Bayi Baru Lahir Perlu Jalani 3 Tes Kesehatan Ini, Gunanya Buat Apa?

M. Reza Sulaiman | Lilis Varwati | Suara.com

Sabtu, 22 Juli 2023 | 19:10 WIB
Bayi Baru Lahir Perlu Jalani 3 Tes Kesehatan Ini, Gunanya Buat Apa?
ilustrasi bayi baru lahir. (Shutterstock)

Suara.com - Pertumbuhan bayi baru lahir sampai usia 2 tahun menjadi waktu yang krusial dalam hidupnya. Pasalnya waktu tersebut masih termasuk dalam 1.000 hari pertama kehidupan anak di mana tumbuh kembangnya terjadi lebih cepat, terutama organ otak.

Untuk itu, tes kesehatan pada bayi baru lahir penting dilakukan untuk mencegah maupun mengatasi lebih cepat bila ada masalah kesehatan pada anak. Dokter Spesialis Ilmu Kesehatan Anak dr. Setya Dewi Lusyati, Sp. A., mengatakan bahwa pemeriksaan pertama yang dilakukan berupa pemeriksaan fisik.

"Pemeriksaan yang meliputi pemeriksaan jenis kelamin, pengukuran berat dan panjang badan, serta ada-tidaknya kelainan bawaan yang terlihat secara kasat mata ini idealnya dilakukan di hadapan orang tua. Memasuki usia 48 jam, beberapa pemeriksaan lain pun perlu dilakukan," kata dokter Setya dalam keterangan persnya, Selasa (18/7/2023).

ilustrasi bayi baru lahir (Pexels/Isaac Taylor)
ilustrasi bayi baru lahir (Pexels/Isaac Taylor)

Pemeriksaan lain itu di antaranya:

1. Fungsi tiroid (Thyroid Stimulating Hormone/TSH)

Tes TSH dilakukan dengan pengambilan darah. Kekurangan tiroid dapat mengganggu pertumbuhan fisik dan kemampuan mental secara perlahan. Jika diketahui ada gangguan dari pemeriksaan ini, pengobatan dapat dilakukan sebelum bayi berusia satu bulan.

2. Fungsi enzim Glucose-6-Phosphate Dehydrogenase (G6PD)

Pada masyarakat Asia, khususnya Asia Timur, risiko kekurangan enzim lebih tinggi. Kondisi itu menyebabkan sel darah merah lebih cepat pecah dibanding pembentukannya, sehingga menyebabkan anemia dan mudah kuning.

3. Kelainan jantung bawaan biru

Dilakukan dengan pemeriksaan saturasi oksigen pada jari atau tangan kanan. Jika saturasi di bawah 90 persen, diperlukan pemeriksaan lanjutan berupa echocardiography (USG jantung) untuk memastikan ada atau tidaknya kelainan pada jantung.

"Pemeriksaan tambahan diperlukan bagi bayi dari orang tua dengan riwayat kelainan bawaan. Pada bayi seperti ini, jika ada kelainan biasanya terlihat saat pemeriksaan USG, meski ada pula potensi tidak terlihat," saran dokter Setya.

Jika kelainan bawaan memerlukan pemeriksaan genetik atau kromosom, orang tua akan dimintai persetujuan untuk dilakukannya pemeriksaan tersebut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jangan Dilarang, Anak Main di Luar Rumah Juga Ada Manfaatnya Lho Bun!

Jangan Dilarang, Anak Main di Luar Rumah Juga Ada Manfaatnya Lho Bun!

Health | Jum'at, 21 Juli 2023 | 17:55 WIB

3 Cara Mengurus BPJS Kesehatan untuk Bayi Baru Lahir

3 Cara Mengurus BPJS Kesehatan untuk Bayi Baru Lahir

News | Jum'at, 21 Juli 2023 | 16:22 WIB

Cegah Bayi Baru Lahir Meninggal karena Penyakit Jantung Bawaan, Orangtua Harus Tahu Pentingnya Skrining

Cegah Bayi Baru Lahir Meninggal karena Penyakit Jantung Bawaan, Orangtua Harus Tahu Pentingnya Skrining

Health | Selasa, 18 Juli 2023 | 15:26 WIB

Terkini

Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien

Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 23:08 WIB

Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia

Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 12:18 WIB

Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif

Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 10:40 WIB

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 06:58 WIB

Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?

Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:59 WIB

Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai

Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:39 WIB

Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien

Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 11:30 WIB

Merasa Sehat Bisa Menipu, Cerita Iwet Ramadhan dan Dave Hendrik Jadi Peringatan Bahaya Hipertensi

Merasa Sehat Bisa Menipu, Cerita Iwet Ramadhan dan Dave Hendrik Jadi Peringatan Bahaya Hipertensi

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 09:30 WIB

Robekan Aorta Tingkatkan Risiko Kematian Tiap Jam, Layanan Terpadu Jadi Kunci Penyelamatan

Robekan Aorta Tingkatkan Risiko Kematian Tiap Jam, Layanan Terpadu Jadi Kunci Penyelamatan

Health | Jum'at, 22 Mei 2026 | 13:11 WIB

Heboh Wanita Bekasi Tunjukkan Wajah Khas Gagal Ginjal, Waspadai Ciri-cirinya!

Heboh Wanita Bekasi Tunjukkan Wajah Khas Gagal Ginjal, Waspadai Ciri-cirinya!

Health | Jum'at, 22 Mei 2026 | 11:27 WIB