Kadar Gula Esteh Indonesia Jadi Pertanyaan Warganet, Rupanya Segini Batas 'Aman' dari Kemenkes

Bimo Aria Fundrika | Fajar Ramadhan | Suara.com

Minggu, 25 September 2022 | 15:45 WIB
Kadar Gula Esteh Indonesia Jadi Pertanyaan Warganet, Rupanya Segini Batas 'Aman' dari Kemenkes
Minuman Esteh Indonesia (Instagram @esteh.indonesia)

Suara.com - Baru-baru ini akun twitter @gandhoyy membuat pernyataan maaf kepada gerai minuman Esteh Indonesia setelah menuliskan cuitan mengenai produk milik perusahaan tersebut.

Diketahui, pemilik akun sempat membuat cuitan jika salah satu produk minuman memiliki rasa yang terlalu manis. Bahkan, ia sempat menuliskan gula yang terdapat di dalam minuman tersebut sekitar 3 kg. Hal tersebut yang membuatnya mendapat somasi dari pihak Esteh Indonesia.

Sementara itu, pihak Esteh Indoensia sempat membuat instagram story tentang kandungan gula dalam minuman tersebut. Instagram story tersebut diunggah kembali oleh akun @ramzyramses di Twitter dan terlihat kandungan gula dalam minuman tersebut sebanyak 31 gram.

Dalam unggahan tersebut, ia juga menuliskan kalau maksimal konsumsi gula setiap harinya seseorang hanya 50 gram. Oleh sebab itu menurutnya 31 gram sudah termasuk tinggi gula. Namun, berapa sebenarnya batas minuman yang dianjurkan?

Mengutip situs Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI,  berdasarkan Permenkes Nomor 20 Tahun 203, kadar gula, garam, dan lemak memiliki aturannya tersendiri. Untuk gula, dianjurkan hanya mengonsumsi 10 persen dari total energi. Hal ini setara dengan 4 sendok makan atau 50 gram per harinya.

Untuk kadar ini juga sudah disesuaikan agar seseorang tersebut tidak terkena berbagai penyakit yang berbahaya. Gula yang berlebih sendiri juga akan mendorong munculnya penyakit diabetes yang dapat membahayakan nyawa seseorang.

Tidak hanya itu, ketika penyakit tersebut sudah mengarah ke komplikasi, penyakit-penyakit tersebut juga dapat menyerang berbagai organ tubuh seperti jantung, ginjal, serta saraf-saraf tubuh lainnya.

Ilustrasi gula pasir.(Pxhere.com)
Ilustrasi gula pasir.(Pxhere.com)

Perlu diketahui, selain gula hal yang juga penting dibatasi yaitu lemak dan garam. Untuk konsumsi garam, setiap orang diperbolehkan mengonsumsi sekitar 2000 mg natrium per harinya. Hal ini setara dengan satu sendok teh garam per hari.

Sementara untuk lemak, setiap orang dianjurkan untuk mengonsumsi 20 hingga 25 persen dari total energi. Hal tersebut setara dengan 702 kkal per harinya. Sama halnya dengan gula, jika konsumsi lemak serta garam berlebih, ini akan menyebabkan berbagai penyakit seperti gangguan kardiovaskular hingga tekanan darah tinggi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Warganet Kesal Es Teh Indonesia Layangkan Somasi kepada Konsumen: Fix Gamau Beli Lagi!

Warganet Kesal Es Teh Indonesia Layangkan Somasi kepada Konsumen: Fix Gamau Beli Lagi!

| Minggu, 25 September 2022 | 15:15 WIB

Kritik Produk Es Teh dan Dapat Somasi, Netizen: Memang Benar Bisa Memicu Diabetes

Kritik Produk Es Teh dan Dapat Somasi, Netizen: Memang Benar Bisa Memicu Diabetes

| Minggu, 25 September 2022 | 14:02 WIB

Mengenal PCOS, Penyebab Infertilitas Pada Perempuan Akibat Terlalu Banyak Konsumsi Gula

Mengenal PCOS, Penyebab Infertilitas Pada Perempuan Akibat Terlalu Banyak Konsumsi Gula

| Minggu, 25 September 2022 | 14:02 WIB

Terkini

BPOM Catat 10 Kematian Akibat Campak, Akses Vaksin Inovatif Dikebut

BPOM Catat 10 Kematian Akibat Campak, Akses Vaksin Inovatif Dikebut

Health | Senin, 11 Mei 2026 | 12:19 WIB

15 Tanaman Penghambat Sel Kanker Menurut Penelitian, dari Kunyit hingga Daun Sirsak

15 Tanaman Penghambat Sel Kanker Menurut Penelitian, dari Kunyit hingga Daun Sirsak

Health | Senin, 11 Mei 2026 | 10:06 WIB

Dokter Penyakit Dalam Ingatkan Wabah Seperti Hantavirus Rentan pada Diabetes: Makanannya Gula!

Dokter Penyakit Dalam Ingatkan Wabah Seperti Hantavirus Rentan pada Diabetes: Makanannya Gula!

Health | Minggu, 10 Mei 2026 | 13:31 WIB

Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman

Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman

Health | Sabtu, 09 Mei 2026 | 14:56 WIB

Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?

Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 22:05 WIB

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:29 WIB

Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial

Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:22 WIB

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 11:49 WIB

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:17 WIB

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:01 WIB