Tidak Bergejala, IDAI Curigai Kasus Polio Bisa Jadi Sudah Banyak Tapi Tidak Diketahui

M. Reza Sulaiman | Dini Afrianti Efendi
Tidak Bergejala, IDAI Curigai Kasus Polio Bisa Jadi Sudah Banyak Tapi Tidak Diketahui
Ilutrasi vaksin polio. (Shutterstock)

IDI mencurigai adanya kemungkinan penderita yang juga mengalami polio, tetapi tidak terdeteksi.

Suara.com - Munculnya kasus polio di Pidie, Aceh beberapa waktu lalu hingga kini masih menjadi perhatian dunia kesehatan. Bahkan, kemunculannya ini menyebabkan penyakit satu ini ditetapkan sebagai kejadian luar biasa (KLB).

Melihat kemunculan polio ini, Anggota UKK Infeksi Penyakit Tropik IDAI, Dr dr Raihan, SpA(K) mengatakan, kemungkinan terdapat penderita yang juga mengalami polio, tetapi tidak terdeteksi. Hal ini karena penyakit polio juga bisa tidak menimbulkan gejala sama sekali.

Sementara itu, Dokter Raihan menjelaskan, orang yang tidak bergejala itu bisa saja menjadi sumber penularan kepada lainnya. Dengan begitu kasusnya akan semakin banyak tanpa menimbulkan gejala sama sekali.

Ilustrasi virus Polio. [Shutterstock]
Ilustrasi virus Polio. [Shutterstock]

"Orang yang tak bergejala itu justru akan menjadi sumber penularan yang bisa menimbulkan banyak orang-orang yang terjangkit terus," ungkap Dokter Raihan dalam media briefing secara virtual, Jumat (2/12/2022).

Baca Juga: PPKM Dicabut, Masih Perlu Vaksin Covid-19 Booster Kedua Enggak Sih?

Tidak hanya itu, Dokter Raihan menuturkan, kondisi ini ditakutkan seperti fenomena gunung es. Artinya, satu penderita terdeteksi tanpa gejala. Namun, sebenarnya sudah banyak juga yang mengalami kondisi sama. hanya saja tidak menunjukkan gejala.

“Ini penemuan satu kasus menjadi kejadian luar biasa. Bisa saja kasusnya seperti fenomena gunung es, terlihat sedikit tapi bisa jadi (sudah) 200-an kasus tidak bergejala,” jelas Dokter Raihan.

“Jadi yang kelihatan ada satu di atas kan kalau fenomena gunung es ada kan yang kelihatan puncaknya saja padahal di bawah itu bisa lebih besar dan lebih banyak lagi,” sambungnya.

Dari satu kasus yang sudah terdeteksi itu, pihak tenaga kesehatan langsung memeriksa apakah ada penularan kepada lingkungan sekitar demi memutus rantai penularan polio

Sementara itu, Dokter Raihan menjelaskan, ketika di sebuah lingkungan ditemukan gejala, diharapkan agar segera dilaporkan. Bahkan, sebelum ada pernyataan orang tersebut positif polio, lebih baik adanya pelaporan sehingga proses pencegahan agar tidak meluas.

Baca Juga: Masuk Wilayah KLB Campak, Dinkes DIY Catat 48 Kasus Sepanjang Tahun 2022

Hingga saat ini, di Indonesia ini sudah tercatat 4 orang positif kasus polio di Indonesia. Pemerintah juga tekankan untuk terus melakukan imunisasi polio untuk mencegah penularan penyakit satu ini. Selain itu, pemeriksaan kepada masyarakat juga tetap dilaksanakan hingga saat ini.