mata

Jogja | Kamis, 29 Oktober 2026 | 00:14 WIB

Mahasiswa Kemah di Kantor Gubernur Sumsel saat Sumpah Pemuda, Desak Transparansi Anggaran Karhutla

Mahasiswa Kemah di Kantor Gubernur Sumsel saat Sumpah Pemuda, Desak Transparansi Anggaran Karhutla

Sumsel | Rabu, 28 Oktober 2026 | 23:44 WIB

Pengamat Tanggapi Harga Saham BYAN Haji Isam

Pengamat Tanggapi Harga Saham BYAN Haji Isam

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2026 | 23:17 WIB

×