Hamil di Usia 35 Tahun Ke Atas Tingkatkan Kelahiran Anak Dengan Kondisi Down Syndrome? Dokter Bilang Begini

M. Reza Sulaiman, Fajar Ramadhan

Minggu, 30 Juli 2023 | 07:15 WIB
Hamil di Usia 35 Tahun Ke Atas Tingkatkan Kelahiran Anak Dengan Kondisi Down Syndrome? Dokter Bilang Begini
Ilustrasi Ibu Hamil (Pixabay/StockSnap)

Suara.com - Kelahiran anak dengan down syndrome menjadi salah satu kekhawatiran orang tua. Hal ini karena down syndrome bisa memengaruhi kualitas hidup anak. Namun, penting juga diketahui kalau down syndrome ini sendiri sangat dipengaruhi oleh orang tuanya sendiri.

Dikatakan, ibu hamil di atas usia 35 tahun memiliki risiko yang lebih tinggi melahirkan anak down syndrome. Dokter Spesialis Obgyn RS Premier Jatinegara, dr. Better Versi Panoiroi, SpOG mengatakan, kondisi kehamilan di atas 35 tahun berisiko lahirkan anak down syndrome karena kualitas sel telurnya menurun.

Berdasarkan penjelas dr. Better, ketika kualitas sel telur menurun, ini berisiko membuat anak down syndrome. Sementara, saat usia wanita sudah mencapai 35 tahun, kualitas sel telur akan menurun sehingga berisiko.

“Salah satu yang kita upayakan supaya enggak down syndrome tadi yaitu dengan kualitas sperma dan telur harus diperbaiki. Sementar untuk down syndrome ini risikonya kalau di bawah 35 tahun sebenarnya 1 persen. Tapi di atas 35 tahun meningkat jadi 5 persen kemungkinan terjadinya. Kenapa 35 meningkat karena kualitas sel telurnya menurun,” jelas dr. Better dalam Seminar dan Bazar Kesehatan Ibu & Anak, Minggu (29/7/2023).

Dokter Spesialis Obgyn RS Premier Jatinegara, dr. Better Versi Panoiroi, SpOG. (Fajar/Suara.com)
Dokter Spesialis Obgyn RS Premier Jatinegara, dr. Better Versi Panoiroi, SpOG. (Fajar/Suara.com)

Meski demikian, bukan berarti saat sudah mencapai 35 tahun itu pasrah. Pasalnya, wanita juga tetap bisa menjaga kualitas sel telurnya dengan menjaga gaya hidupnya seperti pola makan. Gaya hidup ini yang juga sangat berpengaruh pada kualitas sel telur tersebut.

“Bagaimana cara memperbaikinya? Dengan cara sederhana tadi yaitu dengan makanan yang dikonsumsi. Nutrisi harus terpenuhi dengan baik, Vitamin D, asam folat, vitamin A, dan lain berpengaruh pada kesehatan jantung. Down syndrome itu banyak salah satu kelainan lainnya pada jantung. Untuk nutrisinya juga berbeda-beda, tergantung berat badannya seperti apa, ” jelas dr. Better.

Tidak hanya itu, melakukan perencanaan saat hamil juga bisa membantu untuk mencegah kelahiran anak down syndrome. Perencanaan hamil ini akan sangat membantu mempersiapkan ibu kehamilan ibu agar lebih baik dan sehat.

“Perencanaan jadi penting tahu kenapa down syndrome di anak yang pertama dan gimana mencegahnya. Jadi tidak sekadar ikhtiar dan coba lagi, tapi harus direncanakan terlebih dahulu dengan baik. Jangan sampai yang kedua down syndrome lagi,” sambungnya.

Kondisi bayi juga bisa selalu diperiksa sejak hamil. Orang tua bisa melakukan pemeriksaan untuk mengetahui anak-anaknya apakah ada gejala janin alami down syndrome sejak dalam kandungan.

baca juga

“Bisa dideteksi dari kehamilan, yang pertama dengan ultrasonografi di kehamilan 11-13 minggu, atau screening anomali atau kelainan organ-organ di kehamilan 18-20 minggu. Kita bisa mencurigai apakah tulang hidungnya tidak terbentuk atau kecil, kemudian ada cairan di belakang leher, atau aliran darah polanya tidak normal,” ujar dr. Better.

Dengan demikian, jika ada gejala orang tua bisa segera melakukan pencegahan dengan pemenuhan nutrisi yang baik. Persiapan saat hamil juga jadi lebih baik. Apalagi, jika sejak hamil orang tua tidak benar-benar dipersiapkan, bisa sebabkan masalah saat anaknya dewasa nanti.

“Sangat penting (persiapan hamil), kalau tidak mempersiapkan kehamilan itu dewasanya akan menjadi penyakit yang bermasalah. Seperti yang saya tadi sampaikan, penyakit usia tua kita itu dibentuk dari kandungan. Jadi kalau kandungannya tidak benar, bisa diketahui kemungkinannya saat dewasa,” pungkas dr. Better.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Viral Anak Diduga Down Syndrome Antre Isi BBM dengan Sepeda, Aksi Petugas SPBU Banjir Pujian

Viral Anak Diduga Down Syndrome Antre Isi BBM dengan Sepeda, Aksi Petugas SPBU Banjir Pujian

Lifestyle | Senin, 29 Agustus 2022 | 11:38 WIB

Kisah Liza, Anak Down Syndrome Ukraina yang Tewas Kena Rudal Rusia saat Perjalanan ke Terapis

Kisah Liza, Anak Down Syndrome Ukraina yang Tewas Kena Rudal Rusia saat Perjalanan ke Terapis

News | Minggu, 17 Juli 2022 | 08:46 WIB

Jung Eun Hye Curhat Rasanya Jadi Down Syndrome, Ada Perubahan Pasca Bintangi Our Blues

Jung Eun Hye Curhat Rasanya Jadi Down Syndrome, Ada Perubahan Pasca Bintangi Our Blues

Your Say | Minggu, 19 Juni 2022 | 14:47 WIB

Terkini

Karhutla Sumsel Mencapai 1.926 Hektare, Ancaman Besarnya Justru Setelah Api Padam

Karhutla Sumsel Mencapai 1.926 Hektare, Ancaman Besarnya Justru Setelah Api Padam

Sumsel | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:56 WIB

Karhutla Sumsel Tembus 664,97 Hektare, 1.077 Kejadian Tercatat hingga Agustus

Karhutla Sumsel Tembus 664,97 Hektare, 1.077 Kejadian Tercatat hingga Agustus

Sumsel | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:56 WIB

Bank Sumsel Babel dan Kodam II/Sriwijaya Perkuat Akses Layanan Keuangan Prajurit

Bank Sumsel Babel dan Kodam II/Sriwijaya Perkuat Akses Layanan Keuangan Prajurit

Sumsel | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:53 WIB

Menteri Kebudayaan Fadli Zon Beberkan Alasan Geser Konser GBN dari Kota Tua ke Kabupaten Bogor

Menteri Kebudayaan Fadli Zon Beberkan Alasan Geser Konser GBN dari Kota Tua ke Kabupaten Bogor

Bogor | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:37 WIB

Polrestabes Bandung: Sopir Truk Jadi Tersangka Tabrak Lari yang Tewaskan Polisi

Polrestabes Bandung: Sopir Truk Jadi Tersangka Tabrak Lari yang Tewaskan Polisi

Jabar | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:13 WIB

Cara Dapat Diskon Tiket Gaia Music Festival 2026 Pakai BRImo

Cara Dapat Diskon Tiket Gaia Music Festival 2026 Pakai BRImo

Bri | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:03 WIB

Beli Produk Nespresso Pakai BRI Bisa Hemat Rp750 Ribu

Beli Produk Nespresso Pakai BRI Bisa Hemat Rp750 Ribu

Bri | Selasa, 11 Agustus 2026 | 22:35 WIB

InJourney & Garuda Indonesia Kolaborasi: Gratiskan 170.845 Tiket Domestik Bagi Wisatawan Mancanegara

InJourney & Garuda Indonesia Kolaborasi: Gratiskan 170.845 Tiket Domestik Bagi Wisatawan Mancanegara

Bisnis | Selasa, 11 Agustus 2026 | 22:27 WIB

InJourney & Garuda Indonesia Perkuat Konektivitas dan Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Indonesia

InJourney & Garuda Indonesia Perkuat Konektivitas dan Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Indonesia

Bisnis | Selasa, 11 Agustus 2026 | 22:21 WIB

Kasus PETI Kuansing, Polisi Sita Ratusan Gram Perhiasan di Toko Emas Kampar

Kasus PETI Kuansing, Polisi Sita Ratusan Gram Perhiasan di Toko Emas Kampar

Riau | Selasa, 11 Agustus 2026 | 21:47 WIB

×