Kisah Dokter Puskesmas di Palu Putus Mata Rantai Kekerasan Dalam Rumah Tangga, Inpiratif dan Perlu Ditiru!

M. Reza Sulaiman

Kamis, 31 Agustus 2023 | 15:30 WIB
Kisah Dokter Puskesmas di Palu Putus Mata Rantai Kekerasan Dalam Rumah Tangga, Inpiratif dan Perlu Ditiru!
dr. Faizah A. Salim dari Puskesmas Sangurara. (Foto: UNIC).

Rasa malu bukanlah satu-satunya hambatan yang membuat korban enggan untuk melapor; ada juga faktor insentif finansial yang memengaruhi. Annisa Rahmah, seorang dokter di unit Gawat Darurat di rumah sakit Anuta Pura Palu, menjelaskan bahwa beberapa korban enggan melaporkan kasusnya sebagai Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT), karena mereka menyadari bahwa biaya perawatan mereka tidak akan ditanggung oleh program asuransi kesehatan pemerintah.

Mereka yang gigih bertahan di tengah cobaan ini menerima perawatan yang mendalam, termasuk dukungan konseling psikologis. Rumah sakit, di mana tim medisnya telah mengikuti pelatihan yang diselenggarakan oleh UNFPA, menjembatani mereka dengan lembaga swadaya masyarakat yang siap memberikan bantuan hukum jika korban memutuskan untuk menuntut haknya. Ketika korban berusia anak-anak, keputusan apakah akan melibatkan pihak kepolisian menjadi hak prerogatif kepala rumah sakit.

“Kami menangani kasus secara satu-satu, tetapi pada saat yang bersamaan berharap dapat mengubah pola pikir masyarakat luas," katanya.

Ilustrasi kekerasan (shutterstock)
Ilustrasi kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) (shutterstock)

Tak hanya memberikan pelatihan kepada tenaga medis, UNFPA juga memberikan dukungan kepada berbagai organisasi masyarakat dan lembaga swadaya masyarakat (LSM). Di Palu, sebagai contoh, terdapat organisasi bernama Libu Perempuan yang memiliki tim relawan terdiri dari 30 orang, yang terdiri dari psikolog dan pengacara, untuk memberikan bantuan kepada para korban.

Selain itu, organisasi ini juga mengoperasikan sebuah tempat perlindungan, di mana saat ini ada dua keluarga yang tinggal, dan mereka mengadakan program pelatihan yang beragam. Salah satu program tersebut adalah pelatihan khusus untuk laki-laki, dengan tujuan mendorong pencegahan kekerasan berbasis gender dan kekerasan dalam lingkup keluarga.

"Ini adalah perubahan pola pikir yang penting dalam masyarakat bahwa membantu korban sama pentingnya dengan membawa pelaku ke pengadilan," kata Maya Safira, koordinator program.

Kartini Rustandi, yang menjabat sebagai Direktur Kesehatan Reproduksi Usia Lanjut dan Lansia, mengungkapkan bahwa Kementerian Kesehatan saat ini tengah mempertimbangkan untuk mengulang keberhasilan proyek ini.

"Kementerian Kesehatan terus melakukan upaya percepatan pemerataan fasilitas kesehatan yang mampu melakukan penanganan kekerasan terhadap perempuan dan anak serta peningkatan kapasitas tenaga kesehatan baik melalui dana anggaran reguler, alokasi anggaran khusus maupun bekerjasama dengan donor," tutupnya.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Terciduk Bawa HP ke Pondok Pesantren, Ini Momen Santriwati Hancurkan HP Pakai Palu

Terciduk Bawa HP ke Pondok Pesantren, Ini Momen Santriwati Hancurkan HP Pakai Palu

Video | Senin, 28 Agustus 2023 | 18:05 WIB

Pilunya Wanita Korban KDRT di Semarang Meninggal Ditikam Suami, Orang Tua Histeris: Aku Pengen Mati

Pilunya Wanita Korban KDRT di Semarang Meninggal Ditikam Suami, Orang Tua Histeris: Aku Pengen Mati

Jawa Tengah | Senin, 28 Agustus 2023 | 20:39 WIB

Tak Perlu Waktu Lama, Suami Korban KDRT di Kota Semarang Langsung Diamankan

Tak Perlu Waktu Lama, Suami Korban KDRT di Kota Semarang Langsung Diamankan

Jawa Tengah | Senin, 28 Agustus 2023 | 16:49 WIB

Terkini

Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern

Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern

Health | Jum'at, 26 Juni 2026 | 13:45 WIB

Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua

Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua

Health | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:17 WIB

Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan

Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan

Health | Kamis, 25 Juni 2026 | 19:13 WIB

Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif

Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif

Health | Rabu, 24 Juni 2026 | 17:15 WIB

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:49 WIB

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:07 WIB

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:05 WIB

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:00 WIB

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Health | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:41 WIB

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:51 WIB