Jokowi Minta Jangan Pilih Pemimpin yang Hanya Duduk di Istana Ber-AC, Dampaknya Pada Kesehatan Ternyata Berbahaya

Bimo Aria Fundrika | Lilis Varwati | Suara.com

Minggu, 27 November 2022 | 16:25 WIB
Jokowi Minta Jangan Pilih Pemimpin yang Hanya Duduk di Istana Ber-AC, Dampaknya Pada Kesehatan Ternyata Berbahaya
Presiden Joko Widodo menyapa relawan saat menghadiri acara Gerakan Nusantara Bersatu: Satu Komando Untuk Indonesia di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (26/11/2022). [ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/nym].

Suara.com - Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) mulai mengingatkan para relawannya untuk tidak asal pilih calon pemimpin pada pemilu 2024 nanti. Ia meminta jangan sampai memilih pemimpin yang hanya duduk di Istana dengan ruangan AC dingin. 

Hal itu disampaikan Jokowi dalam acara silaturami akbar bersama relawan Jokowi bertajuk Nusantara Bersatu di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (26/11/2022).

Sejumlah orang dalam acara silaturami akbar relawan Jokowi bertajuk Gerakan Nusantara Bersatu di SUGBK, Jakarta, Sabtu (26/11/2022) tampak membentangkan spanduk bertuliskan 'Jokowi 3 Periode'. (Suara.com/Bagaskara)
Sejumlah orang dalam acara silaturami akbar relawan Jokowi bertajuk Gerakan Nusantara Bersatu di SUGBK, Jakarta, Sabtu (26/11/2022) tampak membentangkan spanduk bertuliskan 'Jokowi 3 Periode'. (Suara.com/Bagaskara)

"Jangan sampai, jangan sampai, jangan sampai kita memilih pemimpin yang nanti senangnya duduk di istana AC-nya dingin," tuturnya.

Jokowi bahkan mengulangi ucapan itu sampai berkali-kali.

"Jangan sampai, saya ulang kita memilih pemimpin yang senang duduk di Istana yang AC-nya dingin, ini negara besar, ini negara besar, jangan hanya duduk manis di Istana presiden," sambungnya.

Diketahui, sejak masih menjadi Walikota Solo, Jokowi dikenal sebagai pemimpin yang gemar blusukan ke berbagai tempat.

Terlepas dari itu, terlalu lama duduk di tempat dengan pendingan ruangan memang tidak baik untuk kesehatan. Duduk di ruangan ber-AC sepanjang hari juga sepanjang malam dapat menimbulkan beberapa efek berbahaya dan tidak menyenangkan pada tubuh.

Dikutip dari Doctor NDTV, berikut tujuh dampaknya terhadap kesehatan:

1. Mata kering

Jika sudah mengalami mata kering, terlalu lama berada di AC dapat memperburuk gejala. Mata kering akan terasa lebih gatal dan merah. Orang dengan sindrom mata kering sebaiknya memilih untuk tidak tinggal di ruangan AC terlalu lama.

2. Kulit kering

Kulit kering dan gatal bisa menjadi fenomena normal pada orang yang terlalu lama duduk di ruangan ber-AC di dalam ruangan. Paparan AC yang berlebihan bersamaan dengan paparan sinar matahari dapat membuat kulit menjadi kering dan gatal. Kondisi kulit yang awalnya normal, mungkin bisa kembali seperti biasa setelah beberapa jam berada di luar ruangan. Tetapi bila kulit telah kering bisa jadi terlalu lama.

3. Dehidrasi

Tingkat dehidrasi lebih tinggi di ruang dengan AC. Jika AC menyedot terlalu banyak kelembapan dari ruangan, Anda akan merasa dehidrasi. 

4. Masalah pernapasan

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kritisi soal Relawan di GBK, Demokrat Sebut Jokowi Tak Pantas: Lebih Baik Uangnya untuk Korban Cianjur

Kritisi soal Relawan di GBK, Demokrat Sebut Jokowi Tak Pantas: Lebih Baik Uangnya untuk Korban Cianjur

| Minggu, 27 November 2022 | 14:56 WIB

Heboh Penghina Ibu Negara Iriana Jokowi Diusir Paksa hingga Diarak Warga, Begini Faktanya

Heboh Penghina Ibu Negara Iriana Jokowi Diusir Paksa hingga Diarak Warga, Begini Faktanya

Sumbar | Minggu, 27 November 2022 | 14:09 WIB

Menerka Siapa Politisi Rambut Putih, Disebut Jokowi Pemimpin yang 'Mikirin' Rakyat, Ini 4 Namanya

Menerka Siapa Politisi Rambut Putih, Disebut Jokowi Pemimpin yang 'Mikirin' Rakyat, Ini 4 Namanya

News | Minggu, 27 November 2022 | 14:06 WIB

Terkini

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB