Tanya Dokter: Apa Bedanya Diabetes Gula Basah dengan Gula Kering, Dok?

M. Reza Sulaiman | Lilis Varwati | Suara.com

Jum'at, 23 Desember 2022 | 17:35 WIB
Tanya Dokter: Apa Bedanya Diabetes Gula Basah dengan Gula Kering, Dok?
Tanya dokter soal diabetes gula basah dan gula kering. (Pexels/NataliyaVaitkevich)

Suara.com - Masyarakat kerap mengenal istilah penyakit gula basah dan gula kering. Benarkah ada jenis diabetes seperti itu? Yuk tanya dokter untuk tahu jawabannya

Diabetes melitus sering disebut juga penyakit gula darah tinggi. Secara medis, jenis penyakit diabetes sebenarnya dibagi menjadi empat. Di antaranya, diabetes tipe 1, diabetes tipe 2, diabetes gestasional atau pada ibu hamil, dan diabetes lainnya.

Kaki borok karena neuropati akibat diabetes gula basah. (Dok. Kemenkes)
Kaki borok karena neuropati akibat diabetes gula basah. (Dok. Kemenkes)

Pada artikel Tanya Dokter kali ini akan dijelaskan oleh dokter spesialis penyakit dalam dari Rumah Sakit Jantung Binawaluyadr. Ni Nengah Aryanti Dewi, Sp.PD., sebagai berikut.

Apa bedanya diabetes gula basah dengan gula kering, dok?

Istilah gula basah dan gula kering sebenarnya tidak ada di kami (dokter) secara medis, hanya ada empat jenis diabetes itu. Keempat jenis tersebut bisa mengalami diabetes basah dan kering.

Yang dimaksud oleh orang awam dengan diabetes basah itu sebenarnya berkomplikasi. Gula basah identik dengan komplikasi luka. Kalau gula kering belum komplikasi. Karena memang saat seseorang menderita diabetes, rentan alami luka dan gula darah yang tinggi akan membuat luka jadi susah sembuh.

Apa penyebab diabetes bisa sampai gula basah, dok?

Kalau gula darah pasien diabetes sudah sampai di atas 200, dia tidak hanya ada di dalam darah tapi sudah menggerogoti saraf. Yang paling sering terkena pada saraf kaki, jadi terasa kebas atau kesemutan.

Kaki kan digunakan untuk menginjak, berjalan, saat injak sesuatu tidak terasa. Saat sudah borok baru terasa. Jadi pertama kebas, tak terasa, saat luka tidak sadar. Makanya pasien diabetes disarankan untuk pakai kaus kaki.

Kenapa pasien diabetes bila alami luka jadi susah sembuh?

Karena jaringannya sudah mati. Kalau area luka dibiarkan bisa jadi sumber infeksi, maka tak jarang harus dipotong. Itu kenapa ada pendapat 'mending gula kering daripada gula basah'. Tapi sebenarnya ya lebih baik tidak diabetes.

Orang yang awalnya diabetes kering lama-lama juga bisa jadi gula basah kalau kadar gula darah tidak terkontrol, terjadi luka, dan tidak sembuh.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

6 Penyebab Flek Hitam di Wajah, Kepanasan Sinar Matahari hingga Efek Diabetes

6 Penyebab Flek Hitam di Wajah, Kepanasan Sinar Matahari hingga Efek Diabetes

Lifestyle | Minggu, 18 Desember 2022 | 18:00 WIB

7 Pantangan Makanan Asam Urat, Jangan Nekat Makan Jeroan!

7 Pantangan Makanan Asam Urat, Jangan Nekat Makan Jeroan!

Lifestyle | Kamis, 15 Desember 2022 | 16:00 WIB

7 Ide Menu Sarapan untuk Penderita Diabetes, Kadar Gula Darah Tetap Aman

7 Ide Menu Sarapan untuk Penderita Diabetes, Kadar Gula Darah Tetap Aman

Lifestyle | Minggu, 11 Desember 2022 | 17:00 WIB

Terkini

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 19:57 WIB

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 13:21 WIB

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 21:12 WIB

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 10:42 WIB

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:55 WIB

Transformasi Digital di Rumah Sakit: Bagaimana AI dan Sistem Integrasi Digunakan untuk Pasien

Transformasi Digital di Rumah Sakit: Bagaimana AI dan Sistem Integrasi Digunakan untuk Pasien

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 08:47 WIB

Standar Internasional Teruji, JEC Kembali Berjaya di Healthcare Asia Awards

Standar Internasional Teruji, JEC Kembali Berjaya di Healthcare Asia Awards

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 05:00 WIB