Kisah Dokter Puskesmas di Palu Putus Mata Rantai Kekerasan Dalam Rumah Tangga, Inpiratif dan Perlu Ditiru!

M. Reza Sulaiman | Suara.com

Kamis, 31 Agustus 2023 | 15:30 WIB
Kisah Dokter Puskesmas di Palu Putus Mata Rantai Kekerasan Dalam Rumah Tangga, Inpiratif dan Perlu Ditiru!
dr. Faizah A. Salim dari Puskesmas Sangurara. (Foto: UNIC).

Suara.com - Kisah inspiratif dibagikan oleh seorang dokter di Palu, Sulawesi Tengah, yang menjadi sosok sentral dalam memutus mata rantai kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Bagaimana cara ia melakukannya?

dr. Faizah A. Salim, seorang tenaga kesehatan yang bekerja di Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Sangurara, Palu, Sulawesi Tengah, tidak yakin ketika seorang anak lelaki berusia lima tahun datang berobat dengan badan penuh luka. Menurut pengakuan orangtuanya, anak terluka karena jatuh dari tangga saat bermain.

Namun dr. Faizah yang sudah mendapat pelatihan tentang tanda-tanda kekerasan dalam rumah tangga curiga dengan luka-luka yang dimiliki anak tersebut. Ia pun merujuk pasien ke seorang pembimbing konseling sosial. Akhirnya diketahui, luka yang didapat si anak bukan karena jatuh dari tangga, tapi karena dipukul oleh ayahnya.

"Pengenalan adalah langkah pertama untuk bisa membantu. Kita perlu melakukan lebih banyak dari sekadar mengobati luka yang bergejala," tuturnya, dalam keterangan yang diterima Suara.com, Kamis (31/8/2023).

Penyuluhan soal kekerasan berbasis gender dan kekerasan dalam rumah tangga. (Foto: Puskemas Sangurara, Sulawesi Tengah, Indonesia).
Penyuluhan soal kekerasan berbasis gender dan kekerasan dalam rumah tangga. (Foto: Puskemas Sangurara, Sulawesi Tengah, Indonesia).

Puskesmas tempat Faizah berkiprah, merupakan bagian vital dari perwujudan program percontohan UNFPA (United Nations Population Fund). Program ini bertujuan untuk memerangi kekerasan berbasis gender serta berbagai bentuk kekerasan yang terjadi di lingkungan rumah tangga. Ruang lingkupnya meliputi 11 wilayah di Indonesia, termasuk Palu.

Melalui program inovatif ini, UNFPA berdiri teguh di sisi pemerintah, ikut menyusun kebijakan yang berpihak, dan memberikan pelatihan kepada para penyedia layanan kesehatan. Para mitra lokal dipacu untuk menjadi advokat bagi korban, mendorong mereka untuk beraksi, dan mengejar bantuan lebih dari sekadar memulihkan luka.

Semua ini bukanlah sekadar isapan jempol, melainkan bagian dari misi serius yang dipelopori oleh dr. Faizah beserta timnya. Mereka tak hanya menghidupkan forum-forum masyarakat, tetapi juga menjalin sinergi erat dengan berbagai asosiasi di wilayah yang dicakup pusat penelitian ini, semuanya untuk memastikan suara perempuan tak lagi terpinggirkan.

Bukti nyata pun muncul gemilang. Di awal tahun 2023, kiprah para staf di Puskesmas Sangurara berhasil mengungkapkan tujuh kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT). Angka ini mencolok jika dibandingkan dengan hanya satu atau dua kasus pada tahun-tahun sebelumnya.

“Apakah ini karena advokasi, atau karena kami lebih terlatih untuk mengenali gejala-gejala kekerasan berbasis gender? Mungkin dua-duanya,” kata dr. Faizah.

Korban Kekerasan Dalam Rumah Tangga Meningkat

Meski perjalanan menuju kesetaraan gender telah menorehkan kemajuan pesat, termasuk dalam memperluas akses perempuan dan anak perempuan ke pendidikan, lapangan pekerjaan, dan pelayanan kesehatan, tak dapat disangkal bahwa kekerasan yang bersumber dari perbedaan gender masih merupakan persoalan yang serius di Indonesia.

Norcahyo Budi Waskito, Project Officer di UNFPA Indonesia menekankan bahwa masalah ini tidak hanya berkaitan dengan kesehatan masyarakat, tetapi juga hak asasi manusia.

Statistik yang tercatat mencatat peningkatan kasus dari 216.156 pada tahun 2012 menjadi 457.895 pada tahun 2022, berdasarkan data dari Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan. Angka-angka ini menggambarkan bahwa usaha-usaha untuk mendorong korban agar berbicara dan melangkah maju telah menghasilkan dampak positif.

Namun, angka-angka ini hanya mengungkapkan permukaan masalah yang lebih dalam, karena kenyataan di balik pintu rumah masih dianggap sebagai hal tabu oleh banyak individu, dan pelaporan kasus ini masih dikaitkan dengan stigma.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Terciduk Bawa HP ke Pondok Pesantren, Ini Momen Santriwati Hancurkan HP Pakai Palu

Terciduk Bawa HP ke Pondok Pesantren, Ini Momen Santriwati Hancurkan HP Pakai Palu

Video | Senin, 28 Agustus 2023 | 18:05 WIB

Pilunya Wanita Korban KDRT di Semarang Meninggal Ditikam Suami, Orang Tua Histeris: Aku Pengen Mati

Pilunya Wanita Korban KDRT di Semarang Meninggal Ditikam Suami, Orang Tua Histeris: Aku Pengen Mati

Jawa Tengah | Senin, 28 Agustus 2023 | 20:39 WIB

Tak Perlu Waktu Lama, Suami Korban KDRT di Kota Semarang Langsung Diamankan

Tak Perlu Waktu Lama, Suami Korban KDRT di Kota Semarang Langsung Diamankan

Jawa Tengah | Senin, 28 Agustus 2023 | 16:49 WIB

Terkini

Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini

Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini

Health | Jum'at, 20 Maret 2026 | 13:04 WIB

Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi

Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi

Health | Kamis, 19 Maret 2026 | 13:49 WIB

Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!

Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!

Health | Rabu, 18 Maret 2026 | 07:05 WIB

Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?

Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?

Health | Selasa, 17 Maret 2026 | 15:31 WIB

Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung

Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 17:14 WIB

Jangan Abaikan Kesehatan Saat Mudik, Ini Tips Agar Perjalanan Tetap Nyaman

Jangan Abaikan Kesehatan Saat Mudik, Ini Tips Agar Perjalanan Tetap Nyaman

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 16:49 WIB

Pelangi di Mars Tayang Jelang Lebaran, Film Anak yang Ajarkan Berani Bermimpi

Pelangi di Mars Tayang Jelang Lebaran, Film Anak yang Ajarkan Berani Bermimpi

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 15:52 WIB

Cedera Lutut hingga Bahu Paling Banyak Dialami Atlet dan Penggemar Olahraga

Cedera Lutut hingga Bahu Paling Banyak Dialami Atlet dan Penggemar Olahraga

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 11:54 WIB

Jelang Lebaran, Korban Banjir Aceh Tamiang Dibayangi ISPA hingga Diare: Imunitas Harus Diperhatikan

Jelang Lebaran, Korban Banjir Aceh Tamiang Dibayangi ISPA hingga Diare: Imunitas Harus Diperhatikan

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 09:18 WIB

Deteksi Dini dan Kebijakan Ramah Lingkungan: Solusi Terpadu untuk Menangani Penyakit Ginjal

Deteksi Dini dan Kebijakan Ramah Lingkungan: Solusi Terpadu untuk Menangani Penyakit Ginjal

Health | Sabtu, 14 Maret 2026 | 14:38 WIB