Waspada! 5 Risiko Asap Knalpot yang Dapat Mengancam Nyawa

M. Reza Sulaiman | Suara.com

Jum'at, 10 Maret 2023 | 14:33 WIB
Waspada! 5 Risiko Asap Knalpot yang Dapat Mengancam Nyawa
Ilustrasi knalpot sepeda motor. [Hans/Pixabay]

Suara.com - Kepadatan volume kendaraan tidak hanya berdampak pada kemacetan di ruas jalan, melainkan juga akan bahaya kesehatan tubuh yang bahkan dapat mengancam nyawa.

Asap knalpot yang dihasilkan oleh kendaraan bermotor mau pun mobil inilah yang memicu pencemaran udara sehingga berdampak pada kesehatan masyarakat.

Berdasarkan data Air Quality Indeks (AQI), kualitas udara di Jakarta cukup buruk akan polusinya.

Asap knalot merupakan sisa pembakaran mesin yang mengandung gas dan partikel halus dan bisa membahayakan kesehatan yang mengandung berbagai zat kimia.

Kabut polusi udara menyelimuti gedung-gedung bertingkat di Jakarta, Rabu (15/6/2022). [Suara.com/Alfian Winanto]
Kabut polusi udara menyelimuti gedung-gedung bertingkat di Jakarta, Rabu (15/6/2022). [Suara.com/Alfian Winanto]

Ketika asap knalpot ini keluar tentunya akan membaur di udara, tak dipungkiri orang-orang di sekitarnya akan menghirup udara tersebut. Tanpa disadari, udara yang sudah terkontaminasi tersebut akan masuk ke saluran pernapasan yang dapat berbahaya bagi kesehatan tubuh.

Sebagaimana dilansir dari laman Hello Sehat pada Jumat (10/3/2023), berikut 5 risiko yang dapat mengancam nyawa akibat asap knalpot.

1. Kanker

Terdapat zat-zat berbahaya pada asap knalpot seperti arsenic, benzena, formaldehye, dan 1,3- butadiene yang bersifat karsinogenik yang berpotensi penyakit kanker karena adanya perubahan mutasi genetik.

Environmental Protection Agency, Amerika Serikat memperkirakan bahwa asap kendaraan berkaitan dengan kasus kanker hampir setengahnya.

2. Penyakit Jantung

Partikel halus dan beracun yang terdapat pada asap knalpot dapat masuk ke paru-paru sehingga bisa mengalir ke seluruh tubuh melalui pembuluh darah. Akibatnya, paparan asap knalpot ini dapat berisiko penyakit jantung dan kardiovaskular (pembuluh darah).

3. Otak dan Saraf

Penelitian dari jurnal The Science of The Total Environment pada tahun 2016 menyebutkan, asap knalpot meningkatkan risiko penyakit otak dan saraf seperti stroke. Selain itu polusi udara dari asap knalpot juga dapat meningkatkan risiko demensia.

Pemicunya adalah asap knalpot memiliki kandungan zat berbahaya yang dapat merusak pembuluh darah serta mencegah otak untuk mendapatkan oksigen yang cukup.

Ilustrasi knalpot bersuhu panas. (Pixabay)
Ilustrasi asap knalpot. (Pixabay)

4. Gangguan Pernapasan

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Timpuk dengan Batu Pemotor Berkenalpot Bising Hingga Tewas, 12 Pemuda Tasikmalaya Diamankan Polisi

Timpuk dengan Batu Pemotor Berkenalpot Bising Hingga Tewas, 12 Pemuda Tasikmalaya Diamankan Polisi

| Senin, 06 Maret 2023 | 21:44 WIB

Mario Dandy Satriyo Pernah Ditegur Warga Kampung di Jogja Akibat Ngebut dan Pakai Knalpot Brong

Mario Dandy Satriyo Pernah Ditegur Warga Kampung di Jogja Akibat Ngebut dan Pakai Knalpot Brong

Jogja | Senin, 27 Februari 2023 | 17:41 WIB

Meresahkan, 57 Knalpot Brong Disita Polres Bondowoso

Meresahkan, 57 Knalpot Brong Disita Polres Bondowoso

| Sabtu, 25 Februari 2023 | 13:07 WIB

Terkini

BPOM Catat 10 Kematian Akibat Campak, Akses Vaksin Inovatif Dikebut

BPOM Catat 10 Kematian Akibat Campak, Akses Vaksin Inovatif Dikebut

Health | Senin, 11 Mei 2026 | 12:19 WIB

15 Tanaman Penghambat Sel Kanker Menurut Penelitian, dari Kunyit hingga Daun Sirsak

15 Tanaman Penghambat Sel Kanker Menurut Penelitian, dari Kunyit hingga Daun Sirsak

Health | Senin, 11 Mei 2026 | 10:06 WIB

Dokter Penyakit Dalam Ingatkan Wabah Seperti Hantavirus Rentan pada Diabetes: Makanannya Gula!

Dokter Penyakit Dalam Ingatkan Wabah Seperti Hantavirus Rentan pada Diabetes: Makanannya Gula!

Health | Minggu, 10 Mei 2026 | 13:31 WIB

Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman

Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman

Health | Sabtu, 09 Mei 2026 | 14:56 WIB

Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?

Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 22:05 WIB

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:29 WIB

Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial

Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:22 WIB

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 11:49 WIB

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:17 WIB

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:01 WIB