Berniat Donor Jantung Saat Sudah Meninggal? Begini Syaratnya

Bimo Aria Fundrika, Lilis Varwati

Kamis, 10 November 2022 | 10:10 WIB
Berniat Donor Jantung Saat Sudah Meninggal? Begini Syaratnya
Ilustrasi donor jantung. [Shutterstock]

Suara.com - Layanan transplantasi jantung atau donor jantung akan segera ada di Indonesia. Rumah Sakit Pusat Jantung Nasional Harapan Kita (RSPJN Harapan Kita) akan jadi fasilitas kesehatan pertama di Indonesia yang melakukan tindakan tersebut. 

Orang yang menerima donor tersebut biasanya pasien gagal jantung dengan fungsi organ yang sangat lemah juga anak-anak yang mengalami kelainan jantung sejak lahir. Sedangkan untuk pendonor terdapat sejumlah syarat khusus.

Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Konsultan RSPJN Harapan Kita dr. Rarsari Soerarso, Sp.JP(K)., mengatakan, donor jantung biasanya diambil dari orang yang meninggal bukan karena sakit.

"Transplantasi kita ambil dari pasien sehat yang meninggal bukan karena sakit, misalnya kecelakaan, mati otak, terpenting tidak sakit jantung," jelas dokter Rarsari saat konferensi pers di RSPJN Harapan Kita, Jakarta, Selasa (8/11/2022). 

Transplantasi sebenarnya tindakan medis terakhir yang dilakukan dokter saat pasien tidak lagi bisa diberikan terapi lain, lanjut dokter Rarsari. 

"Pilihan donor sangat berat dan susah," imbuhnya.

Secara lengkap berikut syarat jantung bisa didonorkan:

1. Kondisi jantung sehat

Orang yang menjadi pendonor harus memenuhi kriteria jantung sehat agar tidak membahayakan pasien penerima organ.

baca juga

Dokter spesialis bedah jantung Dudy Arman Hanafy, Sp.BTKV (K) MARS., menjelaskan kriteria jantung sehat meliputi tidak ada kelainan struktur jantung, kelainan katup, kelainan bocor jantung, juga tidak ada penyempitan pembuluh darah jantung. 

"Pada dasarnya tidak ada riwayat hipertensi, sakit jantung artinya serangan jantung, tidak ada nyeri dada, tidak ada kolesterol. Walaupun kolesterol, tekanan darah tinggi  itu bisa diobati," jelasnya.

2. Golongan darah sama

Jantung berfungsi untuk memompa darah. Sehingga antara pendonor dan penerima harus memiliki kesamaan golongan darah dan rhesus-nya. Sehingga, para dokter biasanya telah memiliki data golongan darah pasien yang membutuhkan donor jantung.

3. Selisih berat badan tidak jauh berbeda

Dokter Dudy menjelaskan bahwa selisih berat badan antara pemberi dan penerima donor jantung tidak boleh lebih dari 20 persen. Karena hal tersebut tentu akan mempengaruhi ukuran jantung. 

"Artinya seseorang yang beratnya 100 kilo nggak mungkin kita kasih jantung ke pasien yang 60 kilo, jadi hanya boleh 20 persen. Kalau pasien 60 kilo berarti antara 48 kilo sampai 80 kilo," tuturnya.

4. Sesuai gender

Bila kondisi memungkinkan, donor jantung dari perempuan diutamakan untuk diberikan kepada pasien perempuan. Begitu pula sebaliknya. Meski begitu, menurut dokter Dody, aturan tersebut tidak selalu baku.

"Tapi boleh saja kalau kepepet, tapi lebih baik sesama gender," ujarnya. 

5. Usia

Ada batas maksimal untuk pemberi donor jantung. Dokter Dudy menyampaikan bahwa maksimal 55 tahun. Sebab di atas itu dikhawatirkan kondisi jantung sudah tidak optimal. Selain itu, penerima donor jantung juga biasanya dibatasi sampai usia 70 tahun. 

Lalu bagaimana cara agar bisa mendonorkan jantung saat meninggal?

Dokter Dudy menyampaikan, saat ini Indonesia belum mempunya mekanisme terkait hal tersebut.

"Kita baru mau bangun sistemnya dan saat ini daftar ke RS Harapan Kita aja dulu. Sebetulnya dari komunitas transplantasi nasional mau dibuat suatu community atau badan untuk hal tersebut. Harusnya sih memang independen dan harus diambil oleh tim kita. Sama seperti di luar negeri dan negara maju itu sudah dipegang oleh suatu badan yang dinaungi," tuturnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tak Sembarangan, Ini Syarat Donor Jantung yang Wajib Dipenuhi!

Tak Sembarangan, Ini Syarat Donor Jantung yang Wajib Dipenuhi!

Sumbar | Rabu, 09 November 2022 | 17:15 WIB

Biar Cepat Matang di Acara Pernikahan Tradisional, Seorang Pria Lakukan Hal Tak Terduga Ini ke Buah Pisang

Biar Cepat Matang di Acara Pernikahan Tradisional, Seorang Pria Lakukan Hal Tak Terduga Ini ke Buah Pisang

Lifestyle | Rabu, 09 November 2022 | 13:15 WIB

Tanya Dokter: Nyeri Dada Pasti Tanda Ada Gangguan Jantung, Dok?

Tanya Dokter: Nyeri Dada Pasti Tanda Ada Gangguan Jantung, Dok?

Health | Rabu, 09 November 2022 | 06:30 WIB

Terkini

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:49 WIB

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:07 WIB

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:05 WIB

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:00 WIB

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Health | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:41 WIB

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:51 WIB

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:03 WIB

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:14 WIB

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 09:45 WIB

Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi

Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi

Health | Jum'at, 19 Juni 2026 | 17:01 WIB