Heboh Rumah Aborsi di Kemayoran, IDI Minta Beda Aborsi Medis vs Aborsi Kriminal Diperjelas

M. Reza Sulaiman, Dini Afrianti Efendi

Jum'at, 30 Juni 2023 | 14:16 WIB
Heboh Rumah Aborsi di Kemayoran, IDI Minta Beda Aborsi Medis vs Aborsi Kriminal Diperjelas
Ilustrasi aborsi. (Shutterstock)

Suara.com - Menanggapi hebohnya penggerebekan rumah aborsi, di Kemayoran, Jakarta Pusat, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) minta negara bedakan aborsi medis vs aborsi kriminal. Aborsi adalah tindakan menggugurkan kandungan untuk mengakhiri kehamilan.

Dijelaskan Ketua Bidang Advokasi dan Legislasi PB IDI, dr. Ari Kusuma Januarto, SpOG(K) perbedaan aborsi medis vs aborsi kriminal perlu dijelaskan secara rinci dalam hukum Indonesia dan undang-undang kesehatan.

"Namun kita tahu, bahwa memang harus dipisah ya, seperti yang saat ini mana yang aborsi medis analis dan aborsi kriminalis, ini mungkin regulasinya lebih diperjelas," papar dr. Ari dalam keterangan yang diterima suara.com, Jumat (30/6/2023).

Apalagi kata dr. Ari ada 11 persen ibu yang mengalami unintended pregnancy atau kehamilan tidak diinginkan akibat jarak dengan kelahiran bayi sebelumnya yang terlalu dekat, masalah ketidaksiapan hingga kondisi finansial keluarga.

Ilustrasi aborsi. (Pixabay)
Ilustrasi aborsi. (Pixabay)

"Ada sekitar 11 persen adanya unintended pregnancy, perempuan-perempuan yang tidak menginginkan kehamilannya, mungkin karena masalah janin atau kesiapannya masalah sosial atau masalah kesehatannya sendiri," ujar dr. Ari.

Kondisi unintended pregnancy ini berbeda dengan kehamilan akibat pemerkosaan yang dialami remaja, maupun perempuan yang mengalami gangguan mental akibat kekerasan seksual.

Tapi syaratnya aborsi karena pemerkosaan ini diperbolehkan, jika usia janin belum menginjak 40 hari, sehingga korban pemerkosaan harus mengalami dilema, jika ia tidak sadar sudah hamil lebih dari 40 hari.

"Bahkan harus ada indikasi medisnya, sesuai dengan undang-undang Kesehatan Nomor 36 menyatakan nomor 75 ayat 2, menyatakan bahwa ini pun dilakukan atas indikasi ke daratan medis dan kehamilan akibat ada pemerkosaan," jelas dr. Ari.

Aborsi ilegal seperti yang terjadi di Kemayoran, Jakarta Pusat juga dinilai dr. Ari berbahaya karena ada berbagai risiko medis yang bisa mengancam, dari mulai pendarahan, efek pembiusan, hingga gangguan mental.

baca juga

Belum lagi jika praktik aborsi dilakukan di fasilitas medis yang tidak layak dan sesuai standar, maka akan memicu komplikasi penyakit lainnya, dan masa depan perempuan tersebut bisa terancam.

"Oleh karena itu kita tahu bahwa tindakan ini harus dilakukan oleh orang-orang yang mempunyai kompetensi dan wewenang. Pentingnya bahwa, tindakan-tindakan ini dilakukan di fasilitas yang baik dan memang ini harus ditunjuk oleh pemerintah," tutup dr. Ari.

Sebelumnya, polisi melakukan penggerebekan di rumah aborsi ilegal di Kemayoran, Jakarta pusat atau tepatnya di Jalan Mirah Delima. Rumah juga sudah dipasang garis polisi.

Saat penggerebekan dilakukan ada 4 orang pasien yang bakal melakukan praktik aborsi ilegal ini. Bahkan saat ditemukan ada 3 orang pasien lain sedang beristirahat, karena baru selesai melakukan aborsi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Masih Merajalela, Ditemukan Praktik Aborsi di Kemayoran Jakarta Bikin Warga Gempar

Masih Merajalela, Ditemukan Praktik Aborsi di Kemayoran Jakarta Bikin Warga Gempar

Denpasar | Jum'at, 30 Juni 2023 | 12:00 WIB

5 Fakta Klinik Aborsi di Kemayoran: Janin Dibuang ke Kloset, Tarif Segini

5 Fakta Klinik Aborsi di Kemayoran: Janin Dibuang ke Kloset, Tarif Segini

News | Kamis, 29 Juni 2023 | 20:25 WIB

50 Wanita Aborsi di Klinik Kemayoran, Polisi: Janin Dibuang ke Kloset

50 Wanita Aborsi di Klinik Kemayoran, Polisi: Janin Dibuang ke Kloset

News | Kamis, 29 Juni 2023 | 10:44 WIB

Terkini

Tren Umrah Meningkat, Generasi Muda Kian Serius Menyiapkan Dana Ibadah

Tren Umrah Meningkat, Generasi Muda Kian Serius Menyiapkan Dana Ibadah

Bisnis | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 07:59 WIB

Bukan Sitaan Kasus BGN! Motor Trail Terbengkalai di Lahan Kosong Bekasi Ternyata Proyek Kemhan

Bukan Sitaan Kasus BGN! Motor Trail Terbengkalai di Lahan Kosong Bekasi Ternyata Proyek Kemhan

News | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 07:58 WIB

BRI Siapkan Buyback Saham Tahap II Rp1 Triliun, Tegaskan Optimisme Pertumbuhan

BRI Siapkan Buyback Saham Tahap II Rp1 Triliun, Tegaskan Optimisme Pertumbuhan

Bekaci | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 07:58 WIB

Bidik Pertumbuhan Jangka Panjang, BRI Kembali Siapkan Buyback Saham Rp1 Triliun

Bidik Pertumbuhan Jangka Panjang, BRI Kembali Siapkan Buyback Saham Rp1 Triliun

Jakarta | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 07:52 WIB

Krisis Pendangkalan Sungai Kapuas, Pemerintah Akali Jalur Distribusi BBM di Kalbar

Krisis Pendangkalan Sungai Kapuas, Pemerintah Akali Jalur Distribusi BBM di Kalbar

Bisnis | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 07:51 WIB

Perkuat Kepercayaan Investor, BRI Siapkan Buyback Saham Tahap II Rp1 Triliun

Perkuat Kepercayaan Investor, BRI Siapkan Buyback Saham Tahap II Rp1 Triliun

Jawa Tengah | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 07:46 WIB

Optimistis Tumbuh Jangka Panjang, BRI Siapkan Buyback Saham Rp1 Triliun

Optimistis Tumbuh Jangka Panjang, BRI Siapkan Buyback Saham Rp1 Triliun

Jogja | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 07:41 WIB

Digeruduk Massa, Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud Janji Temui Pemerintah Pusat

Digeruduk Massa, Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud Janji Temui Pemerintah Pusat

Kaltim | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 07:40 WIB

OJK Ketemu 336 Investor Global usai Pengumuman MSCI, Ini yang Dibahas

OJK Ketemu 336 Investor Global usai Pengumuman MSCI, Ini yang Dibahas

Bisnis | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 07:25 WIB

Babak Baru Skandal Makan Minum DPRD Jember: Giliran Eks Sekwan Dijebloskan ke Penjara

Babak Baru Skandal Makan Minum DPRD Jember: Giliran Eks Sekwan Dijebloskan ke Penjara

Jatim | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 07:25 WIB

×