Tuberkulosis di Indonesia Tembus 969 Ribu Kasus, Prof Tjandra: Tingkatkan Upaya 5 Pedoman dari WHO

M. Reza Sulaiman

Jum'at, 24 Maret 2023 | 11:15 WIB
Tuberkulosis di Indonesia Tembus 969 Ribu Kasus, Prof Tjandra: Tingkatkan Upaya 5 Pedoman dari WHO
Ilustrasi batuk gejala Tuberkulosis. (Foto oleh Edward Jenner dari Pexels)

Suara.com - Hari Tuberkulosis Sedunia, pakar kesehatan menyebut jumlah kasus TB di Indonesia masih akan terus bertambah jika tak dilakukan penanganan yang tepat.

Mantan Direktur Penyakit Menular WHO Asia Tenggara, Prof Tjandra Yoga Aditama mengatakan, tuberkulosis di Indonesia jumlah kasus baru di tahun 2022 tembus 969 ribu dan 144 ribu kematian dalam satu tahun. Angka tersebut tergolong fantastis dan menjadi menjadi masalah serius.

Data penemuan kasus baru di tahun 2023 menunjukkan angka 74 persen dari tahun sebelumnya. Setidaknya 86 persen untuk TB sensitif obat dan TB resisten obat berhasil masuk dalam pengobatan.

“Dari yang diobati, angka keberhasilan pengobatan kita untuk TB sensitif obat adalah 85 persen padahal targetnya 90 persen. Pasien TB resisten obat angka keberhasilan pengobatannya jauh lebih rendah lagi, yaitu hanya 51 persen dengan target yang harus dicapai adalah 80 persen,” terang pria yang juga menjabat sebagai Direktur Pasca Sarjana Universitas YARSI, dikutip pada Jumat (24/3/2023).

Tenaga kesehatan sampel thorax warga saat skrining tuberkulosis di Gelanggang Olahraga Otista, Jakarta, Kamis (9/2/2023). [Suara.com/Alfian Winanto]
Tenaga kesehatan sampel thorax warga saat skrining tuberkulosis di Gelanggang Olahraga Otista, Jakarta, Kamis (9/2/2023). [Suara.com/Alfian Winanto]

Adapun TB laten yakni kondisi dimana terdapat kuman tetapi tidak aktif. Kuman tersebut dapat menjadi aktif dan mengakibatkan tuberkulosis jika daya tahan tubuhnya menurun. Mereka yang terinfeksi TB laten berisiko 5-10 persen untuk jatuh sakit TB aktif.

Prof. Tjandra meminta dilakukannya Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT) untuk meminimalkan terjadinya kasus baru. Sayangnya, cakupan TPT di Indonesia ini masih rendah.

Melihat situasi yang begitu genting sekarang ini, maka kita perlu meningkatkan upaya maksimal agar target eliminasi tuberkulosis dapat tercapai.

World Health Organization (WHO) telah mengeluarkan lima pedoman dalam menanggulangi masalah penyakit tuberkulosis, diantaranya:

  1. Melakukan terapi pencegahan tuberkulosis.
  2. Skrining sistematik penyakit tuberkulosis.
  3. Tes cepat deteksi tuberkulosis.
  4. Mencakup pengobatan TB resisten obat.
  5. Membahas bagaimana menangani kasus TB anak dan dewasa.

Prof. Tjandra pun mengingatkan kembali mengenai singkatan tuberkulosis bukanlah TBC (disebut: tebese). Penyakit tuberkulosis tidak memiliki huruf ‘C’ sehingga singkatan yang tepat adalah TB.

baca juga

“Kalau toh masih ada yang mau menggunakan singkatan TBC maka membacanya harusnya adalah ‘tebece’, bukan ‘tebese’,” tutupnya. (Shilvia Restu Dwicahyani)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Hari Tuberkulosis Sedunia, Yuk Kenali Gejala dan Cara Pencegahannya

Hari Tuberkulosis Sedunia, Yuk Kenali Gejala dan Cara Pencegahannya

Health | Jum'at, 24 Maret 2023 | 09:37 WIB

Tuberkulosis Anak Melonjak Dua Kali Lipat, Waspadai Gejala dan Cari Tahu Pencegahannya

Tuberkulosis Anak Melonjak Dua Kali Lipat, Waspadai Gejala dan Cari Tahu Pencegahannya

Health | Selasa, 21 Maret 2023 | 09:45 WIB

IDAI Ungkap Situasi Genting TBC Anak, Makin Banyak Jadi Korban?

IDAI Ungkap Situasi Genting TBC Anak, Makin Banyak Jadi Korban?

Health | Selasa, 21 Maret 2023 | 08:43 WIB

Terkini

The Walk Hadir di Serpong, Satukan Kuliner dan Beauty dalam Satu Destinasi Lifestyle

The Walk Hadir di Serpong, Satukan Kuliner dan Beauty dalam Satu Destinasi Lifestyle

Lifestyle | Kamis, 17 September 2026 | 02:04 WIB

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Bali | Rabu, 16 September 2026 | 23:24 WIB

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 23:11 WIB

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 23:10 WIB

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Sumsel | Rabu, 16 September 2026 | 23:00 WIB

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:55 WIB

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 22:49 WIB

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:41 WIB

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Bri | Rabu, 16 September 2026 | 22:39 WIB

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:31 WIB

×